NasinonalDetik.com — Tegal, 20 Sept 2026, Konferensi Cabang DPC PA GMNI se-Eks Karesidenan Pekalongan menjadi ruang konsolidasi sekaligus regenerasi bagi para alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Dalam forum tersebut, Fatkhurohman, S.IP., yang akrab disapa Bung Pao, terpilih sebagai Ketua PA GMNI Tegal untuk periode 2026–2031.
Terpilihnya Fatkhurohman menjadi bagian dari proses estafet kepemimpinan di tubuh PA GMNI Tegal. Namun, hasil konfercab ini masih menjadi bagian dari proses organisasi dan belum merupakan pelantikan atau pengukuhan secara resmi, sehingga kepengurusan baru nantinya tetap menunggu tahapan organisasi berikutnya.
Fatkhurohman akan meneruskan perjalanan organisasi yang sebelumnya dipimpin oleh KRT. Rosa Mulya Aji, S.T., M.T., yang telah menjalankan amanah kepemimpinan selama dua periode.

Pergantian figur dalam sebuah organisasi alumni tentu bukan sekadar pergantian nama di struktur kepemimpinan. Ada perjalanan, pengalaman, gagasan, serta dinamika yang menjadi bagian dari proses panjang PA GMNI Tegal.
Dua periode kepemimpinan Rosa Mulya Aji menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Kini, estafet tersebut mulai diarahkan kepada generasi berikutnya melalui terpilihnya Fatkhurohman dalam forum konfercab.
Membawa Semangat Baru
Terpilihnya Fatkhurohman diharapkan dapat membawa energi baru bagi PA GMNI Tegal, terutama dalam memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarsesama alumni.
PA GMNI bukan hanya tempat berkumpulnya mereka yang pernah berproses di lingkungan GMNI, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga gagasan, nilai perjuangan, serta semangat pengabdian yang pernah dibangun sejak menjadi mahasiswa.
Karena itu, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana membangun struktur organisasi, tetapi juga bagaimana membuat organisasi alumni tetap hidup, komunikatif, produktif, dan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Fatkhurohman diharapkan mampu merangkul berbagai latar belakang alumni GMNI di Kabupaten Tegal.
Perbedaan profesi, generasi, pengalaman maupun ruang pengabdian diharapkan tidak menjadi sekat, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.
Menjaga yang Sudah Baik, Membuka Ruang Pembaruan
Estafet kepemimpinan dari KRT. Rosa Mulya Aji kepada Fatkhurohman juga diharapkan tidak dimaknai sebagai memutus apa yang telah berjalan sebelumnya.
Sebaliknya, apa yang telah dibangun selama dua periode kepemimpinan sebelumnya dapat menjadi pijakan untuk melangkah ke depan. Sementara kepemimpinan baru memiliki ruang untuk menghadirkan gagasan dan pendekatan yang lebih sesuai dengan tantangan zaman.
Harapannya, PA GMNI Tegal ke depan semakin terbuka terhadap dialog, semakin kuat dalam konsolidasi alumni, serta mampu membangun hubungan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat dan generasi kader GMNI.
Bung Pao kini mendapat kepercayaan dari forum konfercab untuk melanjutkan estafet tersebut.
Namun, sebagaimana proses organisasi, terpilih dalam konfercab bukan berarti telah dilantik. Masih ada tahapan berikutnya hingga kepengurusan baru benar-benar dikukuhkan dan mulai menjalankan amanah secara formal.
Periode 2026–2031 pun menjadi ruang yang panjang bagi Fatkhurohman untuk mempersiapkan gagasan, membangun komunikasi dengan para alumni, dan menyusun langkah-langkah organisasi.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang bagaimana kepercayaan tersebut nantinya diterjemahkan menjadi kerja, kebersamaan, dan pengabdian.
Dari dua periode kepemimpinan KRT. Rosa Mulya Aji, kini estafet mulai bergerak menuju Fatkhurohman. Bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru PA GMNI Tegal.





























