WARGA TOLAK PEMBANGUNAN BATCHING PLANT, WARGA SOROTI MINIMNYA SOSIALISASI DAN POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN SEKITAR.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 17:16 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 21 September 2026 Wilayah Desa Hegarmukti , Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa BaratSejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi rencana pembangunan Batching Plant menyatakan keberatan dan menolak rencana pembangunan serta aktivitas operasional fasilitas tersebut.

Penolakan tersebut disampaikan melalui surat keberatan yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Surat itu juga dilengkapi daftar tanda tangan warga dan salinan identitas warga yang menyatakan terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat tersebut, warga menyampaikan sejumlah kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat apabila kegiatan Batching Plant tetap dilanjutkan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi debu dan pencemaran udara yang dikhawatirkan muncul dari aktivitas bongkar muat bahan baku, mobilisasi kendaraan, maupun kegiatan produksi.

Warga juga mengkhawatirkan potensi pencemaran sumber air, terutama dari air bekas kegiatan pencucian truk mixer apabila tidak dikelola sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.

Selain itu, aktivitas alat berat dan kendaraan operasional juga dinilai berpotensi menimbulkan kebisingan, getaran, serta peningkatan mobilitas kendaraan berat di sekitar permukiman warga.

“Warga khawatir aktivitas tersebut nantinya berdampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam surat keberatan warga.

Soroti Sosialisasi

Warga juga mempertanyakan proses sosialisasi terkait rencana pembangunan Batching Plant tersebut.

Menurut warga, hingga adanya aktivitas penurunan alat berat di lokasi, mereka mengaku belum memperoleh penjelasan secara transparan mengenai rencana kegiatan, potensi dampak lingkungan, maupun dokumen dan persetujuan lingkungan yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, warga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap lokasi serta memastikan seluruh proses pembangunan dan kegiatan usaha telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Minta Aktivitas Dihentikan Sementara

Dalam surat keberatan tersebut, warga meminta agar aktivitas penurunan alat berat dan persiapan pembangunan dihentikan sementara sampai dilakukan pemeriksaan terhadap legalitas dan dokumen yang diperlukan.

Warga juga meminta pemerintah mengevaluasi dokumen dan persetujuan lingkungan yang berkaitan dengan rencana kegiatan tersebut apabila ditemukan persoalan dalam proses maupun pelaksanaannya.

Selain itu, warga meminta dilakukan inspeksi lapangan untuk memeriksa kesesuaian tata ruang, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persetujuan lingkungan, serta perizinan lainnya.

Warga berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog terbuka antara masyarakat dan pihak pengelola/pemrakarsa, sehingga persoalan tersebut dapat memperoleh kejelasan sebelum kegiatan dilanjutkan.

Surat keberatan itu ditutup dengan pernyataan bahwa penolakan warga merupakan bentuk penyampaian aspirasi untuk menjaga lingkungan, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi.

Hingga rilis ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola atau pemrakarsa Batching Plant mengenai keberatan warga tersebut. Konfirmasi dan tanggapan dari pihak terkait diperlukan untuk memberikan gambaran yang berimbang mengenai rencana pembangunan dan status perizinannya.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Satgas Pamtas RI – PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Pos Teluk Etna Bantu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kiruru Kepada Masyarakat Distrik Teluk Etna
BGN Pusat Harus Tegas! MBG Rejoagung 3 Berhenti Tanpa Alasan, Birokrasi Jombang Saling Lempar Responsibiltas
Pangkas Akses Terisolasi, Prajurit Koramil Gesi Terjun Cor Jalan Desa Pilangsari
Sinergi Kodim 0210/TU dan Kesdam I/BB Gelar Bakti Sosial Kesehatan Bantuan Hidup Dasar Menyambut HUT ke-81 TNI
Proyek Masjid RSU Jombang Abaikan K3: Nyawa Pekerja Dipertaruhkan, Sekda dan Kasatpol PP Diminta Tak Pura-Pura “Buta-Tuli”
Penghentian 43 SPPG di Jombang Menggantung: Satgas Klaim Data Miskomunikasi, Dapur Diduga Tetap Dapur Ngebul
Demi Petani, Babinsa Dampingi Warga yang Datang Susulan Ambil Bantuan Pupuk Pakpak Bharat – Kepedulian
Dukung Pertanian Warga, Babinsa Monitoring Penyaluran Bibit Jagung di Desa Palding

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:33 WIB

Satgas Pamtas RI – PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Pos Teluk Etna Bantu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Kiruru Kepada Masyarakat Distrik Teluk Etna

Senin, 21 September 2026 - 19:17 WIB

BGN Pusat Harus Tegas! MBG Rejoagung 3 Berhenti Tanpa Alasan, Birokrasi Jombang Saling Lempar Responsibiltas

Senin, 21 September 2026 - 19:16 WIB

Pangkas Akses Terisolasi, Prajurit Koramil Gesi Terjun Cor Jalan Desa Pilangsari

Senin, 21 September 2026 - 19:12 WIB

Sinergi Kodim 0210/TU dan Kesdam I/BB Gelar Bakti Sosial Kesehatan Bantuan Hidup Dasar Menyambut HUT ke-81 TNI

Senin, 21 September 2026 - 18:53 WIB

Proyek Masjid RSU Jombang Abaikan K3: Nyawa Pekerja Dipertaruhkan, Sekda dan Kasatpol PP Diminta Tak Pura-Pura “Buta-Tuli”

Senin, 21 September 2026 - 17:16 WIB

WARGA TOLAK PEMBANGUNAN BATCHING PLANT, WARGA SOROTI MINIMNYA SOSIALISASI DAN POTENSI DAMPAK LINGKUNGAN SEKITAR.

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Demi Petani, Babinsa Dampingi Warga yang Datang Susulan Ambil Bantuan Pupuk Pakpak Bharat – Kepedulian

Senin, 21 September 2026 - 16:56 WIB

Dukung Pertanian Warga, Babinsa Monitoring Penyaluran Bibit Jagung di Desa Palding

Berita Terbaru