Manajemen Kas Keropos, Pemkab OKU Timur Terancam Gagal Bayar Kewajiban Jangka Pendek

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:45 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– 19 Juni 2026 Tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kembali menjadi sorotan tajam. Hasil pemeriksaan terbaru menemukan bahwa pengelolaan Kas dan Setara Kas Pemkab OKU Timur belum memadai dan jauh dari kata optimal. Masalah paling krusial ditemukan pada buruknya perencanaan anggaran, di mana rencana belanja daerah terbukti melampaui rencana penerimaan yang ada.

Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini berpotensi mengancam kemampuan Pemkab dalam membayar kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo, mendanai belanja rutin, hingga membayar pihak ketiga (kontraktor/mitra).

Pemerintah Kabupaten OKU Timur—khususnya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD), serta seluruh Kepala SKPD selaku pengguna anggaran. Dampak buruknya tata kelola ini juga mengancam pihak ketiga (mitra kerja) dan masyarakat yang bergantung pada realisasi belanja publik.

Ditemukan pengelolaan Kas Daerah yang tidak memadai dan belum optimal. Berdasarkan data neraca, terjadi penurunan saldo Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2024 menjadi Rp11.348.688.867,92 (turun sebesar Rp405.080.166,92 dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp11.753.769.034,84).

Ironisnya, penurunan saldo ini diperparah oleh penyusunan Rancangan Anggaran Kas (Angkas) yang serampangan: Pemkab nekat merencanakan belanja yang lebih besar daripada proyeksi penerimaan pada periode tertentu.

Di lingkungan internal Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan.

Kasus ini mencuat pada Tahun Anggaran (TA) 2024, berdasarkan posisi Neraca Keuangan per 31 Desember 2024.

Karena Pemkab OKU Timur gagal menyusun Rancangan Anggaran Kas secara memadai. SKPD dan Kuasa BUD kedapatan asal-asalan dalam menginput data ke aplikasi SIPD tanpa sinkronisasi yang matang. Tim penyusun rencana belanja menutup mata terhadap realisasi atau rencana penerimaan (revenue), sehingga terjadi ketimpangan arus kas (mismatch).

Modus kelalaian terjadi saat operator Subbagian Perencanaan dan Keuangan di masing-masing SKPD menginput Angkas hanya demi formalitas pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Proses validasi oleh Kepala SKPD dan Kuasa BUD terkesan hanya menjadi formalitas di atas kertas (stempel karet). Akibatnya, manajemen gagal memenuhi tujuan utama pengelolaan kas: yaitu menjaga keamanan kas, menjamin ketersediaan dana jangka pendek, dan mengantisipasi kebutuhan darurat. Pemkab OKU Timur kini dalam posisi rentan mengalami krisis likuiditas pada periode-periode tertentu.

“Sistem aplikasi seanggih SIPD tidak akan berguna jika mentalitas birokrasinya masih sekadar ‘menggugurkan kewajiban’ administrasi. Membuka keran belanja lebih besar daripada kantong penerimaan bukan sekadar salah input, melainkan bentuk kecerobohan manajemen keuangan yang amat fatal bagi sebuah daerah.”

Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

Di Tengah Gempuran Hoaks dan Media Sosial, Babinsa di Pakpak Bharat Ajak Warga Jaga Empati dan Kejujuran
Ngopi Bareng Pekerja, Babinsa Sertu Baktiar Lumbanbatu Dorong Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Capai 67 Persen
Babinsa dan Perangkat Desa Bongkaras Kompak Perbarui Data, Demi Pembangunan yang Lebih Tepat Sasaran
Pendaftar SPMB SMAN 1 Merangin Membludak, Kuota 324 Siswa Terlampaui
Tuntutan Ganti Rugi Besar, Di Antara Ratusan Pedagang Hanya Edi Satu-satunya yang Menuntut, Nasihat Baik Justru Dibalas tuduhan Sebagai Ancaman
BAJINGAN MAFIA TANAH : Sengketa 400 Ha Lahan di HSS: Kuasa Hukum Warga Desak Presiden dan Jaksa Agung Cabut Izin PT AGM
BEM PTNU Se-Nusantara Minta Pemerintah Serius Perangi Oligarki dan Tegakkan Amanat Pasal 33 UUD 1945
“Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab”

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:24 WIB

Di Tengah Gempuran Hoaks dan Media Sosial, Babinsa di Pakpak Bharat Ajak Warga Jaga Empati dan Kejujuran

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ngopi Bareng Pekerja, Babinsa Sertu Baktiar Lumbanbatu Dorong Percepatan Pembangunan Gerai KDKMP Capai 67 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:16 WIB

Babinsa dan Perangkat Desa Bongkaras Kompak Perbarui Data, Demi Pembangunan yang Lebih Tepat Sasaran

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:02 WIB

Pendaftar SPMB SMAN 1 Merangin Membludak, Kuota 324 Siswa Terlampaui

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:30 WIB

Tuntutan Ganti Rugi Besar, Di Antara Ratusan Pedagang Hanya Edi Satu-satunya yang Menuntut, Nasihat Baik Justru Dibalas tuduhan Sebagai Ancaman

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:31 WIB

BAJINGAN MAFIA TANAH : Sengketa 400 Ha Lahan di HSS: Kuasa Hukum Warga Desak Presiden dan Jaksa Agung Cabut Izin PT AGM

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:02 WIB

BEM PTNU Se-Nusantara Minta Pemerintah Serius Perangi Oligarki dan Tegakkan Amanat Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:56 WIB

“Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab”

Berita Terbaru