Nasionaldetik.com — Jarum jam bergerak merambat menuju senja pada Senin sore (15/06/2026). Di salah satu sudut ruang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, suasana kaku birokrasi seketika mencair. Tidak ada ketegangan formal, yang ada justru obrolan hangat, renyah, dan sesekali diselingi intermezo ringan yang mengundang senyum ramah antara awak media dengan Kepala Bidang Tata Lingkungan, Hj. Wiwin.
Diskusi santai ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah ruang dialektika yang edukatif, di mana pers dan pemerintah saling melempar gagasan segar demi satu tujuan besar: Menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kota Tasikmalaya.
Komitmen RTH dan Menghidupkan Kembali ‘GEMPITA’
Sebagai pemangku kebijakan di Bidang Tata Lingkungan, Hj. Wiwin menjelaskan bahwa fokus kerja mereka tidak pernah bergeser dari merawat, memelihara, dan memaksimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berdiri di atas aset tanah milik Pemkot Tasikmalaya. Namun, yang mencuri perhatian adalah sebuah gerakan yang digagas langsung oleh sang Kabid sebagai perintisnya, yaitu GEMPITA (Gerakan Menanam Pohon Tasikmalaya)
Program GEMPITA mengusung konsep yang sangat visioner: One Build, One Tree (Satu Bangunan, Satu Pohon)**. Sebuah edukasi nyata bagi publik bahwa pembangunan infrastruktur modern tidak boleh mengorbankan paru-paru kota.
Hj. Wiwin secara jujur mengakui, roda program ini sempat berjalan di beberapa waktu lalu.
“Bukan karena kami enggan bergerak, tetapi karena ada beberapa skala prioritas program lingkungan lain yang jauh lebih urgen dan harus segera diselesaikan,” ungkapnya sembari tersenyum optimis bahwa GEMPITA akan kembali melesat.
Bahkan, pembicaraan sore itu sempat melebar ke arah wacana yang lebih masif, yakni mematangkan kegiatan lingkungan berskala besar yang ditargetkan mampu mencatatkan sejarah dalam Road to Record MURI (Menuju Rekor MURI).
Sinergi dan Apresiasi untuk Pegiat Lingkungan
Suasana semakin hangat saat awak media menyampaikan sebuah kabar baik. Saat ini, insan pers di wilayah Priangan Timur tengah bergerak secara mandiri untuk memberikan penghargaan (award) kepada para pegiat lingkungan hidup yang selama ini konsisten merawat bumi tanpa pamrih.
Mendengar hal tersebut, guratan bangga terpancar dari wajah Hj. Wiwin.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut. Di mata beliau, ini adalah bukti nyata bahwa wartawan tidak hanya tajam dalam menulis kritik, tetapi juga memiliki hati dan kepedulian yang besar terhadap kelestarian alam, serta mampu menghargai keringat para pejuang lingkungan di lapangan.
Dorongan Sinergi ke Wakil Walikota
Waktu yang terus merambat menuju senja memproklamasikan akhir dari pertemuan penuh makna tersebut. Sebelum berpamitan, awak media menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai simbol kemitraan yang solid.
Menutup perbincangan, Hj. Wiwin bahkan memberikan dorongan moral yang kuat kepada awak media untuk segera mengagendakan pertemuan dengan Wakil Walikota Tasikmalaya. Sebagaimana diketahui, orang nomor dua di Kota Tasikmalaya tersebut saat ini memang sedang sangat gencar-gencarnya turun ke lapangan, fokus pada urusan lingkungan hidup sekaligus program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sekilas Tentang Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Untuk diketahui bersama, demi menjaga ritme kerja yang komprehensif, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya bergerak melalui beberapa pilar bidang yang saling terintegrasi, antara lain:
1. Bidang Tata Lingkungan (Fokus pada perencanaan, RTH, dan konservasi).
2. Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (Fokus pada kebersihan kota dan edukasi 3R).
3. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (Fokus pada pengawasan mutu air, udara, dan penegakan aturan lingkungan).
Pertemuan sore itu menjadi sebuah tuntunan sekaligus tontonan yang sejuk; bahwa kelestarian lingkungan di Kota Tasikmalaya bukan hanya tugas dinas terkait, melainkan hasil dari kolaborasi indah antara kebijakan pemerintah, kontrol sosial media, dan aksi nyata seluruh elemen masyarakat.
Gilang

























