PNIB : Usut Tuntas Abu Janda yang Memprovokasi Umat Islam dengan Membenarkan Pembubaran Ibadah Minggu Pagi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 10:56 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Nasionaldetik.com – 21 September 2026,Pegiat medsos Permadi Arya alias Abu Janda kembali berulah dengan pernyataan kontroversinya. Kali ini sosok yang mengaku mendukung Israel ini menanggapi sebuah video aksi intoleransi yang dilakukan masyarakat di sebuah tempat ibadah non muslim.

Dalam tanggapan video tersebut Permadi melontarkan yang bernada membenarkan aksi penutupan tempat ibadah.

“Umat yang membubarkan ibadah Minggu pagi adalah umat yang damai dan toleransi. Yang dimaksud damai ibadah minggu memakai lagu rohani, nah ketika umat Islam membubarkan maka tidak terdengar lagi lagu rohani. Sunyi..sepi..damai” kata Permadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya Permadi menjelaskan maksud toleransi dalam aksi arogansi sekelompok warga tersebut.

“Kalau ada yang bertanya, toleransinya dimana? Saya jelaskan bahwa itu golok yang dibawa cuma ditancepin di dinding, bukan di leher Pendeta dan jemaat. Itu artinya umat Islam masih toleransi dengan membiarkannya hidup. Kalau tidak toleransi pak pendeta dan jemaat sudah meninggoy” kata Permadi.

Pernyataan Permadi yang dengan nada canda tersebut sontak membuat Ketua Umum PNIB, Gus Wal mengecam keras. Gus Wal menduga Permadi Arya alias Abu Janda sedang mempermainkan dan mengadu domba umat Islam dengan Agama lain.

“Permadi Arya Aka Abu Janda diduga sudah memfitnah umat Islam yang toleransi dengan logika sesat. Damai diartikan tidak ada lagu rohani karena ibadah ditutup umat Islam. Dan toleransi diartikan tidak dilakukan pembunuhan dengan golok. Ini sudah menyinggung umat Islam yang menghargai perbedaan dengan olok-olok kampungan ala abu janda, tegas Gus Wal.

Video Permadi Arya alias Abu Janda tersebut sudah dikomentari ribuan orang yang sebagian besar menganggap Permadi tidak menghormati kebebasan beribadah Agama lain. Gus Wal dengan nada gusar menantang Permadi untuk beradu argumentasi secara terbuka.

“Kami selama ini tidak mau terpancing pernyataan provokatif Abu Janda. Namun untuk pernyataan di video ini sudah keterlaluan. Mengartikan damai dengan membubarkan ibadah lagu rohani. Saya Ketum PNIB menantang Permadi untuk bersedia debat terbuka mendefinisikan arti Islam damai dan toleransi. Jangan jadi pengecut hanya berani melempar kotoran tapi tidak ada nyali mempertangguhgjawabkanya” Geram Gus Wal.

Gus Wal menghimbau umat Islam yang masih berakal sehat tidak terprovokasi dengan pernyataan Permadi Arya, dan kami Berharap aparat penegak hukum mengusut Permadi Arya yang diduga sudah merendahkan dan menghina umat Islam.

“Permadi hati-hatilah berbicara mengatasnamakan umat Islam. Kami ormas lintas agama yang toleran tidak sepicik pemahaman Permadi Arya. Kami akan meminta klarifikasi Permadi secara terbuka agar persoalan ini tidak melebar menjadi konflik horizontal. Aparat harus mengusut pernyataan yang memancing kegaduhan di masyarakat. Kami yang selama ini berjuang mati-matian melawan intoleransi menuntut ujaran kebencian Permadi Arya alias abu janda ditindak tegas” Tegas Gus Wal.

Gus Wal juga meminta dengan sangat kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Polri untuk menindak tegas pelaku intoleransi yang membubarkan kegiatan ibadah, negara wajib hadir dan melindungi warga negara untuk menjalankan ibadahnya sesuai agama dan keyakinan yang dianutnya serta menjamin hak mendirikan rumah ibadah sesuai amanat undang undang, Indonesia adalah negara hukum dan kaya akan segala bentuk keberagaman, Jangan biarkan Indonesia kalah dan hancur oleh Premanisme berjubah agama, Intoleransi, Khilafah, Radikalisme Anarkisme Terorisme, Pungkas Gus Wal.

Penulis : Tim PNIB

Berita Terkait

Konfercab PA GMNI Se-Eks Karesidenan Pekalongan: Momentum Konsolidasi Ideologi, Demokrasi Organisasi dan Penguatan Gerakan Marhaenis
Solidaritas untuk Lima Jurnalis dan Tiga ABK Arupadhatu 1, PWI-IJTI-SMSI Ajak Warga Nyalakan Lilin
Siswa SMAN 1 Kota Kediri Raih Juara 2 OMI Matematika, Bersiap Melaju ke Tingkat Provinsi
DPW IWO Indonesia Prov Lampung Soroti Tatakelola PBJT Tenaga Listrik Kota Metro
Pembentukan UPT IPLT Dimatangkan, Dinas PUPR Kota Kediri Dampingi Tinjauan Biro Organisasi Jatim
SMAN 1 Kandat Raih Juara Harapan II Awarding Sekolah Berbudaya Religi 2026
Proyek Sanitasi Yonif TP 886 Panjalu Jayati Capai 94,16 Persen, Disperkim Pastikan Segera Tuntas
Atasi Cuaca Ekstrim, Kodim Sragen Bantu Air Bersih, Bagikan 1000 Es Teh, Sembako, Hingga Kursi Roda

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 08:34 WIB

Fatkhurohman Terpilih Pimpin PA GMNI Tegal, Estafet Kepemimpinan Berlanjut

Senin, 21 September 2026 - 01:05 WIB

Gemerisik Dedaunan di Goa Pamijahan Menelusuri Jejak Sunyi Syeikh Abdul Muhyi Melawan Arus Kolonial

Senin, 21 September 2026 - 00:36 WIB

Pangdam I/BB Lepas 20 Ribu Peserta Fun Run 5K HUT ke-81 TNI di Medan

Senin, 21 September 2026 - 00:24 WIB

Dugaan Pengelolaan Dana BOSP Rp35,6 Miliar di Ogan Ilir Nabrak Aturan, Perencanaan Pengadaan Dituding Asal-asalan

Senin, 21 September 2026 - 00:01 WIB

SKANDAL ANGGARAN BBM PEMKAB BREBES: NOTA BODONG, ANGGARAN SILUMAN, DAN MANUSIA “BERKEMEJA PRAMUKA” DI BALIK TIKUS-TIKUS PEMERINTAHAN

Minggu, 20 September 2026 - 23:37 WIB

Gagalkan Pengawasan Uang Rakyat: IWO Indonesia dan Nasionaldetik.com Desak KPK Usut Dugaan Penyimpangan Belanja Hibah Pemkab Brebes!

Minggu, 20 September 2026 - 23:34 WIB

PEMINDAHAN PEDAGANG PASAR PLOSO DIDUGA ILLEGAL: DISDAGRIN JOMBANG ANCAM HAK PEDAGANG LEWAT MINTA TANDA TANGAN DINI HARI

Minggu, 20 September 2026 - 21:22 WIB

DUGUAN KEBOCORAN ANGGARAN RP574 JUTA DI DPU BREBES: IWO INDONESIA DAN NASIONALDETIK SIAP KAWAL SAMPAI TUNTAS!

Berita Terbaru