Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa dan Pembiaran Aparat, Aktivitas PETI di Merangin Menantang Hukum

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:27 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin kian tak tersentuh hukum dan memicu keresahan akut di tengah masyarakat. Investigasi mendalam kini mendesak dilakukan, seiring memuncaknya keberanian warga untuk bersuara akibat kejenuhan atas pembiaran yang diduga melibatkan oknum struktural desa.

Aktivitas ilegal ini diduga kuat diorganisir oleh jaringan mafia lokal, dengan keterlibatan langsung salah satu oknum Perangkat Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau, yang diduga bertindak sebagai penampung (penadah) utama emas hasil jarahan lingkungan tersebut.

Praktik kejahatan lingkungan berupa penambangan emas ilegal skala masif yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengindikasikan adanya praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik di tingkat desa.

Operasi ilegal dan pusat penampungan hasil PETI ini berpusat di Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi.

Praktik ini telah berlangsung lama dan kembali mencuat ke publik pada Rabu (17/06/2026) ketika warga mulai berani membongkar posisinya ke media akibat lambannya respons penegak hukum.

PETI subur karena adanya ekosistem perlindungan (*back-up*) dari oknum berwenang dan jaminan pasar dari penampung lokal, yang membuat para pelaku merasa kebal hukum meski aktivitasnya merugikan daerah.

Modus operandi dilakukan dengan melakukan penambangan ilegal, lalu hasilnya disalurkan melalui oknum perangkat desa untuk menyamarkan asal-usul barang. Warga yang gerah menantang Satgas PETI dan aparat penegak hukum untuk membuktikan laporan ini secara terbuka.

Narasumber internal yang identitasnya dilindungi demi keselamatan menyatakan bahwa warga sudah berada di titik nadir keputusasaan terhadap penegakan hukum. Mereka secara terbuka menantang Tim Satgas PETI dan kepolisian untuk turun langsung ke lapangan membuktikan fakta tersebut.

“Kami meminta media dan aparat melakukan investigasi serius, bukan sekadar formalitas. Periksa masyarakat dan aparat setempat. Apakah laporan yang beredar itu benar atau tidak. Kami warga siap menerima sanksi hukum jika data yang kami beberkan ini hoaks!” tegas sumber tersebut dengan nada menantang, Rabu (17/06/2026).

Keberanian warga ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum. Demi menunjukkan keseriusannya, perwakilan masyarakat bahkan menyatakan siap dikonfrontasi langsung untuk memberikan kesaksian. *”Apabila pihak terkait meminta bukti dan saksi, kami bersedia hadir dan menjamin validitasnya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, bau amis keterlibatan birokrasi semakin menyengat seiring dengan sikap bungkam dari pihak-pihak terkait. Tim media ini telah berupaya meminta konfirmasi dan pertanggungjawaban dari:

1. Sekretaris Desa (Sekdes) Seringat
2. Pemerintah Desa Seringat
3. Pemerintah Kecamatan Sungai Manau
4. Polres Merangin

Namun, belum ada satu pun otoritas yang berani memberikan jawaban tegas terkait keterlibatan anggotanya maupun langkah konkret pemberantasan PETI di wilayah tersebut.

Publik kini menunggu: Apakah Satgas PETI dan Polres Merangin berani membongkar jaringan penadah emas ilegal ini, atau justru membiarkan hukum tumpul di hadapan oknum perangkat desa?

Laporan : Irma

Berita Terkait

BEM PTNU Se-Nusantara Minta Pemerintah Serius Perangi Oligarki dan Tegakkan Amanat Pasal 33 UUD 1945
“Menghormati Kiai, Menolak Feodalisme: Kebenaran Lebih Tinggi dari Nasab”
Ketua DPD MAUNG Riau Minta Kemenhub Pecat Kepala KSOP Dumai Jika Terbukti Langgar Aturan
DPC MAUNG Bengkulu Utara: BPK Sudah Beri Bukti, Sekarang Giliran Penegak Hukum Bertindak
AWI DPC Banyuwangi Soroti Dugaan Tambang Pasir Ilegal, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Babinsa Koramil 07/Salak Gembleng Pramuka SDN 030415 Binanga Boang, Tanamkan Disiplin dan Karakter Sejak Dini
Komsos Penuh Kekeluargaan, Babinsa Ajak Warga Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkoba
TNI Hadir untuk Rakyat, Babinsa 04/Tigalingga Monitoring Penyaluran BLT Dana Desa Hingga Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:58 WIB

Terlantar di Kamboja, Kondisi Sakit Parah, Pasutri Asal Karo Dibantu DPD IPK Pulang Ke Bumi Turang

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:06 WIB

Kapolres Karo Berikan Arahan kepada Kapolsek, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Jajaran Polres Karo

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:46 WIB

Sindikat Curanmor Antar Wilayah Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap Unit Reskrim Polsek Berastagi

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:35 WIB

Kapolres Karo Dukung Atlet Taekwondo Berlaga di Kejuaraan Nasional Palembang

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:14 WIB

Bupati Karo Sambut Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Desa Mulawari, Dorong Optimalisasi Desa Percontohan UP2K untuk Kesejahteraan Keluarga

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:03 WIB

Desa Deram Ikuti Penilaian Desa Percontohan Pelaksana 10 Program Pokok PKK Kategori Tertib Administrasi PKK

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:54 WIB

Bupati Karo Sambut Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara di Desa Temburun

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:32 WIB

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Bhayangkari Sumut Resmikan Sumur Bor dan Listrik di SD Terpencil Karo

Berita Terbaru