Pertemuan Panas di Muara Kintap: Nelayan vs Pengelola SPBU AKR, DKPP Kalsel Didesak Transparan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:00 WIB

50115 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 25 Juni 2026 ” Merespons pemberitaan media dan keluhan masyarakat Muara Kintap soal penyaluran BBM subsidi, DKPP Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pertemuan di Pelabuhan Muara Kintap, Senin 23/6/2026. Hadir DKPP Tanah Laut, Kapolsek Kintap, Syahbandar Kalsel, Kades Muara Kintab, pengelola SPBU AKR, serta para nelayan.

Acara dimulai pukul 11.30 WITA dan dipimpin M. Noor Rahman dari DKPP Provinsi. Rusdi Hartono dari DKP Provinsi membuka sesi dan menyebut kondisi “baik-baik saja”. Pernyataan itu langsung kontras dengan data nelayan. Pihak AKR mengakui rekomendasi 774 liter per bulan hanya disalurkan 300 liter. Sisanya menguap karena pembagian tidak merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik pertama muncul dari Kades Muara Kintap Yuliardi. Ia menegaskan selama ini tidak pernah diundang rapat oleh AKR, padahal SPBU AKR berdiri di wilayah desanya. “Saya cuma sekali diundang saat buka bersama. Kalau diundang resmi, pasti saya datang,” tegasnya. M. Noor Rahman membantah dan berdalih undangan selalu dikirim, meski lewat perwakilan.

Yuliardi menuntut AKR terbuka. “Pengusaha mestinya libatkan pemerintah desa. Yang dapat BBM subsidi itu warga kami. Selama ini desa diabaikan, giliran masalah muncul desa yang disalahkan. Saya minta AKR laporkan berapa nelayan dapat rekomendasi, berapa jumlahnya, ke pemerintah desa,” ujarnya.

Suasana memanas saat warga Abdulatip angkat bicara. Ia mengaku punya dokumen kapal dan pas besar. Untuk dapat BBM subsidi, ia urus dokumen lewat “Sandi”. Prosesnya berlarut: mulai Juni 2023, baru September 2024 dapat 100 liter untuk kapal GT 21. Oktober 2024 dapat lagi 100 liter dengan harga Rp7.000 per liter. M. Noor Rahman langsung membantah. Adu data pun hampir terjadi.

Masyarakat mempertanyakan tupoksi M. Noor Rahman. Ia dari DKPP Provinsi yang tugasnya memberi rekomendasi, bukan ikut mengatur penyaluran BBM subsidi. Namun faktanya ia hadir memimpin rapat dan membantah kesaksian nelayan. Wibawa pejabat dipertanyakan.

Awak media menyoroti surat undangan resmi 23/6/2026 yang menyebut rapat “untuk memutus stigma negatif dan meluruskan informasi hoaks” terkait penyaluran BBM subsidi. Kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Debat sengit antara Kades, nelayan, dan M. Noor Rahman terjadi di depan instansi pemerintah dan media. Jika kondisi “baik-baik saja”, kenapa nelayan berani adu data?

Awak media dan masyarakat meminta Inspektorat Daerah, KASN, BKN, Gubernur Kalsel, Pemkab Tanah Laut, dan APH menelusuri narasi undangan resmi tersebut. Sebagai pejabat, M. Noor Rahman seharusnya menjaga etika. Menjustis media dengan kata “hoaks” tanpa data jelas mencederai kerja jurnalistik yang tugasnya merangkum dan menyebarluaskan kondisi nyata di lapangan.

Persoalan BBM subsidi yang dikelola swasta seharusnya berpihak ke nelayan. Alih-alih melindungi, pejabat justru buru-buru melabeli keluhan warga sebagai “palsu”. Padahal buktinya nyata: dokumen kapal GT 13 tertulis GT 3, jatah 774 liter cair 300 liter, pengurusan dokumen molor setahun. Kondisi jelas tidak baik-baik saja.

Hingga berita ini terbit, awak media dan publik menunggu klarifikasi serta tindakan Pemda dan pemerintah pusat terhadap surat undangan resmi yang dibuat dan di tandatangani Oleh Kepala pelabuhan muara kintab.” Mohammad Noor Rahman.S.AP..M.SI. NIP.19710710 199503 1 002 ,.kades serta Nelayan Muara Kintap menuntut satu hal: AKR Serta instansi pemerintah transparansi data dan penyaluran BBM subsidi yang adil, tanpa permainan kata “hoaks”

Tim/Redaks

Berita Terkait

Perumahan Taman Toraja Mandiri Kelola Lingkungan: 800 Unit Yang Terhuni 450 Unit Rumah Perlu Perhatian Serius Armada Kebersihan
PRAJURIT KODIM 0210/TU: “KAMI SAYANG SAMA KALIAN, JANGAN LEPAS MASKER SAAT BEPERGIAN DAN BERAKTIVITAS DI LUAR RUMAH”
KORAMIL JAJARAN KODIM 0210/TU GERAK CEPAT SEBAR SELEBARAN PENERIMAAN CALON PRAJURIT TNI
Satukan Langkah Membangun Negeri, Dansatgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi Fokus Buka Akses Desa
Dari Sibongkaras untuk Indonesia, TMMD ke-130 Hadirkan Pembangunan yang Menyentuh Desa
Empat Hari di Sibongkaras, Satgas TMMD Ke-130 Terus Berpacu Membuka Akses Jalan Desa
Baru Empat Hari, Pembukaan Jalan TMMD ke-130 Kodim 0206/Dairi Capai 530 Meter di Sibongkaras
Keroyok Pengerjaan RTLH, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 0206/Dairi Bergerak Cepat di Sibongkaras

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Karo Sampaikan Perubahan Kedua Propemperda 2026 dan Usulkan 19 Ranperda untuk Tahun 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Bupati Karo Dorong Pembenahan Drainase Untuk Antisipasi Genangan Saat Hujan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Polsek Kutabuluh Laksanakan Subuh Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Hendak Tawuran Sambil Bawa Parang Panjang, Pemuda 18 Tahun Diamankan di Berastagi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Raja Edward Sebayang Turun ke Uruk Biru Pametar, Serap Aspirasi Petani dan Dorong Percepatan Pembangunan Jalan Usaha

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Green Policing – Cegah Tanah Longsor, Polres Karo Tanam 100 Pohon di Desa Sukandebi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Waka Polres Karo Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Ikhlas, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Polsek Barusjahe Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Masyarakat Desa Tangkidik

Berita Terbaru