Tiga Siswa MTs Muhammadiyah 08 Kasihan Diduga Diberi Sanksi Fisik, Ketua ASWIN Pacitan: Disiplin Harus Tetap Mengedepankan Kepentingan Anak

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:02 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

NasionalDetik.COM – 10 Agustus 2026 Persoalan yang melibatkan tiga siswa MTs Muhammadiyah 08 Kasihan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, mendapat perhatian dari Ketua Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kabupaten Pacitan, Irwan Noerkhandiyono.Senin,(10/08/2026)pagi

Peristiwa tersebut bermula ketika tiga siswa diduga mengalami kecelakaan hingga sepeda motor yang mereka gunakan menabrak pagar sekolah. Akibat kejadian tersebut, pagar sekolah mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar kemudian menyebutkan bahwa para siswa diduga diminta membawa pagar yang rusak menuju tempat perbaikan atau bengkel. Kondisi tersebut memunculkan sorotan, khususnya terkait bentuk pembinaan atau sanksi yang diberikan kepada para siswa.

Ketua ASWIN Pacitan, Irwan Noerkhandiyono, mengatakan bahwa pihaknya memahami apabila sekolah memiliki kewajiban untuk mendidik siswa agar bertanggung jawab terhadap perbuatannya, termasuk ketika terjadi kerusakan fasilitas sekolah.
Namun demikian, menurutnya, bentuk pertanggungjawaban tersebut tetap harus memperhatikan prinsip pendidikan dan perlindungan terhadap anak.

“Kalau benar tindakan tersebut dilakukan atas perintah atau arahan pihak sekolah, tentu harus menjadi perhatian. Siswa memang perlu diajarkan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan fasilitas sekolah. Tetapi bentuk pertanggungjawabannya harus tetap mendidik, proporsional, manusiawi, dan tidak membahayakan anak,” ujar Irwan.

Ia menegaskan bahwa pemberian disiplin kepada siswa seharusnya tidak semata-mata bertujuan memberikan efek jera, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak mengenai konsekuensi dari perbuatannya.

Menurut Irwan, penyelesaian terhadap kerusakan pagar tetap dapat dilakukan melalui mekanisme yang lebih edukatif, seperti komunikasi dengan orang tua, musyawarah, pembinaan, maupun bentuk tanggung jawab yang disepakati secara proporsional.

“Kerusakan pagar tentu harus diselesaikan. Tetapi penyelesaiannya jangan sampai justru menimbulkan persoalan baru atau berpotensi membahayakan siswa. Pendidikan itu harus membentuk karakter sekaligus menjaga keselamatan dan martabat anak,” tegasnya.

Irwan juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi atau video yang beredar.
Menurutnya, klarifikasi dari pihak madrasah, siswa, orang tua, serta pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut diperlukan agar persoalan dapat dilihat secara utuh.

“ASWIN mendorong agar persoalan ini diklarifikasi secara objektif. Jangan sampai kita mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang belum lengkap. Pihak sekolah juga harus diberikan ruang untuk menjelaskan kronologi dan tujuan dari tindakan yang dilakukan,” katanya.

Namun, apabila setelah dilakukan klarifikasi ditemukan adanya bentuk sanksi fisik yang berlebihan, merendahkan martabat, atau membahayakan keselamatan siswa, Irwan meminta pihak terkait melakukan evaluasi.
Ia menilai lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik.

“Disiplin memang penting. Tetapi disiplin tidak boleh menghilangkan prinsip perlindungan terhadap anak. Kalau ada cara yang lebih edukatif dan aman, tentu itu yang harus dikedepankan,” ucapnya.

Irwan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana dengan mempertemukan kepentingan sekolah, siswa, dan orang tua.

“Jangan sampai persoalan pagar justru berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Yang kita cari adalah penyelesaian. Siswa harus belajar bertanggung jawab, sekolah juga harus memastikan metode pembinaan yang diberikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kepentingan terbaik bagi anak,” pungkas Irwan.

(Yuan)

Berita Terkait

Dibalik Ketegasan Dandenintel Kodam I/BB : Kisah Haru Letkol Arm Eddy Saputra Ginting dan Noda Sirih di Kemeja Putihnya
Naker Fest Buka 3.978 Lowongan Pekerjaan, Bupati Serang Sebut sebagai Upaya Tekan Angka Pengangguran
Bupati Serang Ratu Zakiyah Harap Kerukunan Antarumat Beragama Terus Dijaga dan Dipelihara
Demi Terciptanya Keamanan Dan Kenyamanan Malam Hari, Ini Peran Babinsa Diwilayah
Kemarau Bikin Warga Sukajaya Majalengka Bikin Cemas, Pasokan Air Bersih Tiba-Tiba Datang Dikawal TNI
Seharian Ditempa di Lapangan, Ketarunaan SMKN 1 Jenar Digembleng Babinsa
Asap Pekat Ganggu Warga, Babinsa Nogosari Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:55 WIB

Perkuat Fondasi Moral Generasi Muda, Kejari Karo Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Desa Ajibuhara

Kamis, 24 September 2026 - 22:50 WIB

Mohon Penyertaan Tuhan dalam Penegakan Hukum, Jajaran Kejari Karo Laksanakan Ibadah

Kamis, 24 September 2026 - 22:41 WIB

Perkuat Benteng Spiritual, Kejari Karo Gelar Pengajian Rutin Demi Wujudkan Penegakan Hukum yang Berintegritas

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

Segenap Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Karo Mengucapkan Selamat Hari Tani Nasional 2026!

Kamis, 24 September 2026 - 22:30 WIB

Segenap Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Karo Mengucapkan Selamat Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2026!

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Polres Karo Gelar Syukuran Hari Jadi Lalu Lintas ke-71

Kamis, 24 September 2026 - 22:00 WIB

Polres Karo Distribusikan 10 Ton Jagung Hasil Panen ke Bulog

Kamis, 24 September 2026 - 21:54 WIB

Polsek Tigabinanga Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Masyarakat Desa Sukajulu

Berita Terbaru