Dinilai Kebal Hukum, Warga Desak Kapolres Labuhanbatu dan Kapoldasu Turun Tangan Usut Jaringan Narkoba Adi Tato

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:45 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU UTARA —Nasionaldetik.com

Peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan oleh Adi Tato di kawasan Sungai Robut, Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dilaporkan masih terus beroperasi bebas. Kendati sempat menjadi sorotan publik dan media, aktivitas ilegal tersebut terkesan kebal hukum hingga memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

Penindakan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kualuh Ledong beberapa waktu lalu dinilai tidak membuahkan hasil nyata dalam memberantas jaringan tersebut. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan komitmen dan efektivitas kinerja aparat penegak hukum di tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dugaan tumpulnya penegakan hukum kian menguat seiring munculnya indikasi kebocoran informasi dalam setiap rencana penertiban. Warga setempat mengungkapkan bahwa pergerakan petugas kerap terendus oleh pihak pengedar sebelum personel tiba di lokasi kejadian.

​Sebelumnya, Kapolsek Kualuh Ledong, AKP Mangatas Samosir, S.H., M.H., membenarkan bahwa Tim Opsnal telah turun melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi markas transaksi narkoba di Desa Tanjung Mangedar. Namun, dalam operasi tersebut petugas tidak menemukan barang bukti maupun pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​AKP Mangatas Samosir berdalih bahwa kondisi geografis menjadi kendala utama dalam melakukan penangkapan.

​”Mengingat jarak tempuh dan masuknya ke wilayah Kecamatan Kualuh Hilir, serta lokasinya merupakan ruang terbuka, membuat mudah diketahui para pelaku, sehingga terlalu gampang dimonitor dan susah untuk melakukan penangkapan. Kembali kami pertegas, Polsek Kualuh Ledong tidak pernah berkompromi dengan para pelaku narkoba,” ujar Kapolsek melalui keterangan resminya.

​Meski demikian, argumen mengenai jarak tempuh dan lokasi terbuka dinilai publik tidak sejalan dengan dinamika lapangan. Warga menilai penindakan terhadap gubuk yang dijadikan sarang narkoba seharusnya menggunakan taktik pengintaian tertutup (undercover) dan asas kerahasiaan tinggi, bukan pergerakan terbuka yang mudah terbaca.

​Masih beroperasinya jaringan Adi Tato hingga saat ini memicu spekulasi terkait lemahnya pengawasan dari elemen pembina keamanan di tingkat tapak, mulai dari Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga unit intelijen wilayah.

​Kombinasi antara nihilnya hasil penindakan dan dugaan bocornya rencana operasi memicu tuntutan dari masyarakat agar instansi yang lebih tinggi segera mengambil alih penanganan kasus ini.

​Masyarakat Labuhanbatu Utara mendesak Kapoldasu, Ditresnarkoba Polda Sumut, serta Bid Propam Polda Sumut untuk turun langsung ke lapangan. Evaluasi dan investigasi independen dinilai mendesak, tidak hanya untuk menangkap pengendali utama peredaran sabu di Sungai Robut, tetapi juga mengusut tuntas potensi kelalaian maupun oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam penanganan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

S.Rjl.Naibaho.

Berita Terkait

Babak Baru TGR Rp 1,5 Miliar DPRD Labura: Anggota Dewan Asyik “Nyicil”, Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus Malah Bungkam
Babak Baru TGR Rp 1,5 Miliar DPRD Labura: Jatuh Tempo Dilewati, Anggota Dewan Berdalih “Masih Mencicil”
LSM TKH Teropong Keadilan dan Hukum Gelar Syukuran HUT ke-8: Junaidi Pane Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Pendampingan Masyarakat
Preseden Buruk Anggota DPRD Labura: Diduga Mengabaikan TGR 1,5 Miliar, Taat Hukum atau Kebal Hukum?
Klarifikasi Lahan PT JSS, Perwakilan Warga Sukarame Baru: Ini Perjuangan Hak, Bukan Ambisi Pribadi
Dugaan Korupsi BUMDes Mangkrak di Labura: Inspektorat Disorot Usai Limpahkan Kasus ke Kepala Desa
Dugaan Kejanggalan SP2HP Kasus Pengrusakan di Polsek Kualuh Hulu, Pelapor Sebut Keterangan Penyidik Kontradiktif
Diduga Tanpa HGU Plasma dan CSR: Warga Bersama KADES Rumbisan Demontrasikan Kekecewaan Terhadap Operasional PT SLS/SSI

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:18 WIB

Betonisasi RW 17 Kuta Bumi Disorot, Ketebalan Diduga Kurang dari 20 Sentimeter

Selasa, 8 September 2026 - 22:40 WIB

Pengeroyokan Jurnalis di PT SSM Lambat Ditangani: Kinerja Polres Aceh Singkil Disorot Tajam, Divisi Propam Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 21:14 WIB

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 September 2026 - 20:46 WIB

*Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla*

Selasa, 8 September 2026 - 20:30 WIB

Babinsa Koramil 07/Salak Ajak Linmas dan Perangkat Desa Perkuat Deteksi Dini, Keamanan Desa Jadi Perhatian Bersama

Selasa, 8 September 2026 - 20:23 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Pantau Penyaluran BLT-DD Tahap III di Desa Palding

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Babinsa Parongil Sisir Ladang dan Ingatkan Petani Tak Bakar Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:48 WIB

Sinergi Lintas Institusi Percepat Penanganan Karhutla di Desa Penusupan, Pangkah

Berita Terbaru

NASIONAL

Rekam Jejak Kasat Reskrim Polres Muratara

Selasa, 8 Sep 2026 - 21:14 WIB