PNIB: Indonesia Darurat Terorisme, Khilafah, Intoleransi dan Korupsi, Bersama Tingkatkan Kewaspadaan dengan Perkuat Persatuan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:51 WIB

50119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,Surabaya, 15 Juli 2026 ,Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) , mengajak seluruh elemen bangsa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme, penyebaran paham khilafah, radikalisme, intoleransi, dan korupsi yang dinilai sama-sama mengancam masa depan rakyat dan bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan media mengenai dugaan ledakan bom rakitan di lingkungan MAN 3 Padang. Gus Wal menegaskan bahwa proses hukum dan penyelidikan sepenuhnya harus diserahkan kepada aparat penegak hukum agar penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap berdasarkan alat bukti yang sah.

“Peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan nasional tidak boleh pernah menurun,” ujar Gus Wal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi tantangan multidimensi. Di satu sisi, korupsi menggerogoti sendi-sendi pembangunan dan kepercayaan publik terhadap negara. Di sisi lain, penyebaran paham intoleransi, radikalisme, khilafah, dan terorisme terus berupaya mencari celah melalui ruang digital maupun interaksi sosial di tengah masyarakat.

“Korupsi merampas hak rakyat. Intoleransi merusak persaudaraan. Paham khilafah bertentangan dengan konsensus kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sedangkan radikalisme terorisme menebarkan rasa takut dan mengancam keselamatan masyarakat. Seluruh ancaman tersebut harus dihadapi secara bersama-sama dengan memperkuat persatuan,” tegasnya.

Gus Wal menilai, gerakan menjaga kampung dan desa harus menjadi agenda nasional yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Ancaman penyebaran intoleransi, radikalisme, dan terorisme tidak lagi hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi telah merambah desa-desa, daerah pesisir, wilayah pegunungan hingga pelosok, bahkan berupaya memengaruhi generasi muda, anak-anak, dan remaja melalui berbagai platform media sosial dengan berbagai konten yang memuat propogandanya dengan sangat halus nan massive dan juga melalui game online.

“Gerakan Jaga Kampung dan Desa harus diperkuat sebagai benteng pertama menjaga ideologi bangsa. Seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, orang tua, pemuda, aparat pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga organisasi kemasyarakatan harus bergandengan tangan mencegah masuknya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI,” katanya.

PNIB juga mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan memperkuat pendidikan karakter, nilai toleransi, nasionalisme, moderasi beragama, serta literasi digital agar generasi muda tidak mudah terpapar propaganda maupun ajakan kekerasan.

“Kita tidak boleh lengah. Ancaman terhadap bangsa hari ini sering kali bergerak secara senyap melalui media sosial, ruang digital, lingkungan pergaulan, hingga berbagai bentuk propaganda yang menyasar anak-anak dan remaja. Karena itu, kewaspadaan kolektif menjadi tanggung jawab seluruh warga negara,” ujar Gus Wal.

PNIB turut memberikan dukungan dan apresiasi kepada Densus 88, Polri, BNPT, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh aparat keamanan dalam menjalankan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penegakan hukum terhadap setiap bentuk tindak pidana terorisme maupun penyebaran paham radikal yang menggunakan kekerasan atau melanggar hukum.

“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, melawan korupsi, menolak intoleransi, menutup ruang bagi penyebaran paham khilafah yang bertentangan dengan konsensus kebangsaan, serta bersama-sama mencegah terorisme demi Indonesia yang aman, makmur, damai, dan bersatu,” pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim PNIB

Editor : Admin

Berita Terkait

Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!
Tak Henti-hentinya Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Berjibaku kejar Sasaran Pisik.
Kunjungan DPD IWO-I Deli Serdang di Sambut Oleh Ketua OKK DPP IWO-I Bersama DPW IWO-I DKI Jakarta
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Inhil Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah
PCNU KOTA JAMBI MENERIMA BANTUAN MASKER DARI BPBD KOTA JAMBI UNTUK APEL HARI SANTRI NASIONAL 2026*
53 Pelajar Kabupaten Kediri Bawa Misi Kenalkan Seni dan Budaya di Kraton Yogyakarta
Sedekah Oksigen Tanam Kebaikan, Merawat Kehidupan, Menghadirkan Kesejukan Untuk Kencong

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:49 WIB

“Menabrak UU dan Yurisprudensi MK, Pelolosan Jaya S. Monong di Pilkada Gunung Mas 2018 Resmi Dilaporkan ke APH”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:54 WIB

Apel Pagi Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi, Kesiapan Personel Jadi Kunci Tuntaskan Sasaran Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Satu Barisan, Satu Tujuan! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Siap Tuntaskan Sasaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Gempur Lima Rumah Sekaligus! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Percepat Pembangunan Lima RTLH di Sibongkaras

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Kodim 0206/Dairi Bangun Lima Rumah Warga Melalui Program TMMD Reguler ke-130

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Medan Terjal Tak Surutkan Semangat! Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Buka Jalan 1.000 Meter Menuju Sibongkaras

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Tak Kenal Lelah di Medan Berat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Berjuang Buka Jalan 1.000 Meter

Berita Terbaru