WARGA TOLAK PEMBANGUNAN BATCHING PLANT, WARGA SOROTI MINIMNYA SOSIALISASI DAN POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN SEKITAR.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 17:16 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 21 September 2026 Wilayah Desa Hegarmukti , Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa BaratSejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi rencana pembangunan Batching Plant menyatakan keberatan dan menolak rencana pembangunan serta aktivitas operasional fasilitas tersebut.

Penolakan tersebut disampaikan melalui surat keberatan yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Surat itu juga dilengkapi daftar tanda tangan warga dan salinan identitas warga yang menyatakan terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat tersebut, warga menyampaikan sejumlah kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat apabila kegiatan Batching Plant tetap dilanjutkan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi debu dan pencemaran udara yang dikhawatirkan muncul dari aktivitas bongkar muat bahan baku, mobilisasi kendaraan, maupun kegiatan produksi.

Warga juga mengkhawatirkan potensi pencemaran sumber air, terutama dari air bekas kegiatan pencucian truk mixer apabila tidak dikelola sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.

Selain itu, aktivitas alat berat dan kendaraan operasional juga dinilai berpotensi menimbulkan kebisingan, getaran, serta peningkatan mobilitas kendaraan berat di sekitar permukiman warga.

“Warga khawatir aktivitas tersebut nantinya berdampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam surat keberatan warga.

Soroti Sosialisasi

Warga juga mempertanyakan proses sosialisasi terkait rencana pembangunan Batching Plant tersebut.

Menurut warga, hingga adanya aktivitas penurunan alat berat di lokasi, mereka mengaku belum memperoleh penjelasan secara transparan mengenai rencana kegiatan, potensi dampak lingkungan, maupun dokumen dan persetujuan lingkungan yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi serta memastikan seluruh proses pembangunan dan kegiatan usaha telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Minta Aktivitas Dihentikan Sementara

Dalam surat keberatan tersebut, warga meminta agar aktivitas penurunan alat berat dan persiapan pembangunan dihentikan sementara sampai dilakukan pemeriksaan terhadap legalitas dan dokumen yang diperlukan.

Warga juga meminta pemerintah mengevaluasi dokumen dan persetujuan lingkungan yang berkaitan dengan rencana kegiatan tersebut apabila ditemukan persoalan dalam proses maupun pelaksanaannya.

Selain itu, warga meminta dilakukan inspeksi lapangan untuk memeriksa kesesuaian tata ruang, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persetujuan lingkungan, serta perizinan lainnya.

Warga berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog terbuka antara masyarakat dan pihak pengelola/pemrakarsa, sehingga persoalan tersebut dapat memperoleh kejelasan sebelum kegiatan dilanjutkan.

Surat keberatan itu ditutup dengan pernyataan bahwa penolakan warga merupakan bentuk penyampaian aspirasi untuk menjaga lingkungan, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi.

Hingga rilis ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola atau pemrakarsa Batching Plant mengenai keberatan warga tersebut. Konfirmasi dan tanggapan dari pihak terkait diperlukan untuk memberikan gambaran yang berimbang mengenai rencana pembangunan dan status perizinannya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Menanti Keadilan Wong Cilik: 1 Tahun Kasus Penipuan Oknum Kades di Polres Muara Enim Mang Mangkrak, Ada Apa?
Kejanggalan GTT Siluman di SMPN 22 Merangin: Dapodik Diajukan Februari, Baru Muncul di Absensi April, Guru Sebut Tak Pernah Mengajar
Sambangi Kantor Desa Pardomuan, Babinsa 03/Parongil Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gratis kepada
Dandim 0206/Dairi Tegas! Rekrutmen Prajurit Harus Bersih, Pengawasan KDKMP dan Jembatan Diperkuat
JAM PIMPINAN KOMANDAN DISTRIK MILITER 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.Sos.: SEMUA YANG KITA MILIKI SAAT INI ADALAH TITIPAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA
*Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia*
TNI-Polri Patroli Malam di Jatiroto, Warga Diajak Menjaga Keamana Dan Ketertiban
Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Babinsa Pilangsari Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Bakar Sampah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Menanti Keadilan Wong Cilik: 1 Tahun Kasus Penipuan Oknum Kades di Polres Muara Enim Mang Mangkrak, Ada Apa?

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Kejanggalan GTT Siluman di SMPN 22 Merangin: Dapodik Diajukan Februari, Baru Muncul di Absensi April, Guru Sebut Tak Pernah Mengajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Sambangi Kantor Desa Pardomuan, Babinsa 03/Parongil Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gratis kepada

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Dandim 0206/Dairi Tegas! Rekrutmen Prajurit Harus Bersih, Pengawasan KDKMP dan Jembatan Diperkuat

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:33 WIB

*Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Gagalkan Penyelundupan 5,269 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia*

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:58 WIB

TNI-Polri Patroli Malam di Jatiroto, Warga Diajak Menjaga Keamana Dan Ketertiban

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, Babinsa Pilangsari Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Bakar Sampah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Patroli Malam di Nogosari, Babinsa Ajak Warga Perkuat Ronda dan Waspada Bahaya Kebakaran

Berita Terbaru