Pria di Pringkuku Pacitan Ditemukan Meninggal Dengan Cara gantung Diri

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:34 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​Nasionaldetik.com – Warga Dusun Pakel, Desa Poko, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan mendadak geger pada Jumat (3/7/2026) siang. Seorang pria berinisial S (57), yang sehari-hari bekerja sebagai petani, ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dahan pohon reside di pekarangan belakang rumahnya.

​Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Nuryati (56), sekitar pukul 14.00 WIB saat hendak mengajak suaminya makan siang. Pihak kepolisian dari Polsek Pringkuku yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 13.15 WIB. Saat itu, Nuryati mencari suaminya di dalam rumah untuk makan bersama. Karena tidak membuahkan hasil, ia kemudian berinisiatif mencari di sekitar area pekarangan luar.

​Langkah Nuryati terhenti ketika melihat sang suami sudah dalam kondisi tergantung pada seutas tali nilon di pohon yang berjarak sekitar 15 meter dari area belakang rumah. Dalam kondisi syok dan histeris, Nuryati berlari meminta pertolongan kepada tetangga sekitar, yang kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun (Kasun) Pakel, Abdu Fattah Yusri (24), hingga akhirnya dilaporkan resmi ke Polsek Pringkuku.

​Salah satu saksi sekaligus Kepala Desa Poko, Syamsudin membenarkan adanya kepanikan warga terkait peristiwa tersebut.

​”Kami selaku pihak desa langsung berkoordinasi dengan perangkat dusun dan segera menghubungi pihak berwajib agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur,” ujar Syamsudin saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Pringkuku Iptu Cahyo Saputro memimpin langsung personel gabungan, termasuk Kanit Reskrim Aiptu Dedy Yudiantoro, Bhabinkamtibmas Desa Poko Aipda Joko Prayitno, serta tim medis dari Puskesmas Candi untuk melakukan olah TKP.

​Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah tali nilon berwarna oranye sepanjang 150 cm, sepotong baju lengan pendek warna biru dongker, serta sepotong celana panjang hitam milik korban.

​Kapolsek Pringkuku, Iptu Cahyo Saputro, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan luar bersama tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Ciri-ciri fisik di lokasi murni menunjukkan indikasi kuat korban meninggal akibat jeratan tali.

​”Berdasarkan hasil olah TKP bersama tim medis Puskesmas Candi, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Mengenai motif, dari penyelidikan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diduga kuat mengalami depresi mendalam akibat adanya permasalahan keluarga yang cukup berat,” jelas Iptu Cahyo Saputro, Jumat (3/7/2026).

​Senada dengan Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Pringkuku, Aiptu Dedy Yudiantoro, menambahkan bahwa kepolisian tetap mengedepankan prosedur hukum dalam menangani kasus ini. Pihaknya saat ini sedang merampungkan proses administrasi penyelidikan.

​”Kami tetap melakukan penyelidikan mendalam, meminta keterangan tambahan dari para saksi serta memintakan visum et repertum (VER) demi memastikan akurasi penyebab kematian korban secara hukum,” tegas Aiptu Dedy.

​Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Poko, Aipda Joko Prayitno, yang hadir mendampingi pihak keluarga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa salah satu warganya. Ia berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini dengan bijak dan menjaga situasi lingkungan tetap kondusif.

​”Kami berharap pihak keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada warga yang sedang menghadapi permasalahan berat, mari kita tingkatkan kepekaan sosial dan komunikasi, agar permasalahan bisa dicarikan solusi bersama tanpa harus ada tindakan yang merugikan diri sendiri,” pungkas Aipda Joko.

Reporter Yuan

Berita Terkait

Doa, Syukur, dan Berbagi: Polsek Tabir Dekat dengan Masyarakat di HUT Bhayangkara Ke-80
Diduga Gagal Menyalip Truk, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Raya Tegal Danas
Nahkodai Kodim 0801 Pacitan, Letkol Arh Rudi Ariyanto Mobilitas Tinggi Merupakan Bagian dari Dinamika
Dandim Sambut Hangat Bupati, Sinergi TNI-Pemkab Sukseskan Layanan KB MKJP di Harganas 2026
HUT Bhayangkara ke-80, Korpus BEM se-Riau Apresiasi Program Polda Riau: Grand Policing hingga Nobar Gembira Dinilai Berdampak Nyata
Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi
Sang Merah Putih Kusam dan Rusak Dibiarkan Berkibar, Nasionalisme Korwil Pendidikan Mantingan Ngawi Dipertanyakan! MANTINGAN,
13 ASN Merangin Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama, Assessment Center Digelar 6-8 Juli di Padang

Berita Terbaru