Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
– Upaya peningkatan keselamatan akses penghubung warga terus dilakukan melalui kegiatan karya bakti TNI. Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi bersama masyarakat melaksanakan perehaban jembatan gantung di Dusun Lae Bening, Desa Mbinalun, Kecamatan Sitellu Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat.
Kegiatan ini difokuskan pada pembuatan dan pemasangan struktur pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan gantung yang memiliki panjang 65 meter dan lebar 1,5 meter. Selama ini, jembatan tersebut belum dilengkapi pengaman sehingga berpotensi membahayakan warga yang melintas.
Dikerjakan di Workshop Warga
Proses pemotongan besi dan pengelasan dilakukan di workshop milik Natam Manik yang berada di Desa Mbinalun. Di lokasi tersebut, personel TNI bersama warga terlihat bekerja sama merakit material konstruksi pengaman jembatan.
Adapun material yang digunakan dalam pekerjaan ini meliputi 8 batang besi UNP 50×6, 2 batang besi siku 50×50×6, 175 batang besi beton 8 mm, 20 kilogram kawat las 2,6, serta 5 kotak mata gerinda ultra.
Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 29,00 persen dan masih terus berjalan secara bertahap.
Kegiatan ini melibatkan 4 personel TNI dan 5 warga setempat yang bekerja secara gotong royong. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa.
Babinsa Koramil 06/Kerajaan dari Kodim 0206/Dairi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam mendukung keselamatan masyarakat.
Danramil 06/Kerajaan, Kapten Inf A. Siregar, menyampaikan bahwa perehaban jembatan ini merupakan bagian dari program karya bakti TNI yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadirkan negara di tengah masyarakat.
“Perehaban jembatan ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan warga. Ini juga sejalan dengan program nasional yang menegaskan bahwa negara harus hadir untuk rakyat,” ujarnya.
Latar Belakang
Jembatan gantung di Dusun Lae Bening selama ini menjadi akses penting warga untuk mobilitas sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi dan sosial. Namun tanpa pengaman di sisi kiri dan kanan, kondisi tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jembatan.
Dengan adanya pembangunan struktur pengaman ini, diharapkan jembatan menjadi lebih aman, nyaman, serta mampu menunjang kelancaran aktivitas masyarakat setempat.
Perehaban jembatan ini tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kehadiran TNI melalui karya bakti diharapkan terus memberikan dampak nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena
























