Nasionaldetik.com, —20 Juni 2026 Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) merilis sebuah peringatan keras yang tajam, menyoroti risiko kerugian negara yang signifikan yang terkait dengan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). INFografis publikasi terbaru INDEF mengungkap potensi kebocoran anggaran yang dapat menelan biaya ratusan triliun rupiah per tahun.
Fokus utama peringatan INDEF adalah pada potensi kebocoran anggaran dalam program MBG. Meskipun program ini memiliki tujuan yang mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak, INDEF memperkirakan bahwa celah kebocoran sekecil 1% saja dapat menyebabkan kerugian negara yang menakjubkan, mencapai Rp2,6 Triliun dari total pagu anggaran estimasi yang sangat besar, yaitu Rp260 Triliun.
INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), sebuah lembaga think-tank ekonomi terkemuka, adalah badan yang mengeluarkan peringatan ini. Rilis ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mengawasi penggunaan dana publik dan mendorong transparansi.
Isu ini terjadi dalam konteks implementasi program nasional MBG di seluruh penjuru Indonesia. Skala program yang luas ini menjadikannya sangat rentan terhadap inefisiensi dan penyalahgunaan dana jika tidak dikelola dengan benar
INDEF menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dan transparan sejak dini, mengingat program MBG sedang dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan awal. Peringatan ini menuntut tindakan segera untuk mengidentifikasi dan menutup celah-celah tersebut sebelum kerugian lebih lanjut terjadi.
Program MBG memiliki pagu anggaran yang sangat besar, mencapai ratusan triliun rupiah. INDEF melihat skala ini sebagai risiko inherent yang membutuhkan tingkat kehati-hatian yang ekstra. Setiap rupiah yang hilang dalam kebocoran bukan hanya kerugian finansial, melainkan secara langsung berdampak negatif pada hak-hak dan gizi anak-anak yang menjadi target program. Kutipan tajam dari Bapak Lbham dalam infografis tersebut menegaskan hal ini: “Setiap rupiah yang bocor, berarti hak anak Indonesia yang hilang.”
INDEF mendesak agar pengawasan ketat diberlakukan di setiap tahap pelaksanaan program MBG. Mereka menekankan tiga poin penting untuk mitigasi risiko:
1. Pengawasan ketat di setiap lini pelaksanaan.
2. Transparansi dan akuntabilitas penuh harus ditegakkan.
3. Memastikan anggaran digunakan tepat sasaran untuk gizi anak-anak, bukan untuk keuntungan pihak lain.
INDEF juga mengajak partisipasi publik melalui slogan: “AWASI, LAPORKAN, SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK INDONESIA!” Mereka mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi kebocoran dalam program ini demi menjaga uang negara dan masa depan anak bangsa.
Tim Redaksi & LBHAM
























