JAKARTA – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagiawati, S.Pd, M.AP, melakukan serangkaian kunjungan koordinasi ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Jakarta. Pertemuan yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis (20-23 April 2026) ini bertujuan untuk mengawal percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana serta penguatan kapasitas operator data.
Dalam kunjungan tersebut, Bahagiawati melakukan koordinasi di Ruang Perencanaan Kemensos yang diterima langsung oleh Dika Yudistira. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah membahas kendala penganggaran program-program sosial yang sangat krusial bagi daerah.

”Kami berupaya memastikan kendala anggaran dapat segera teratasi agar program sosial di Aceh Tenggara berjalan optimal,” ujar Bahagiawati.
Agenda dilanjutkan dengan menemui Izrah, pejabat yang membidangi penyaluran bantuan bencana di ruang Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Pembahasan difokuskan pada permohonan bantuan bagi korban banjir bandang akhir tahun 2025 yang hingga kini masih dalam proses administrasi.
Bantuan yang sedang diperjuangkan tersebut meliputi Jaminan Hidup (Jadup), dana stimulan, isi hunian rumah (perabotan), hingga program penguatan ekonomi. Pihak Dinas Sosial berkomitmen segera melengkapi kekurangan persyaratan administrasi agar masyarakat terdampak bisa secepatnya menerima hak mereka.

Sebagai penutup rangkaian koordinasi, Kadis Sosial menemui Kapusdatin Kemensos, Joko, untuk mengajukan permohonan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh operator pengelola SIKS-NG, operator desa, pendamping sosial, serta pilar-pilar sosial di Aceh Tenggara.
Hasilnya, tim Kapusdatin direncanakan hadir langsung ke Aceh Tenggara pada bulan Mei mendatang untuk melaksanakan Bimtek. Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas isu miring mengenai ketidaksesuaian data “Desil” yang berkembang di masyarakat.
”Alhamdulillah, rencana kedatangan tim pusat di bulan Mei nanti akan memberikan pencerahan terkait kelayakan data penerima bantuan. Kami ingin memastikan data benar-benar akurat dan transparan,” pungkas Bahagiawati.
Melalui koordinasi intensif ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap kesejahteraan sosial masyarakat, terutama bagi korban bencana dan keluarga kurang mampu, dapat meningkat melalui akurasi data dan bantuan yang tepat sasaran.
(SF)







































