TIGAPANAH, KARO –Nasionaldetik.com
– Kemeriahan Pesta Tahunan, Guro Guro Arom (GGA) Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo berlangsung sukses dan penuh sukacita pada Sabtu 25/04/2026 sampai Minggu 26/04/2026). Di bawah cuaca sejuk khas Bumi Turang, ribuan masyarakat berkumpul merayakan tradisi ucapan syukur yang tahun ini terasa jauh lebih istimewa.
Kesuksesan perhelatan akbar ini tidak lepas dari tarian adat Tanah Karo, tangan dingin panitia lokal yang dimotori oleh kaum muda. Kepala Desa Stelan Ginting, dan Ketua Panitia Eikel Suranta Ginting sukses memimpin barisan kepanitiaan dengan apik, didukung oleh Sakti Br Parangin-angin, Yanto, serta sentuhan kreatif dari Agung the Jazz dan penampilan Perkolong-kolong Lukas Sembiring dan Icha br Tarigan yang memukau penonton.
Acara yang menjadi ajang silaturahmi akbar ini semakin semarak dengan kehadiran tamu undangan spesial, Dr. Badekeninta Putri Beru Sitepu, SE., M.Si mewakili Satria Sitepu Kehadiran sang Senator di tengah-tengah warga tidak hanya untuk memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi simbol kedekatan figur pemimpin dengan akar rumput dan adat istiadat Karo. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang merasa terhormat pesta tahunan mereka dihadiri oleh tokoh nasional yang tetap memegang teguh nilai budaya.
Tak hanya tokoh masyarakat, Ketua Karang Taruna Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo beserta jajaran pengurusnya juga tampak hadir, memberikan energi positif bagi para pemuda di Desa Sukamaju untuk terus melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi.
Panggung hiburan benar-benar memanjakan telinga warga dengan penampilan barisan artis budaya Karo terbaik. Suara emas Yulia Christy Ginting, Yesi Tarigan, Maharani Br Tarigan, dan Ira Br Sibayang berhasil menghipnotis massa, menciptakan suasana haru sekaligus bangga akan kekayaan seni Tanah Karo.
Bagi masyarakat Desa Sukamaju, suksesnya acara ini merupakan bukti bahwa semangat gotong-royong masih sangat kental. Kehadiran Dr. Badekeninta yang mewakili Satria Sitepu sebagai tamu undangan dipandang sebagai “angin segar” dan bentuk dukungan moral bagi pembangunan desa ke depannya. Warga berharap, melalui momentum pesta tahunan ini, aspirasi terkait pembangunan pertanian dan pelestarian budaya dapat terus diperjuangkan di tingkat pusat.
“Pesta tahunan kali ini luar biasa sukses. Kehadiran Ibu Badikeninta sebagai tamu undangan membuat kami merasa diperhatikan. Ini adalah bukti bahwa budaya kita adalah pemersatu yang kuat,” ungkap salah satu warga di lokasi acara.
Perhelatan ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar Tanah Karo, khususnya Kecamatan Tigapanah, tetap menjadi daerah yang berbudaya, religius, dan semakin sejahtera.
Reporter: Nur Kennan Tarigan







































