Dinilai Kebal Hukum, Warga Desak Kapolres Labuhanbatu dan Kapoldasu Turun Tangan Usut Jaringan Narkoba Adi Tato

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:45 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU UTARA —Nasionaldetik.com

Peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan oleh Adi Tato di kawasan Sungai Robut, Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dilaporkan masih terus beroperasi bebas. Kendati sempat menjadi sorotan publik dan media, aktivitas ilegal tersebut terkesan kebal hukum hingga memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.

Penindakan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kualuh Ledong beberapa waktu lalu dinilai tidak membuahkan hasil nyata dalam memberantas jaringan tersebut. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan komitmen dan efektivitas kinerja aparat penegak hukum di tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dugaan tumpulnya penegakan hukum kian menguat seiring munculnya indikasi kebocoran informasi dalam setiap rencana penertiban. Warga setempat mengungkapkan bahwa pergerakan petugas kerap terendus oleh pihak pengedar sebelum personel tiba di lokasi kejadian.

​Sebelumnya, Kapolsek Kualuh Ledong, AKP Mangatas Samosir, S.H., M.H., membenarkan bahwa Tim Opsnal telah turun melakukan penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi markas transaksi narkoba di Desa Tanjung Mangedar. Namun, dalam operasi tersebut petugas tidak menemukan barang bukti maupun pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​AKP Mangatas Samosir berdalih bahwa kondisi geografis menjadi kendala utama dalam melakukan penangkapan.

​”Mengingat jarak tempuh dan masuknya ke wilayah Kecamatan Kualuh Hilir, serta lokasinya merupakan ruang terbuka, membuat mudah diketahui para pelaku, sehingga terlalu gampang dimonitor dan susah untuk melakukan penangkapan. Kembali kami pertegas, Polsek Kualuh Ledong tidak pernah berkompromi dengan para pelaku narkoba,” ujar Kapolsek melalui keterangan resminya.

​Meski demikian, argumen mengenai jarak tempuh dan lokasi terbuka dinilai publik tidak sejalan dengan dinamika lapangan. Warga menilai penindakan terhadap gubuk yang dijadikan sarang narkoba seharusnya menggunakan taktik pengintaian tertutup (undercover) dan asas kerahasiaan tinggi, bukan pergerakan terbuka yang mudah terbaca.

​Masih beroperasinya jaringan Adi Tato hingga saat ini memicu spekulasi terkait lemahnya pengawasan dari elemen pembina keamanan di tingkat tapak, mulai dari Pemerintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga unit intelijen wilayah.

​Kombinasi antara nihilnya hasil penindakan dan dugaan bocornya rencana operasi memicu tuntutan dari masyarakat agar instansi yang lebih tinggi segera mengambil alih penanganan kasus ini.

​Masyarakat Labuhanbatu Utara mendesak Kapoldasu, Ditresnarkoba Polda Sumut, serta Bid Propam Polda Sumut untuk turun langsung ke lapangan. Evaluasi dan investigasi independen dinilai mendesak, tidak hanya untuk menangkap pengendali utama peredaran sabu di Sungai Robut, tetapi juga mengusut tuntas potensi kelalaian maupun oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam penanganan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

S.Rjl.Naibaho.

Berita Terkait

Jemaat Gereja GKPI Cikampak Bersyukur MCK di Cat oleh Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu
Apresiasi Respons Cepat Polsek Aek Natas, Kuasa Hukum dan LSM LPPN Desak Penuntasan Kasus Dugaan Pencurian Lahan
Proyek Penggalian Pipa Gas Lintas Sumatera Resahkan Warga: Akses Rumah Rusak, Usaha Pedagang Lumpuh Total
Diduga Lakukan Pencurian Identitas Karyawan Demi Hindari Pajak, APH dan Instansi Terkait Didesak Audit Total Perusahaan dan Lahan Milik Pengusaha AS di Labura
Pencurian Identitas Berujung Teror Pajak: Buruh Brondolan di Labura Dijebak Jadi Direktur Perusahaan
Dugaan Penyimpangan Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar Guncang DPRD Labura: Pengawasan Mandul, Integritas Wakil Rakyat Dipertanyakan
Dugaan Penyimpangan Perjalanan Dinas Rp1,6 Miliar Guncang DPRD Labura: Di Mana Integritas Wakil Rakyat?
Babak Baru TGR Rp 1,5 Miliar DPRD Labura: Anggota Dewan Asyik “Nyicil”, Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus Malah Bungkam

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Tingkatkan Keamanan Siber Daerah, Pemkab Karo Terima STR TTIS Resmi dari BSSN RI

Kamis, 17 September 2026 - 21:44 WIB

Doa Bersama dan Santunan, Polsek Kemayoran Hadir Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

Kamis, 17 September 2026 - 17:22 WIB

Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

Kapolsek Kemayoran Perluas Sinergi Pendidikan, Program Bapak Asuh Polri Menyasar SMK Taman Siswa 1

Kamis, 17 September 2026 - 08:12 WIB

Kapolsek Kemayoran Hadir Lewat Bapak Asuh Polri, Selamatkan Generasi Muda dari Tawuran, Narkoba dan Judi Online

Berita Terbaru