PAKPAK BHARAT, Nasionaldetik.com
– Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga menyimpan berbagai ancaman di dunia digital. Untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap hal tersebut, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Serda Partogian Gultom, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan tokoh pemuda Amran Berutu dan sejumlah ibu-ibu yang sedang berkumpul di warung jajanan milik Lasme Hutabarat di Desa Perolihen, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (24/6/2026).
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Serda Partogian Gultom mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan online yang saat ini marak terjadi. Menurutnya, tawaran hadiah menggiurkan, investasi dengan keuntungan besar dalam waktu singkat, maupun pesan yang mengatasnamakan instansi tertentu sering kali menjadi jebakan bagi masyarakat. Karena itu, warga diminta tidak mudah percaya dan selalu melakukan pengecekan kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan.
Selain membahas keamanan digital, Babinsa juga mengajak para pemuda untuk memanfaatkan media sosial dan internet secara positif. Ia menekankan pentingnya menggunakan teknologi sebagai sarana belajar, mengembangkan keterampilan, serta mencari peluang usaha dan pekerjaan. Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tetap menjaga etika dalam berkomentar maupun membagikan informasi sehingga tidak menimbulkan konflik ataupun persoalan hukum yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Tokoh pemuda Desa Perolihen, Amran Berutu, menyambut baik kegiatan yang dilakukan Babinsa tersebut. Menurutnya, penyampaian informasi melalui dialog santai di tengah masyarakat sangat efektif karena lebih mudah dipahami dan diterima warga. Ia menilai kehadiran Babinsa tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi sumber edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi saat ini.
Terpisah, Danramil 06/Kerajaan Kapten Inf A. Siregar mengatakan bahwa kegiatan komunikasi sosial merupakan salah satu sarana untuk mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat. Melalui pendekatan yang luwes dan humanis, Babinsa akan lebih mudah diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat sehingga berbagai informasi terkait kondisi wilayah dapat diperoleh lebih cepat. Dengan demikian, setiap potensi permasalahan dapat segera diantisipasi demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena
























