NASIONALDETIK.COM, KEDIRI — 24 September 2026 Sebuah insiden maut yang merenggut nyawa dua anak di bawah umur kembali menggegerkan publik Jawa Timur. Dua anak yang merupakan kakak beradik dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan telepon seluler (HP) yang dimainkan saat dalam kondisi pengisian daya (di-cas). Peristiwa tragis ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua terkait bahaya kelalaian dalam pengawasan anak.
Insiden meledaknya perangkat ponsel pintar yang mengakibatkan dua anak meninggal dunia akibat luka bakar parah dan kecelakaan kelistrikan.
Dua korban merupakan pasangan kakak beradik di bawah umur. Kasus ini disorot tajam oleh Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, guna mendorong kesadaran masyarakat luas.
Peristiwa terjadi di kawasan Simorejo Gg 16, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Insiden berlangsung pada siang hari saat kedua korban ditinggalkan tanpa pengawasan ketat dari orang dewasa.
Ledakan dipicu oleh paparan panas berlebih (overheating) pada baterai ponsel yang terus digunakan secara aktif untuk bermain sembari terhubung langsung ke arus listrik pengisian daya.
Penggunaan HP secara terus-menerus dalam kondisi mengisi daya menyebabkan peningkatan suhu ekstrem hingga baterai membesar dan meledak, memicu kobaran api cepat yang membakar tubuh korban di dalam ruangan.
Kelalaian Pengawasan dan Ancaman Teknologi di Rumah Tangga
Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Ir. Edi Supriadi, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh sekadar dianggap sebagai musibah biasa, melainkan peringatan keras bagi seluruh masyarakat, khususnya para orang tua di Jawa Timur.
“Kami mendesak seluruh orang tua untuk menghentikan kebiasaan membiarkan anak-anak bermain ponsel saat sedang diisi daya. Kejadian tragis di Kediri ini harus menjadi pelajaran berharga yang amat mahal. Pengawasan terhadap aktivitas anak dengan gadget adalah hal yang absolut dan tidak bisa ditawar,” tegas Ir. Edi Supriadi.
Lebih lanjut, Redaksi Nasionaldetik.com menggarisbawahi beberapa aspek kritis yang membutuhkan perhatian bersama:
Banyak masyarakat belum menyadari risiko fatal dari baterai lithium-ion yang mengalami lonjakan suhu akibat penggunaan bersamaan dengan pengisian daya tinggi.
Kebiasaan membiarkan anak mengoperasikan perangkat elektronik tanpa dampingan di dalam kamar tertutup meningkatkan risiko fatalitas saat terjadi keadaan darurat.
Pihak berwenang juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran pengisi daya (charger) non-standar atau rakitan murah yang marak di pasaran dan berpotensi memicu arus pendek.
“Kami mengimbau dengan sangat agar setiap kepala keluarga lebih ketat dalam memantau putra-putrinya. Jauhkan perangkat yang sedang dalam proses pengisian daya dari jangkauan anak-anak demi mencegah berulangnya tragedi kemanusiaan seperti ini,” tutup Ir. Edi Supriadi.
Tim Redaksi
Nasionaldetik.com





























