Nasionaldetik.com,— Tumpukan sampah terlihat menggunung di sisi jalan Kampung Paponcol, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (29/9/2026).
Kondisi tersebut terlihat dari menumpuknya berbagai jenis sampah di sisi jalan. Keberadaan tumpukan sampah itu berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun warga sekitar, terlebih apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Selain mengganggu estetika lingkungan, tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta menimbulkan persoalan kebersihan dan lingkungan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Kabupaten Bekasi. Organisasi tersebut mempertanyakan langkah pengawasan dan penanganan persampahan oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait.
Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi, Afifudin alias Opik, meminta pemerintah daerah memastikan penanganan persampahan di wilayah tersebut berjalan secara rutin dan terukur.
“Kami menyayangkan masih adanya tumpukan sampah seperti ini di sisi jalan. Pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memastikan bagaimana sistem pengangkutan dan pengawasan sampah berjalan di lapangan. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan hingga menumpuk dan kemudian menjadi pemandangan yang biasa,” ujar Afifudin.
Menurutnya, persoalan kebersihan tidak cukup hanya ditangani setelah mendapat sorotan masyarakat maupun media. Pemerintah daerah dinilai perlu melakukan langkah pencegahan, terutama pada lokasi yang berpotensi menjadi titik penumpukan sampah.
Afifudin juga mengaitkan persoalan tersebut dengan semangat “Bekasi Bersinar”, yang menurutnya perlu diwujudkan melalui kondisi lingkungan yang bersih dan tertata.
“Kalau kita berbicara tentang Bekasi Bersinar, tentunya kebersihan lingkungan harus menjadi bagian yang terlihat nyata di tengah masyarakat. Kami berharap slogan tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan dan penanganan lingkungan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memberikan penjelasan mengenai penanganan tumpukan sampah di lokasi tersebut.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain apakah lokasi itu telah masuk dalam pemantauan petugas, bagaimana mekanisme dan jadwal pengangkutan sampah di wilayah tersebut, serta langkah pencegahan agar lokasi tidak kembali menjadi tempat penumpukan sampah.
IWO Indonesia juga mendorong agar penanganan dilakukan secara berkelanjutan, bukan semata-mata ketika persoalan telah menjadi perhatian publik.
“Kalau memang lokasi ini merupakan titik rawan penumpukan sampah, harus ada solusi yang berkelanjutan. Bisa melalui pengangkutan secara berkala, pengawasan, maupun edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Afifudin.
Persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Warga di sekitar lokasi diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Pada saat yang sama, pemerintah daerah perlu memastikan tersedianya pelayanan persampahan yang memadai, termasuk mekanisme pengangkutan dan fasilitas pembuangan yang jelas.
Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada pengangkutan tumpukan sampah, tetapi juga mencegah munculnya titik pembuangan baru.
Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi terkait kondisi tumpukan sampah di Kampung Paponcol, Desa Simpangan, belum diperoleh.
Media ini membuka ruang bagi DLH Kabupaten Bekasi maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, data, dan penjelasan mengenai kondisi serta langkah penanganan di lokasi tersebut.
( Pran’s.com)





























