Nasionaldetik.com, Tegal – Bolonemase Indonesia (BMI) Kabupaten Tegal terus memperkuat eksistensi dan kapasitas kelembagaan melalui kegiatan konsolidasi organisasi yang berlangsung di Cafe Mampi Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi antarpengurus dan relawan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi penguatan struktur organisasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Konsolidasi ini dilaksanakan secara berkala setiap dua bulan sebagai upaya menjaga kesinambungan komunikasi, koordinasi, dan soliditas internal organisasi.
Koordinator Kabupaten (Korkab) BMI Kabupaten Tegal, Kiki, menjelaskan bahwa konsolidasi kali ini diarahkan pada tiga agenda utama, yakni penguatan kelembagaan, optimalisasi kegiatan sosial kemasyarakatan, serta membangun hubungan yang harmonis antarpengurus dan relawan.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, BMI Kabupaten Tegal belum menerima instruksi khusus dari Koordinator Nasional (Kornas) BMI berkaitan dengan agenda politik tahun 2029. Oleh karena itu, orientasi gerakan organisasi di tingkat daerah masih difokuskan pada penguatan internal dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Karena BMI merupakan organisasi relawan berskala nasional, terkait agenda tahun 2029, sampai saat ini belum ada arahan dari Kornas BMI. Untuk sementara, Bolonemase di Kabupaten Tegal memprioritaskan kegiatan sosial, penguatan organisasi di setiap kecamatan dan desa, serta mempererat silaturahmi,” ungkap Kiki.
Selain konsolidasi kelembagaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi mengenai literasi informasi, khususnya dalam mengantisipasi penyebaran berita bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat, termasuk informasi yang berkaitan dengan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Kiki, sebagai bagian dari elemen relawan yang turut mengawal pemerintahan saat ini, BMI perlu membangun komunikasi yang konstruktif serta menjaga keselarasan dengan pemerintah. Namun, hal tersebut juga harus diimbangi dengan kedewasaan berpikir, kecermatan dalam memverifikasi informasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan media komunikasi digital.
Dalam konteks tersebut, relawan tidak hanya dituntut memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga perlu menunjukkan kapasitas intelektual dan kedewasaan sosial dalam merespons dinamika informasi yang berkembang di ruang publik.
Kegiatan konsolidasi ini turut melibatkan Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) dari berbagai wilayah di Kabupaten Tegal. Kehadiran para penggerak organisasi di tingkat kewilayahan tersebut menjadi elemen penting dalam membangun struktur yang solid, komunikatif, dan memiliki orientasi kerja yang terukur.
Melalui konsolidasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, BMI Kabupaten Tegal berharap penguatan organisasi tidak berhenti pada tataran struktural semata, melainkan mampu diwujudkan melalui program-program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberadaan organisasi relawan diharapkan tidak hanya diukur dari besarnya struktur dan jumlah anggotanya, tetapi juga dari sejauh mana organisasi mampu menghadirkan manfaat, membangun kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.






























