Kawal Kasus Santriwati Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tasik Usik Tuntut Kapolda Jateng Dipecat

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026 - 09:16 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, Nasionaldetik.com

–Gelombang keprihatinan dan kemarahan atas peristiwa penggerebekan asrama santriwati Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Sukoharjo, Jawa Tengah, kini bergema hingga ke Kota Tasikmalaya. Aliansi Masyarakat Tasik Usik hari ini, Jumat 6 November 2026, menggelar aksi damai di pusat Kota Tasikmalaya untuk mengawal kasus tersebut sekaligus menyuarakan tuntutan keadilan yang tegas.

Latar Belakang Kejadian

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa yang memicu gelombang protes ini bermula dari kabar yang menyebar luas di berbagai media sosial dan mendapat perhatian publik secara nasional: penggerebekan asrama santriwati Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Sukoharjo, yang diduga dilakukan oleh Kapolres Sukoharjo beserta jajarannya. Penggerebekan ini dinilai dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan layaknya mendatangi sarang kejahatan, bukan lembaga pendidikan yang mendidik putri-putri bangsa untuk menghafal dan menjaga Al-Qur’an.

Sejak kabar itu terungkap, banyak pihak menyoroti dugaan pelanggaran prosedur, ketidakpatuhan terhadap prinsip perlindungan lembaga pendidikan, serta perlakuan yang dinilai tidak pantas terhadap santriwati dan pengasuh pesantren. Aksi yang dilakukan Tasik Usik hari ini merupakan kelanjutan dari gelombang keprihatinan yang terus membesar di berbagai daerah, termasuk di Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri.

Aksi dan Pernyataan Massa

Dalam aksinya, ratusan warga dan elemen masyarakat Tasikmalaya berkumpul dengan tertib. Mereka menyoroti bahwa pesantren adalah rumah belajar, tempat menjaga kemuliaan Al-Qur’an, bukan objek yang harus diserbu dengan kekuatan bersenjata.

“Kami kawal kasus ini. Santriwati itu anak-anak kita, penjaga Al-Qur’an. Perlakukan mereka dengan adil dan bermartabat.” — tegas orator aksi di hadapan massa.

Pihak Tasik Usik menegaskan, tindakan yang terjadi di Sukoharjo sangat disayangkan dan mencoreng marwah institusi Polri. Lembaga pendidikan agama harus dihormati, tidak diperlakukan layaknya tempat yang penuh kecurigaan tanpa bukti yang kuat dan prosedur yang sah.

Empat Tuntutan Keras Tasik Usik

Aliansi Tasik Usik menyampaikan empat tuntutan utama yang harus segera ditindaklanjuti:

1. Kapolda Jawa Tengah Harus Dicopot dan Dipecat
Dinilai gagal menjalankan fungsi pembinaan terhadap jajarannya, serta membiarkan anggotanya bertindak arogan dan melanggar norma terhadap santriwati di pesantren.

2. Mabes Polri dan Komnas HAM Turun Langsung ke Lokasi
Diperlukan investigasi yang transparan dan independen ke Sukoharjo untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran prosedur hukum dan pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa penggerebekan tersebut.

3. Kapolres Sukoharjo dan Jajaran Terlibat Diperiksa Propam
Pihak yang terlibat langsung dalam penggerebekan harus segera diperiksa oleh Divisi Propam Polri dan memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat luas.

4. Hentikan Segala Bentuk Intimidasi
Segala bentuk tekanan, ancaman, maupun intimidasi terhadap santriwati dan pengasuh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an harus segera dihentikan demi keamanan dan ketenangan semua pihak.

Penegasan dan Penutup Aksi

Tasik Usik menegaskan bahwa perjuangan ini belum selesai. Mereka akan terus memantau perkembangan kasus dan mengawal setiap prosesnya sampai ada kejelasan yang memuaskan masyarakat.

“Kami tidak akan berhenti sebelum ada kejelasan, pencopotan, dan sanksi tegas terhadap pihak yang bersalah. Kasus ini bukan hanya soal santriwati di Sukoharjo, tetapi soal bagaimana kita memperlakukan lembaga pendidikan dan anak-anak kita di seluruh Indonesia.”

Aksi damai berlangsung dengan tertib dan kondusif, berakhir pada pukul 15.30 WIB. Tasik Usik berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat dan memantau langkah pihak berwenang dalam menindaklanjuti kasus ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bersama bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan dibangun dari sikap hormat, adil, dan transparan dalam setiap langkah yang diambil.

Reporter: Gilang /santi

Editor: Nur Kennan Tarigan

Berita Terkait

Diduga pemkab Tanggamus Darurat Praktek Ilegal ? Sekda Suaidi Dihantam Dua Polemik Dugaan Pungutan, Iuran OPD dan Dana KORPRI Ikut Disorot
ASDP Bakauheni Dampingi Korban KMP Batu Mandi, Keluarga Sampaikan Terima Kasih
ASDP Bakauheni Dampingi Korban KMP Batu Mandi, Keluarga Sampaikan Terima Kasih
Bupati Malang Teken Naskah TMMD ke-130, Tandai Dimulainya Pekerjaan di Kabupaten Malang
*Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penembakan Almarhum Brigpol Ronald Enok di Puncak Jaya, Seorang Warga Turut Diamankan*
Tarian Selamat Datang Siswa SD Taji Meriahkan Pembukaan TMMD ke-130 Kodim 0818 Kabupaten Malang
Bupati Malang Letakkan Batu Pertama Dinding Penahan Tanah, Tandai Dimulainya TMMD 130 di Desa Taji
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0818 Terus Berjuang, Ratakan Adukan Cor Jalan Usaha Tani Demi Kemudahan Petani

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:45 WIB

*Babinsa Joyotakan Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SMK Muhammadiyah 1 Surakarta*

Sabtu, 7 November 2026 - 11:32 WIB

Hubungkan Dua Dukuh, Jembatan Beton Kedawung Dikebut! Progres Pembangunan Tembus 45 Persen

Sabtu, 7 November 2026 - 11:26 WIB

Serda Djoko R, Babinsa Motivasi Pelaku UMKM Pengrajin Blangkon di Kampung Blangkon

Sabtu, 7 November 2026 - 11:18 WIB

Pastikan Wilayah Tetap Aman, Babinsa Laksanakan Patroli Malam

Sabtu, 7 November 2026 - 11:09 WIB

Atap Seng MCK Rampung Dipasang, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/LB Hadirkan Fasilitas yang Dinantikan Warga Cikampak 1A

Sabtu, 7 November 2026 - 01:29 WIB

Pembangunan KDKMP Desa Rimo Bunga Capai 91,93 Persen, Kodim 0205/TK Kawal Penyelesaian

Jumat, 6 November 2026 - 22:37 WIB

Kenali Penyakit Sebelum Terlambat, Ini Langkah Satgas TMMD

Jumat, 6 November 2026 - 22:33 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Satgas TMMD Bekali Warga Pengetahuan Kesehatan

Berita Terbaru