DIDUGA TAK KANTONGI HGU: PT SLS/SSI KUASAI 2.000 HEKTAR LAHAN DI LABURA, RUSAK JALAN DESA DAN ABAIKAN WARGA LOKAL

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:32 WIB

50128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU UTARA, Nasionaldetik.com

– Kehadiran investor perkebunan swasta di suatu daerah idealnya menjadi angin segar bagi percepatan roda ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur warga setempat. Namun, kondisi bertolak belakang justru dialami masyarakat Desa Rombisan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikenal warga sebagai PT SLS/SSI tidak memberikan dampak positif, melainkan memicu keresahan mendalam akibat kerusakan fasilitas umum dan dugaan operasional tanpa izin yang sah ( 10 Agustus 2026 ).

Berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi tim media di lapangan pada Senin (10/8/2026), perusahaan yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 lalu diprakirakan menguasai bentangan lahan hingga mencapai ±2.000 hektar. Dari total luas area tersebut, pihak perusahaan disinyalir telah memanen hasil bumi secara masif dari areal produktif seluas kurang lebih 700 hektar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, hasil bumi berlimpah yang dikeruk dari tanah Labura tersebut tidak sebanding dengan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan ekonomi warga sekitar. Penyerapan tenaga kerja lokal berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Di Dusun 6 Pijor Koling, pihak perusahaan tercatat hanya mempekerjakan 1 orang warga lokal. Sementara untuk keseluruhan cakupan Desa Rombisan, perusahaan hanya menampung sekitar 4 orang pekerja. Sisanya, posisi strategis maupun buruh dominan didatangkan dari luar daerah.

Penderitaan masyarakat kian melengkap akibat perlintasan kendaraan angkutan berat milik perusahaan yang melintasi jalan umum desa. Akses jalan utama yang menjadi sarana vital mobilitas harian warga kini mengalami kerusakan parah, berdebu saat kemarau, dan berlumpur saat hujan hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pihak masyarakat telah melayangkan surat permohonan resmi kepada manajemen agar bersedia memperbaiki jalan tersebut. Kendati janji manis perbaikan jalan sempat diutarakan oleh manajemen PT SLS/SSI, hingga saat ini janji tersebut tak kunjung direalisasikan di lapangan.

Sikap tertutup perusahaan terkait legalitas usaha kian memperkuat kecurigaan publik atas dugaan praktik perkebunan ilegal. Kepala Desa Rombisan membenarkan seluruh keluhan masyarakat tersebut saat dikonfirmasi tim media di kediamannya pada Senin (10/8/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Kepala Desa mengonfirmasi bahwa pihak pemerintah desa telah berulang kali meminta salinan dokumen legalitas Hak Guna Usaha (HGU) dari perusahaan, namun manajemen PT SLS/SSI selalu gagal memperlihatkan bukti kepemilikan HGU yang dimaksud.

Dugaan penguasaan lahan secara tidak sah tanpa benteng hukum HGU ini memperpanjang deretan pelanggaran regulasi sektor perkebunan di Sumatera Utara. Hingga berita ini dipublikasikan, upaya konfirmasi langsung yang dilayangkan tim investigasi media kepada Manager PT SLS/SSI masih membentur dinding tebal. Tim media terus melakukan upaya konfirmasi berimbang ke tingkat dinas perizinan, instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga aparat penegak hukum guna menuntaskan simpang siur legalitas perkebunan tersebut.

S.Rijal.Naibaho.

Berita Terkait

Babak Baru TGR Rp 1,5 Miliar DPRD Labura: Anggota Dewan Asyik “Nyicil”, Ketua DPRD Rimba Bertuah Sitorus Malah Bungkam
Babak Baru TGR Rp 1,5 Miliar DPRD Labura: Jatuh Tempo Dilewati, Anggota Dewan Berdalih “Masih Mencicil”
LSM TKH Teropong Keadilan dan Hukum Gelar Syukuran HUT ke-8: Junaidi Pane Santuni Anak Yatim dan Tegaskan Komitmen Pendampingan Masyarakat
Preseden Buruk Anggota DPRD Labura: Diduga Mengabaikan TGR 1,5 Miliar, Taat Hukum atau Kebal Hukum?
Klarifikasi Lahan PT JSS, Perwakilan Warga Sukarame Baru: Ini Perjuangan Hak, Bukan Ambisi Pribadi
Dugaan Korupsi BUMDes Mangkrak di Labura: Inspektorat Disorot Usai Limpahkan Kasus ke Kepala Desa
Dinilai Kebal Hukum, Warga Desak Kapolres Labuhanbatu dan Kapoldasu Turun Tangan Usut Jaringan Narkoba Adi Tato
Dugaan Kejanggalan SP2HP Kasus Pengrusakan di Polsek Kualuh Hulu, Pelapor Sebut Keterangan Penyidik Kontradiktif

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:25 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla Pelalawan, 966,4 Hektare Lahan Telah Dipadamkan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:23 WIB

Mengangkangi Instruksi Presiden dan Kapolri, Perjudian Sabung Ayam dan Dadu Beroperasi Bebas di Kota Santri Jombang

Sabtu, 5 September 2026 - 15:07 WIB

Penindakan Setengah Hati di Tulungagung: Mengapa Arena Judi Kembali Menjamur Ada Apa Dibalik Hukum????

Sabtu, 5 September 2026 - 14:26 WIB

Langgam Arogan Birokrasi Banggai Laut: Razia Berdalih Sprint, Oknum Petugas Lepas Seragam Tantang Duel dan Pukul Wartawan

Sabtu, 5 September 2026 - 13:28 WIB

Kursi Tak Cukup, Warga Duduk di Bak Mobil Saat Babinsa Ikut Markombur, Ini Ceritanya

Sabtu, 5 September 2026 - 13:21 WIB

Patroli Karhutla di Parbuluan III, Babinsa Pastikan Tak Ada Titik Api dan Ingatkan Warga Soal Bahaya Membakar Lahan

Sabtu, 5 September 2026 - 13:09 WIB

Wapres Gibran Tinjau Huntap di Sibolga, Laskar Gibran Sumut Tegaskan Komitmen Kawal Program Kepemudaan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:57 WIB

Pos Naikere Satgas Yonif 147/KGJ Sigap Tangani Karhutla di Teluk Wondama

Berita Terbaru