Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
– Suasana santai di Warung Kopi milik Ahmad Sagala, Desa Tanjung Meriah, Kecamatan STTU Jehe, Kamis (2/7/2026), menjadi wadah lahirnya pembahasan penting terkait keselamatan masyarakat. Camat STTU Jehe, Mike Baskara Ujung, S.STP., M.AP, bersama Babinsa Koramil 06/Kerajaan Kodim 0206/Dairi, Serda SP. Sigiro, menggelar ngopi bareng dengan para kepala desa untuk membahas langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana, khususnya longsor yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu membahas pemetaan daerah rawan bencana, mulai dari potensi longsor, banjir hingga kebakaran lahan saat pergantian musim. Fokus utama pembahasan tertuju pada ruas Jalan Lintas Subulussalam–Pakpak Bharat yang melintasi Kecamatan STTU Jehe. Jalur vital tersebut diketahui sering mengalami longsor di sejumlah titik ketika curah hujan tinggi, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Kaban Tengah, Nihan Berasa, dan Kepala Desa Malum, Arifin Bancin. Melalui diskusi ringan, para peserta saling menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayah masing-masing, termasuk lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi. Informasi dari pemerintah desa diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Camat STTU Jehe, Mike Baskara Ujung, mengatakan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Menurutnya, pemetaan titik rawan harus dilakukan sejak dini agar langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilaksanakan secara cepat ketika kondisi darurat terjadi. Ia juga mengajak seluruh kepala desa untuk terus meningkatkan komunikasi serta segera melaporkan setiap perkembangan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Babinsa Koramil 06/Kerajaan, Serda SP. Sigiro, menegaskan kesiapan TNI melalui Babinsa untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat memasuki musim penghujan, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi longsor di sekitar permukiman maupun di sepanjang Jalan Lintas Subulussalam–Pakpak Bharat. Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan warga. (Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena
























