DAIRI, Nasionaldetik.com
– Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, Babinsa Koramil 03/Parongil, Kodim 0206/Dairi, Sertu S. Latif, melaksanakan kegiatan monitoring pengamanan ibadah Minggu di Gereja HKBP Sion Pardamean, Polling Anak-Anak, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, pada Minggu (28/6/2026). Kehadiran personel TNI di lokasi ibadah sejak pukul 10.00 WIB ini menjadi bukti nyata komitmen aparat kewilayahan dalam menjamin kenyamanan bagi warga yang menjalankan ibadah.
Ibadah Minggu kali ini berlangsung khidmat dengan mengangkat tema “Kasih Yang Menggembirakan Dan Menguatkan” yang didasarkan pada kutipan Nias 14: 11-19. Dipimpin oleh Pdt. ST Carter Napitupulu, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 orang jemaat yang memadati gereja. Di tengah kekhusyukan doa, Sertu S. Latif tampak siaga memantau situasi di lingkungan gereja, memastikan seluruh rangkaian prosesi ibadah berjalan dengan lancar tanpa kendala sedikit pun.
Monitoring rutin ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan terjun langsung ke lapangan, Babinsa dapat menjalin komunikasi sosial yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah jemaat menjadi simbol bahwa negara senantiasa hadir untuk melindungi hak setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya, sekaligus merawat harmoni keberagaman di wilayah Kabupaten Dairi.
Danramil 03/Parongil, Kapten Inf Hernandez, mengungkapkan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan agenda prioritas untuk menciptakan lingkungan yang damai. Ia menekankan bahwa sinergitas antarumat beragama menjadi kunci stabilitas wilayah. “Kehadiran Babinsa adalah wujud kepedulian kami agar rasa persaudaraan dan toleransi di Kecamatan Silima Pungga-pungga tetap terjaga. Kami ingin memastikan setiap jemaat merasa tenang dan terlindungi selama menunaikan ibadah,” tegas Kapten Inf Hernandez.
Hingga ibadah selesai dilaksanakan, situasi di Gereja HKBP Sion Pardamean dilaporkan berjalan dengan tertib dan aman. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang berarti di sekitar area gereja selama kegiatan berlangsung. Keberhasilan pengamanan ini mencerminkan tingginya kesadaran toleransi di masyarakat, yang didukung penuh oleh kesigapan aparat kewilayahan dalam mengawal jalannya kegiatan keagamaan di wilayah Kabupaten Dairi.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena
























