Madiun Membara: Bentrokan Massa Pesilat dan Polisi Tampar Citra APH serta Dunia Pencak Silat

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026 - 18:27 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 23 September 2926 Citra Aparat Penegak Hukum (APH) dan marwah seni beladiri pencak silat kembali tercoreng akibat aksi arogan di jalanan. Bentrokan sengit meletus antara massa pesilat dan aparat kepolisian di Kota Madiun, Jawa Timur, pada Selasa (22/9/2026) pagi.

Rekaman insiden yang memperlihatkan kekacauan tersebut dengan cepat viral dan memicu kecaman publik di media sosial.Bentrokan fisik yang melibatkan massa pesilat dengan pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa pesilat yang teridentifikasi sebagai anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kubu pimpinan Muhammad Taufiq berhadapan dengan aparat Polres Madiun Kota.
Pertigaan jalan menuju Padepokan Pusat PSHT, Jalan Merak, Kota Madiun. Selasa, 22 September 2026, pada pagi hari.

Hingga kini pemicu pasti bentrokan masih belum jelas; kepolisian belum memberikan rincian resmi mengenai akar masalah maupun riwayat gesekan yang mendasarinya.

Insiden pecah di area publik hingga memicu ketegangan tinggi, sebelum akhirnya rekaman video kejadian tersebar luas dan memperlihatkan sikap arogan yang meresahkan masyarakat.

Arogansi Kelompok dan Minimnya Transparansi APH
Bentrokan ini mempertegas stigma negatif yang melekat pada oknum organisasi pesilat yang kerap mengedepankan hukum rimba dibanding ketertiban umum. Di sisi lain, Kasi Humas Polres Madiun Kota, Ipda Aris Yunandi, memang telah membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, bungkamnya pihak kepolisian terkait pemicu utama, jumlah korban, serta total kerugian material makin memperburuk persepsi publik terhadap profesionalisme dan transparansi APH dalam menangani konflik berulang di wilayah Madiun.

Masyarakat mendesak penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap pihak-pihak yang terlibat, agar Kota Madiun tidak terus-menerus disandera oleh aksi premanisme berkedok pesilat.

Tim Redaksi

Berita Terkait

*Panglima 3 Briged Tentera Darat Malaysia Kunjungi Pos Gabma Kotis Satgas Pamtas RI-Malaysia, Perkuat Hubungan Silaturahmi dan Kerja Sama Perbatasan*
Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 516/CY Tanamkan Harapan Sebagai Gadik di SD Inpres Kampung Basyim
37 Ribu Hektare Lahan Warga Dikunci Sepihak: Kebijakan LP2B Jombang Picu Amarah Pemilik Tanah
ASAH DISIPLIN DAN JIWA KORSA, DANRAMIL PLUPUH GEMBLENG RATUSAN TARUNA SMK TUNAS HARAPAN
Jaga Integritas Personel, Intel Korem 074/Warastratama Gelar Litpers Jabatan Tertentu di Kodim Boyolali
Dekat Dengan Warga, TNI Di Puhpelem Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Aliansi Media dan LSM Peduli Sumatera Selatan Resmi Laporkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas ke Kejaksaan
Hasil Lobi Bupati Serang, 107 SDN Peroleh Bantuan Revitalisasi dari Kemendikdasmen

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:45 WIB

RUTAN KABANJAHE LAKSANAKAN KOORDINASI DENGAN PENGADILAN NEGERI KABANJAHE, DISAMBUT LANGSUNG OLEH KETUA PENGADILAN NEGERI KABANJAHE

Rabu, 23 September 2026 - 21:35 WIB

Bupati Karo Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo

Rabu, 23 September 2026 - 21:26 WIB

Perkuat Sinergitas, Kejari Karo Sambut Kunjungan Silaturahmi Jajaran PLN ULP Berastagi

Rabu, 23 September 2026 - 20:58 WIB

Pastikan Kualitas MBG Terjaga, Polsek Simpang Empat Cek Dapur SPPG Yayasan Muslim Imani Sakinah

Rabu, 23 September 2026 - 20:51 WIB

Polres Karo Ajak Masyarakat Bersama Jaga Keamanan Lewat Gerakan Berani Melapor

Rabu, 23 September 2026 - 20:14 WIB

Polda Sumut Bersama Polres Karo Cek Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 23 September 2026 - 11:54 WIB

Anggota Koperasi KMGR Yakin, PDIP Karo Bakal Evaluasi Kinerja Kader Partai Yang Nakal

Selasa, 22 September 2026 - 22:40 WIB

Pemkab Karo Perkuat Koordinasi Dengan PT Agrinas Palma Nusantara

Berita Terbaru