Nasional detik.com,Metro Lampung — Ikatan Jurnalis Adhyaksa Kejaksaan Negeri Metro (IJA–Kejari Metro) tengah mematangkan sejumlah program kerja yang menyasar penguatan internal organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah program beasiswa atau kuliah gratis bagi anak bangsa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dipersiapkan melalui kolaborasi dengan Universitas Dharma Wacana dan ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada tahun ajaran 2027.
Dewan Penasehat IJA–Kejari Metro, Yudha Saputra, mengatakan jajaran pengurus saat ini tengah melakukan pemantapan organisasi, termasuk persiapan pengukuhan serta penyusunan sejumlah program kerja.
“Untuk saat ini rekan-rekan pengurus tengah menyusun program dan pemantapan pengukuhan perkumpulan. Ada beberapa program kerja yang telah disusun dan saat ini dalam tahap pemantapan serta koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Metro selaku mitra kerja strategis,” ujar Yudha.
Terkait program beasiswa, Yudha mengatakan program tersebut masih dalam proses persiapan.
Sementara kolaborasi dengan Universitas Dharma Wacana telah selesai dan tinggal memasuki tahapan lanjutan yang akan diselesaikan jajaran pengurus.
“Terkait program beasiswa bagi anak bangsa yang kurang mampu, saat ini masih dalam proses. Kolaborasi program dengan Universitas Dharma Wacana sudah selesai dan tinggal melanjutkan tahapan berikutnya yang akan diselesaikan rekan-rekan pengurus,” katanya.
Menurut Yudha, program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi meski memiliki keterbatasan ekonomi.
Selain peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan program pendidikan, IJA–Kejari Metro juga mempersiapkan sejumlah program internal untuk memberikan perlindungan dan manfaat bagi para anggotanya.
Dalam bidang perlindungan hukum, IJA–Kejari Metro menggandeng LBH Perisai Garuda Lampung. Sementara dalam bidang kesehatan, organisasi tersebut mempersiapkan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari upaya memberikan akses jaminan kesehatan bagi anggota.
Layanan yang menjadi bagian dari program tersebut nantinya akan diintegrasikan melalui ID Card anggota. Dengan demikian, ID Card diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memudahkan anggota dalam mengakses fasilitas sesuai dengan ketentuan dan mekanisme kerja sama yang berlaku.
Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Metro, Arif Riyanto, S.H., M.H., yang juga merupakan inisiator dan Dewan Penasehat IJA–Kejari Metro, menyampaikan dukungannya terhadap program yang tengah dipersiapkan.
“Insyaallah, kami mewakili jajaran Kejaksaan Negeri Metro mendukung penuh program kerja yang digagas oleh rekan-rekan di IJA–Kejari Metro. Saya yakin tetap pada koridor yang ada serta mampu menjadi mitra kerja yang profesional,” ujar Arif.
Arif berharap seluruh program yang disusun dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi masyarakat maupun anggota.
Dalam waktu dekat, jajaran pengurus IJA–Kejari Metro juga akan melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kota Metro, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Kapolres Metro, Wali Kota Metro, serta DPRD Kota Metro.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah awal pengurus untuk memperkenalkan keberadaan organisasi, membangun komunikasi dan sinergi kelembagaan, sekaligus menyampaikan sejumlah program kerja yang tengah dipersiapkan.
Untuk diketahui, IJA–Kejari Metro berdiri pada 2 September 2026.
Dalam pembentukan kepengurusan, secara aklamasi organisasi tersebut memberikan amanah kepada Ketut Israeli, S.H. dari Ruang Hukum Online sebagai Ketua IJA–Kejari Metro, Ferry Fauzin. IM sebagai Sekretaris, serta Yudhistira Aditya Nugroho sebagai Bendahara untuk masa bakti 2026–2029.
Saat ini, jajaran pengurus tengah mempersiapkan prosesi pengukuhan sekaligus melakukan pemantapan berbagai program kerja dan pembenahan internal organisasi.
Dengan berbagai program yang tengah dipersiapkan, IJA–Kejari Metro diharapkan dapat menjadi wadah yang mendorong peningkatan profesionalisme dan SDM anggota, sekaligus menghadirkan program pendidikan, perlindungan hukum, serta manfaat sosial bagi anggota dan masyarakat.
Red.




























