Gunungkidul, petenews.co.id
Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Yogyakarta melaksanakan berbagai program pengabdian masyarakat di Padukuhan Gandu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul. Berbagai kegiatan tersebut mencakup bidang keagamaan, pendidikan, sosial, lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang keagamaan, mahasiswa KKN mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Masjid Al-Muttaqin yang sebelumnya sempat vakum. Kegiatan yang berlangsung setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu sore tersebut menjadi ruang belajar bagi anak-anak Gandu untuk mengenal dan membaca Al-Qur’an, doa harian, bacaan salat, serta kisah teladan para nabi.
Selain TPA, Kelompok 5 juga menghidupkan kembali kegiatan pembinaan Al-Qur’an bagi ibu-ibu yang dilaksanakan setiap Selasa malam. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. Masyarakat juga telah menyepakati keberlanjutan kegiatan secara mandiri setelah masa KKN berakhir.
Pada bidang pendidikan, mahasiswa membuka bimbingan belajar di posko KKN setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu. Anak-anak mendapatkan pendampingan dalam mengerjakan tugas sekolah dan memahami berbagai mata pelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan membangun kebiasaan belajar mandiri.
Program pendidikan lainnya berupa sosialisasi gemar menabung yang dilaksanakan oleh Yuni Putri Arum Sari. Anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya mengelola uang sejak dini melalui cerita edukatif, buku panduan menabung, serta kegiatan membuat celengan dari botol bekas. Program tersebut diharapkan dapat menanamkan sikap hemat, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dalam bidang sosial, Kelompok 5 turut merespons persoalan ketersediaan air bersih yang menjadi salah satu tantangan masyarakat Gandu, terutama ketika musim kemarau. Pada 29 Agustus 2026, mahasiswa menyalurkan bantuan air bersih ke tandon umum warga dengan memprioritaskan tandon yang kosong di RT 2 dan RT 5. Kegiatan tersebut terlaksana melalui dukungan Komunitas Pisowan Gunungkidul, Rumah Zakat Jogja, serta sejumlah donatur perorangan.
Sementara itu, pada bidang lingkungan, mahasiswa bersama puluhan warga melaksanakan penanaman bibit pohon pada 6 September 2026. Berbagai bibit yang ditanam meliputi sengon, nangka, rambutan, sirsak, dan pete. Program tersebut bertujuan mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY serta BPDAS Serayu Opak DIY.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Kelompok 5 mengembangkan potensi usaha keripik singkong yang sebelumnya pernah dijalankan masyarakat Gandu namun sempat terhenti karena keterbatasan sarana produksi dan kemasan. Melalui program pemberdayaan, mahasiswa menyerahkan alat potong dan asah singkong serta membantu membangun identitas produk dengan nama “Al Gand”. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Untuk mendukung pola hidup sehat dan mempererat hubungan sosial, mahasiswa juga mengadakan senam bersama ibu-ibu Padukuhan Gandu. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarwarga dari berbagai RT.
Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan lomba voli antar-RT yang melibatkan tim ibu-ibu dan bapak-bapak. Kegiatan berlangsung meriah dan menjadi sarana rekreasi sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat.
Beragam program tersebut menjadi bagian dari upaya Kelompok 5 KKN STAI Yogyakarta untuk menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama masa KKN, tetapi juga mendorong keberlanjutan program di tengah masyarakat.
Melalui pendidikan, keagamaan, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, Kelompok 5 berharap kehadiran KKN di Padukuhan Gandu dapat meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Red.




























