Jangan Kemengeng Jabatan PBNU, Jabatan untuk Berkhidmat, Bukan untuk Berkuasa.

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 11:55 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

_Catatan kecil Pasca Muktamar_

Oleh : Faizuddin FM
(Ketua PAC PERGUNU Kecamatan Tembelang)

Nasionaldetik.com,— 05 September 2026 Jabatan duniawi dalam organisasi hanyalah titipan sementara. Ia bukan ukuran sejati kehormatan seseorang. Ketika seseorang terlalu kemengeng (terlalu berambisi, haus pengakuan), atau terikat hatinya pada jabatan, maka jabatan yang seharusnya menjadi amanah justru dapat berubah menjadi beban moral dan sumber kerusakan hubungan dengan sesama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangan sampai jabatan membuat manusia lupa bahwa dirinya hanyalah seorang hamba, jabatan dapat melahirkan kelalaian dan memenjarakan hati. Ketika seseorang mengejar kedudukan demi pengakuan manusia, hatinya akan terpenjara oleh penilaian manusia. Ia akan sibuk mempertahankan citra, mencari legitimasi, dan takut kehilangan posisi. Padahal, pemimpin yang matang tidak lahir dari kegaduhan mengejar jabatan, melainkan dari proses panjang, keteladanan, pengabdian, dan ketulusan yang tidak selalu dipamerkan.

Jangan Jadikan Jabatan sebagai Berhala Baru, kedudukan bisa menjadi berhala baru ketika hati terlalu bergantung kepadanya. Ambisi mempertahankan jabatan dapat berubah menjadi syahwat politik dan syahwat kekuasaan, bahkan di dalam organisasi keagamaan sekalipun.

Ketika seseorang sudah terlalu kemengeng dengan jabatannya, ia bisa kehilangan kemampuan untuk menerima kritik, sulit melepaskan posisi, dan pada akhirnya tergoda mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara, bahkan dengan mengorbankan nilai-nilai kebenaran dan persaudaraan.

Maqam Tajrid dan Maqam Kasab. Dalam kehidupan spiritual, kita mengenal maqam tajrid dan maqam kasab. Jika Allah memberikan amanah berupa jabatan, terimalah dengan rendah hati dan tunaikan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian, tetapi jika jabatan itu tidak diberikan, jangan mengejar-ngejarnya sampai mengorbankan kehormatan, persaudaraan, dan ketenangan hati.

Tetaplah berbuat baik dari posisi mana pun, sebab nilai pengabdian seseorang tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya jabatan. Ada orang yang tidak memiliki jabatan, tetapi manfaatnya luar biasa, ada pula orang yang memiliki jabatan tinggi, tetapi tidak mampu memberikan keteladanan. Setiap jabatan organisasi memiliki masa bakti. Ada waktunya datang, ada waktunya pergi.

Orang yang sejak awal menjadikan jabatan sebagai tujuan hidup akan sulit ketika masa kekuasaannya berakhir. Ia dapat mengalami Post power syndrome, kekosongan, kehilangan arah, bahkan merasa kehilangan jati diri ketika tidak lagi memiliki posisi, sebaliknya, orang yang sejak awal menganggap jabatan hanya sebagai alat untuk berkhidmat, akan tetap tenang ketika amanah itu dilepaskan, yang ia cari adalah ridha Allah dan kemanfaatan bagi umat.

Maka, siapa pun yang berada di lingkungan PBNU, janganlah terlalu kemengeng terhadap jabatan, jangan jadikan kursi sebagai ukuran kehormatan, jangan jadikan posisi sebagai sumber kesombongan, jangan jadikan kekuasaan sebagai tujuan perjuangan. Jabatan hanyalah alat untuk mengukur tanggung jawab dan ladang amal, bukan penentu harga diri seseorang di hadapan manusia.

Ketika mendapat jabatan, berkhidmatlah, ketika kehilangan jabatan, tetaplah berkhidmat, ketika tidak mendapat jabatan, tetaplah berbuat baik, sebab orang yang benar-benar mengabdi kepada umat tidak akan kehilangan jalan untuk berkhidmat hanya karena kehilangan jabatan. PBNU membutuhkan orang-orang yang siap mengabdi, bukan orang-orang yang kemengeng berkuasa.

Jabatan untuk berkhidmat, bukan untuk berkuasa.

Tim Redaksi

Berita Terkait

PRAJURIT TNI-AD DARI SATUAN TEPBEK I/5.B TARUTUNG BEKANG KODAM I/BUKIT BARISAN YANG BERTUGAS DI WILAYAH KODIM 0210/TAPANULI UTARA MEMPERSUNTING GADIS PUJAAN DARI PELOSOK DESA DAN MASIH MENGHORMATI ADAT BUDAYA SERTA TRADISI DAERAHNYA
Semangat Pak Suroto di Usia Senja, Ikut Berjuang Mewujudkan Rumah Impian 
**Penuh Syukur dan Mandiri, Pak Suroto Manfaatkan Sisa Bongkaran 0209/Labuhanbatu Hadir Membawa Harapan** 
**TMMD KE-130 KODIM 0209/LABUHANBATU MULAI PEMBONGKARAN RUMAH EDI HARAHAP, HADIRKAN HARAPAN BARU BAGI KELUARGA** 
Rumah Bambu Ludes & Tabungan Rp2,5 Juta Ikut Hangus, Kisah Pilu Kakek 78 Tahun di Sumberjaya Bikin Haru
Ganti Nomor Ponsel karena Takut Dilacak APH,Warga Ngaku Jual Emas ke WN China TZ Alias A Hingga Seret Nama Oknum Kades Inggis Sanggau
*Polisi Peduli Pendidikan, Polda Metro Jaya Edukasi Siswa Cegah Perundungan*
*Minggu Kasih, Kapolsek Koja di Gereja Pantekosta : Ajak Warga Cegah Tawuran dan Jaga Keamanan Lingkungan*

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Lampung Selatan Siapkan 9 Lokasi Perlombaan MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Cegah Bullying di Sekolah, Polres Lamsel Edukasi 430 Siswa MAN 1 Lampung Selatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Perempuan Muda dalam Politik: Antara Kesempatan dan Tanggung Jawab

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Masyarakat Di gembar-gembor Patuh Pajak,Mobil Plat Merah Di Duga Mati Pajak 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kominfo Tanggamus Bantah Dugaan Iuran OPD, DPD PWRI Lampung Tantang Pembuktian di Pengadilan: “Kita Buktikan!”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Dukung Kreativitas Anak Muda, Danramil 1701/Majalengka Hadiri Majalengka Creative Festival “Meet Up Collebs Together”

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Jelang Libur Akhir Tahun, Jungle Sea Kalianda Tawarkan Tiket Masuk Mulai Rp25 Ribu

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Berita Terbaru