Dibalik Ketegasan Dandenintel Kodam I/BB : Kisah Haru Letkol Arm Eddy Saputra Ginting dan Noda Sirih di Kemeja Putihnya

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 21:05 WIB

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Karo, Nasionaldetik.com

Jika hanya melihat dari jabatan dan tugasnya, orang akan langsung mengira dia adalah sosok yang garang, tegas, bahkan sedikit kejam. Maklum, jabatan yang diembannya tidak main-main.

Dia adalah “Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil.”, Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan. Jabatan strategis yang memikul tanggung jawab besar menjaga keamanan Panglima dan nama baik Kodam I/BB. Seorang perwira intelijen memang dituntut harus tajam, jeli, waspada 24 jam, dan tidak boleh lengah sedikit pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak heran jika salah seorang putra terbaik Tanah Karo ini jarang terlihat di keramaian, jarang nongkrong, jarang berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Banyak yang kemudian salah menilai, menganggapnya sombong, menjauh, dan melupakan kampung halaman.

Padahal, anggapan itu salah besar,..!!!

Dibalik seragam loreng dan tatapan tajamnya sebagai Komandan Intelijen, tersimpan hati yang sangat lembut, ramah, dan rendah hati. Letkol Arm Eddy Saputra Ginting adalah sosok yang tidak pernah melupakan akar budaya Karo-nya.

Sifat aslinya itu terkuak jelas pada hari Sabtu, 19 September 2026 lalu. Saat keluarga besar menggelar acara mengenang satu tahun berpulangnya ayahanda tercinta, Almarhum Bapak Usaha Ginting Suka.

Di rumah duka itu, tidak terlihat jarak antara seorang Letkol dengan rakyat biasa. Semua diperlakukan sama.

Pejabat yang datang disapa dengan hormat. Keluarga, famili, kerabat dekat, hingga sahabat lama, semua dirangkul dengan senyum ramah yang tulus dari hati. Tidak ada sekat, tidak ada protokol berlebihan. Dia adalah Eddy yang dulu, anak Karo yang santun.

Puncaknya adalah momen yang membuat siapa pun yang hadir menitikkan air mata haru.

Para orang tua, terutama para nenek-nenek lansia, datang memeluknya erat. Dengan kasih sayang seorang nenek kepada cucunya, mereka menciumi pipi sang Komandan sambil berlinang air mata, mendoakan agar sang putra Karo ini sukses dan sehat selalu.

Bekas air sirih merah dari mulut para nenek itu pun menempel di kemeja putih bersih yang dikenakan Letkol Eddy. Di pipi, di bahu, di dada. Noda merah itu terlihat jelas.

Namun apa yang dilakukan sang Dandenintel,..???
Sedikit pun tidak ada rasa risih, jijik, atau berusaha mengelapnya. Justru beliau membiarkan, memeluk balik dengan lebih erat, menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada orang tua.

Pemandangan itu sungguh menggetarkan hati penulis.
Seorang perwira menengah dengan jabatan bergengsi, yang sehari-hari memimpin pasukan intelijen, rela kemeja putih kebanggaannya ternoda air sirih demi menghormati orang tua. Di situlah terlihat kelas sejati seorang pemimpin. Pangkat di pundak tidak membuatnya lupa siapa dirinya.

Saat itu juga, semua stigma miring yang menyebut beliau sombong, langsung sirna. Yang tersisa hanyalah rasa bangga yang mendalam. Bangga Tanah Karo masih memiliki putra seperti dirinya.

Letkol Arm Eddy memang jarang terlihat, karena hasil kerjanya tidak perlu terlihat, tapi dirasakan. Dia bekerja dalam senyap untuk keberhasilan tugas di lapangan. Tanggung jawabnya tak mengenal waktu, tak mengenal hari libur.

Jika hari ini beliau jarang berkumpul, percayalah itu bukan karena sombong. Tapi karena negara dan Kodam I/BB ada di pundaknya.

Di akhir tulisan ini, izinkan penulis memanjatkan doa tulus dari Tanah Karo :
Semoga Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan dalam karier dan keharmonisan dalam keluarga. Tetaplah rendah hati seperti noda sirih di kemeja putihmu itu, dan kelak semoga engkau menjadi pemimpin besar yang membawa harum nama Tanah Karo di masa mendatang.

Mejuah-juah, Aamiin Ya Rabbal Alamin… 🤲🤲🤲

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Naker Fest Buka 3.978 Lowongan Pekerjaan, Bupati Serang Sebut sebagai Upaya Tekan Angka Pengangguran
Bupati Serang Ratu Zakiyah Harap Kerukunan Antarumat Beragama Terus Dijaga dan Dipelihara
Demi Terciptanya Keamanan Dan Kenyamanan Malam Hari, Ini Peran Babinsa Diwilayah
Kemarau Bikin Warga Sukajaya Majalengka Bikin Cemas, Pasokan Air Bersih Tiba-Tiba Datang Dikawal TNI
Seharian Ditempa di Lapangan, Ketarunaan SMKN 1 Jenar Digembleng Babinsa
Asap Pekat Ganggu Warga, Babinsa Nogosari Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah
Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat
RUU Perampasan Aset Berpotensi Jadi Sarang KKN Baru, Rieke Diah Pitaloka Soal Pentingnya Reformasi Tata Kelola

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

Segenap Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Karo Mengucapkan Selamat Hari Tani Nasional 2026!

Kamis, 24 September 2026 - 22:30 WIB

Segenap Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Karo Mengucapkan Selamat Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2026!

Kamis, 24 September 2026 - 22:20 WIB

” Orangtua Siswa Keracunan MBG Di Karo Kirim Pesan Ke Wapres RI Lewat Papan Bunga Di Tugu Perjuangan Berastagi”

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Polres Karo Gelar Syukuran Hari Jadi Lalu Lintas ke-71

Kamis, 24 September 2026 - 22:00 WIB

Polres Karo Distribusikan 10 Ton Jagung Hasil Panen ke Bulog

Kamis, 24 September 2026 - 21:46 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Berastagi Hadiri Musyawarah Perubahan APBDes Desa Raya

Kamis, 24 September 2026 - 21:40 WIB

Viral Belum Tentu Benar! Polres Karo Imbau Warga Tidak Asal Sebarkan Informasi

Kamis, 24 September 2026 - 21:27 WIB

Wakapolres Karo Kenalkan Call Center 110, Layanan Cepat dan Gratis untuk Masyarakat

Berita Terbaru