KEDIRI, Nasionaldetik.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap kedua jalur domisili dan mutasi jenjang SMP di Kabupaten Kediri disambut antusias oleh masyarakat. Sejak hari pertama pendaftaran dibuka pada Senin (15/6/2026), sejumlah sekolah negeri dipadati calon peserta didik dan orang tua yang melakukan verifikasi berkas.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari panjangnya antrean di beberapa sekolah favorit, salah satunya SMP Negeri 1 Ngasem. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, yang melakukan pemantauan langsung ke lokasi menyebut jumlah pendaftar pada hari pertama mencapai ratusan orang.
“Saya melihat antrean cukup tinggi. Tadi nomor antrean yang dilayani sudah mencapai sekitar 150 pendaftar,” ujar Muhsin.
Menurutnya, proses verifikasi tetap menjadi tahapan penting meskipun pendaftaran dilakukan secara daring. Verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh dokumen yang diunggah calon peserta didik sesuai dengan data asli sehingga tidak merugikan peserta lain.
“Walaupun sistemnya online, kami tetap berkewajiban memastikan seluruh data yang masuk benar dan valid agar proses seleksi berjalan adil dan transparan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhsin juga mengimbau para orang tua agar tidak meninggalkan lokasi setelah mengambil nomor antrean. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman ketika nomor antrean berikutnya dipanggil terlebih dahulu karena pemilik nomor sebelumnya tidak berada di tempat.
“Kami berharap para orang tua tetap menunggu hingga dipanggil. Jika meninggalkan antrean, bisa muncul anggapan dari peserta lain bahwa terjadi penyerobotan antrean, padahal sebenarnya nomor tersebut lebih dahulu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ngasem, Moh. Ishomudin, mengungkapkan pelaksanaan tahap kedua berjalan lebih lancar dibandingkan tahap sebelumnya. Orang tua dinilai telah lebih memahami mekanisme pendaftaran dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMPN 1 Ngasem menyediakan kuota sebanyak 320 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Kuota tersebut terdiri atas jalur domisili sebanyak 128 siswa, jalur afirmasi 64 siswa, jalur prestasi 112 siswa, dan jalur mutasi 16 siswa.
Menurut Ishomudin, kuota jalur afirmasi dan prestasi telah terisi penuh. Apabila kuota mutasi tidak terpenuhi, maka sisa kursi akan dialihkan ke jalur domisili.
Di tengah tingginya persaingan masuk sekolah negeri, salah satu orang tua pendaftar, Didik Jatmiko (43), mengaku optimistis putrinya dapat diterima melalui jalur domisili. Warga Desa Ngasem itu datang sejak pagi untuk mendapatkan nomor antrean dan menyelesaikan proses verifikasi.

Ia menilai SMPN 1 Ngasem menjadi pilihan tepat karena lokasinya dekat dengan rumah serta memiliki lingkungan pendidikan yang baik. Selain itu, salah satu anaknya juga telah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri terus melakukan pemantauan di berbagai sekolah guna memastikan pelaksanaan SPMB berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Meski beberapa SMP negeri masih menjadi tujuan utama masyarakat, Muhsin mengimbau agar calon peserta didik tidak hanya berfokus pada sekolah yang dianggap favorit.
“Masyarakat sebaiknya memilih sekolah yang peluang diterimanya lebih besar. Jangan hanya terpaku pada sekolah favorit karena masih banyak sekolah lain yang memiliki kualitas baik,” tegasnya.
SPMB jalur domisili dan mutasi dijadwalkan berlangsung hingga 18 Juni 2026. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh proses penerimaan peserta didik baru dapat berjalan lancar serta memberikan kesempatan pendidikan yang merata bagi seluruh siswa. ( Ev)























