Nasionadetik.com,—- 20 Oktober 2026. Empat SD Negeri di Kabupaten Merangin belum memiliki kepala sekolah definitif hingga saat ini. Kekosongan terjadi pasca pelantikan serentak kepala TK, SD, dan SMP pada 6 Juni 2026. Kekosongan disorot karena diduga berpola sama, bermula dari “tawaran” oknum pejabat Disdik dan berujung status “plin-plan” hingga dinonjobkan, seperti kasus SDN 253 Pematang Kandis.
Nasionaldetik.com menelusuri. Apakah kekosongan di SDN 05 Desa Kungkai, SDN 144 Pulau Rayo, dan SDN 011 Muaro Panco Timur juga terkait dengan dugaan pola “tawaran” dan status “plin-plan” tersebut.
polemik bermula dari selisih data jumlah kepala sekolah yang dilantik pada 6 Juni 2026 di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin.
Tim Protokoler Setda Merangin menyebut total kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang dilantik berjumlah “241 orang”. Angka itu disampaikan langsung kepada wartawan saat acara pelantikan.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, Dr. Misrinadi, S.Pd., M.M., dalam konferensi pers di Disdik Merangin maupun saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD menyebut jumlah yang dilantik hanya “237 orang”.
Selisih 4 orang itu sejalan dengan temuan di lapangan: ada 4 SD yang kursi kepala sekolahnya kosong pasca pelantikan. Kekosongan diduga terjadi karena kepala sekolah di 4 SD itu ikut dilantik dan dipindahtugaskan ke sekolah lain. Namun, jabatan yang ditinggalkan tidak langsung diisi oleh pengganti definitif maupun Plt.
Empat SD yang hingga kini belum memiliki kepsek definitif adalah:
1. SDN 253 Pematang Kandis
2. SDN 05 Desa Kungkai
3. SDN 144 Pulau Rayo
4. SDN 011 Muaro Panco Timur
“Kepsek lamanya pindah saat pelantikan 6 Juni. Tapi sampai sekarang belum ada pengganti yang dilantik,” kata sumber nasionaldetik.com.
Dugaan pola itu mencuat dari kasus SDN 253 Pematang Kandis. Seorang kepala sekolah laki-laki yang kini berstatus nonjob mengaku dipanggil oknum pejabat Disdik Merangin sebelum pelantikan.
Menurut pengakuannya, oknum itu menyampaikan bahwa dirinya akan diganti dari jabatan kepala sekolah saat itu. Namun ada tawaran. “Saya ditawari sekolah lain yang sama-sama Tipe A. ‘Saya tidak akan rugi’, kata oknum itu,” ujarnya menirukan.
Sumber menyebut, kepsek tersebut digadang-gadang menjadi pengganti Susmarni di SDN 253 Pematang Kandis. Namun, saat pelantikan 6 Juni 2026, ia justru tidak dilantik dan malah dinonjobkan.
“Dio tu dinilai plin-plan. Karena dianggap plin-plan, akhirnya dinonjobkan,” tegas sumber nasionaldetik.com.
Kasus di SDN 253 memunculkan sorotan: apakah kekosongan kepala sekolah di SDN 05 Desa Kungkai, SDN 144 Pulau Rayo, dan SDN 011 Muaro Panco Timur juga berpola sama?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengakuan maupun informasi yang menyebut SDN 05 Desa Kungkai, SDN 144 Pulau Rayo, dan SDN 011 Muaro Panco Timur mengalami dugaan “tawaran” atau mendapat status “plin-plan” seperti yang terjadi di SDN 253 Pematang Kandis.
Sementara itu, sejak Jum’at (19/06/2026) hingga Sabtu (20/06/2026) pukul 08.04 WIB, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, Dr. Misrinadi, S.Pd., M.M., belum merespons konfirmasi nasionaldetik.com yang disampaikan untuk perimbangan berita.
Pelantikan kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Merangin pada 6 Juni 2026 dipimpin langsung Bupati Merangin, M. Syukur. Turut hadir Forkopimda Kabupaten Merangin, Sekda Merangin Zulhifni, S.T., M.E., Kepala BKPSDM H. Ferdi Firdaus, S.Sos., M.E., serta Kadisdik Dr. Misrinadi, S.Pd., M.M.
Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ahmad Khoiruddin Agung Saputro, S.IP, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sibas A, S.S.T, dan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) PDAM Tirta Merangin Antoni Kurnia Putra.
Reporter: Gondo Irawan
























