Nasionaldetik.com,— 24 Juni 2026 Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Resiliensi Perawat Emergensi dalam Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Keperawatan saat Bencana Hidrometeorologi di Pidie Jaya, Aceh” yang berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang memperoleh dukungan dari AINEC Research & Community Services Award Tahun 2026, sebuah hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Association of Indonesian Nurse Education Center (AINEC) untuk mendukung inovasi dan pengembangan keilmuan keperawatan yang berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga keperawatan khususnya Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan pada situasi bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh.
Pidie Jaya sebagai salah satu wilayah yang rentan terhadap kejadian banjir, cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim memerlukan tenaga kesehatan yang tangguh, adaptif, serta mampu menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien di tengah kondisi krisis.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Turut bergabung dalam tim pengabdi yaitu Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., Sp.Kep.MB, selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Keperawatan USK, serta Ns. Iskandar, S.Kep., M.Kep, selaku Sekretaris AIPNI Regional I Wilayah Aceh dan Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Abulyatama.
Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan USK, yaitu Balqies Amelia Putri, Ikmaldi Nabawi, dan Ade Rahmad Ilham.
Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan RSUD Pidie Jaya, Ns. Salma, S.Kep., MKM, selaku Kepala Bidang Keperawatan.
Kegiatan juga dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit, antara lain Dian Melanie Jamil, SST., S.Farm., M.Keb selaku Penanggung Jawab Diklat, Mardiana, Amd.Keb selaku Penanggung Jawab Rawat Jalan, Ns. Rahmi Zahara, S.Kep selaku Penanggung Jawab Mutu dan Etika Profesi, serta Ns. Yusnidar, S.Kep selaku Ketua Komite Keperawatan.
Sebanyak 30 perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pidie Jaya mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Materi yang diberikan mencakup konsep resiliensi perawat dalam menghadapi situasi krisis dan bencana, strategi penguatan resiliensi individu maupun tim, serta penerapan sasaran keselamatan pasien sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan keperawatan pada kondisi darurat bencana.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi. Para peserta aktif berdiskusi mengenai pengalaman dan tantangan yang dihadapi saat menangani dampak bencana hidrometeorologi di wilayah kerja mereka. Selain itu, peserta juga terlibat langsung dalam simulasi penerapan sasaran keselamatan pasien untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan koordinasi pelayanan pada situasi darurat.
Ketua pelaksana kegiatan, Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep, menyampaikan bahwa penguatan resiliensi perawat merupakan aspek penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang tangguh terhadap bencana.
“Perawat merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan saat terjadi bencana.
Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi, mengelola tekanan kerja, serta menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien menjadi kompetensi yang sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak RSUD Pidie Jaya, khususnya bagian pendidikan dan pelatihan (Diklat). Antusiasme peserta dan dukungan manajemen rumah sakit menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap program-program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan yang relevan dengan tantangan pelayanan saat ini.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan tenaga keperawatan menghadapi bencana sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk pengembangan berbagai program kerja sama dan pengabdian masyarakat lainnya yang dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Aceh.
Tim Redaksi
























