DANDIM 0210/TU LETKOL ARM KIKY HARDIAN, S.SOS.: “KITA HARUS GUYUB DAN KOMPAK DALAM SETIAP MELAKSANAKAN TUGAS”

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:44 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarutung, Taput Nasionaldetik.com

— 81 tahun Tentara Nasional Indonesia bukanlah waktu yang singkat untuk dilalui. Berbagai hambatan dan tantangan selalu dihadapi dengan kesabaran dan ketabahan. Siapapun boleh berkata, waktumu, pikiranmu, dan tenagamu untuk bertindak dan berbuat bagi bangsa dan negara sudah sampai di mana? Kalaulah kita boleh menjawab, kami tak pantas untuk menjawabnya, namun dharma bakti yang kami persembahkan untuk membela bumi persada Tanah Air Indonesia, tempat kami untuk berbakti, berbuat, bertindak, dan mencurahkan segala tenaga dan pikiran, tak akan pernah pudar serta luntur tergerus oleh persaingan hidup yang kami jalani serta tantangan zaman yang kami hadapi.

Berbicara tentang perjuangan dan pengorbanan, kita harus banyak mengambil pelajaran berharga kepada para pendahulu serta para pejuang kusuma bangsa yang dengan setia membela Sang Dwiwarna Bendera Merah Putih dan tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita tentu ingat sosok tokoh militer yang sangat legendaris di tanah air; perilakunya sangat sederhana, sopan, berani, tegas, dan yang paling utama, beliau seorang yang taat dan rajin beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dia adalah Jenderal Besar Soedirman, Panglima TNI pertama yang dipilih secara aklamasi. Saat itu TNI bernama TKR, dan Kolonel Soedirman terpilih sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 12 November 1945, kemudian secara resmi dilantik dan diangkat menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal oleh Presiden Soekarno pada tanggal 18 Desember 1945. Hingga saat ini, pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia berada pada Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun ini, Tentara Nasional Indonesia genap berusia 81 tahun, di mana satuan-satuan TNI di seluruh penjuru tanah air melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia, termasuk satuan Kodim 0210/TU. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., sekaligus membacakan Amanat Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Kegiatan upacara dilaksanakan pada hari Senin, 5 Oktober 2026, di Makodim 0210/TU, Jalan Sisingamangaraja No. 185, Hutatoruan VI, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Selesai melaksanakan upacara, Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., memberikan wejangan, arahan, dan nasihat kepada para perwira staf dan para Danramil jajaran Kodim 0210/TU. Dalam arahannya, Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., meminta kepada seluruh perwira untuk menjaga kekompakan dan selalu bekerja sama serta saling mengingatkan dalam setiap melaksanakan tugas dan kegiatan yang diemban. “Mari kita selalu bekerja sama dan bersinergi serta kompak dan selalu guyub dalam setiap melaksanakan tugas,” ucap Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos.

Selain itu, berkaitan dengan program-program strategis pemerintah pusat, diharapkan para perwira benar-benar melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, seperti pembangunan jembatan, Koperasi Merah Putih, dan program-program lainnya di wilayah masing-masing. “Tolong bantu saya untuk menyelesaikan seluruh tugas yang diemban oleh bangsa dan negara, karena pada hakikatnya semua program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah teritorial Kodim 0210/TU yang meliputi Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, dan Tapanuli Utara,” pungkas Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos.

Berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-81, Dandim 0210/TU menuturkan bahwa mulai dari tingkat pusat —di mana Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara— hingga ke daerah, semuanya telah melaksanakan kegiatan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Namun, satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa lahirnya institusi TNI tentunya sejalan dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, baik itu yang berkaitan dengan pembangunan segala bidang (Ipoleksosbudhankam), begitu juga dengan siapa sosok pemimpin, baik itu sebagai Presiden maupun Panglima TNI, yang ditugaskan negara berdasarkan konstitusi untuk menjadi pemegang kekuasaan (ulil amri) di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita hormati dan kita cintai bersama.

Secara historis dan sejarah singkat mulai berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejak Presiden pertama Ir. H. Soekarno sampai dengan Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto, semua mereka adalah sebagai pemegang kekuasaan (ulil amri) pada masanya. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan, namun dengan ketabahan, keuletan, kesabaran, serta kegigihan bersama TNI/Polri, seluruh komponen bangsa, dan segenap lapisan masyarakat, terus berbuat dan berjuang serta berusaha memberikan yang terbaik, berani, tulus, dan ikhlas untuk melanjutkan pembangunan di segala bidang demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur di seluruh penjuru tanah air.

Singkatnya, di masa Presiden pertama Ir. Soekarno, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) —yang kini dikenal sebagai TNI Angkatan Udara— merupakan angkatan udara terkuat dan terbesar di Asia Tenggara, khususnya pada awal dekade 1960-an. Hingga sekarang, Indonesia di bawah kepemimpinan Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat ke-13 dunia dari total 145 negara, dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara (ASEAN).

Di bidang ketahanan pangan, Presiden yang berlatar belakang TNI —orangnya sangat sabar, sopan, bersahaja, serta sangat sederhana— adalah Jenderal Besar Muhammad Soeharto, yang menempatkan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras nasional pada tahun 1984, yang mengubah status negara dari pengimpor beras terbesar di dunia menjadi negara yang mandiri pangan. Selanjutnya, Jenderal Besar Muhammad Soeharto menerima penghargaan internasional dari FAO (1985). Atas keberhasilan yang luar biasa ini, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengundang Presiden Soeharto ke Roma, Italia, pada November 1985 untuk menerima penghargaan khusus berupa medali atas pencapaian kemandirian pangan tersebut.

Selanjutnya, Presiden ke-6 yang berlatar belakang Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Di antaranya, beliau memiliki gagasan dan ide untuk pengembangan ketahanan pangan di Merauke yang digagas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikenal dengan nama proyek MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). Program pengembangan ini diluncurkan pada tahun 2010 melalui Inpres No. 5 Tahun 2009 dan Inpres No. 1 Tahun 2010. Target utamanya adalah untuk mengamankan swasembada pangan dan bioenergi nasional jangka menengah dan panjang, sekaligus mempercepat pembangunan di kawasan Indonesia Timur. Adapun komoditas tanaman pangan monokultur berskala industri yang dikembangkan antara lain padi, tebu, jagung, kedelai, dan kelapa sawit. Saat ini, pengembangan lahan untuk ketahanan pangan tersebut dilanjutkan oleh pemerintahan Kabinet Merah Putih yang dikomandoi oleh Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto.

Sementara itu, untuk kesejahteraan masyarakat, honorer, dan ASN (PNS), para pemangku jabatan pada masanya membuat kebijakan yang secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat kurang mampu, dan dilanjutkan hingga ke pemerintahan sekarang yang dipimpin oleh Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto.

  2. Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pengangkatan massal tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jumlah kumulatif mencapai lebih dari 1,1 juta orang.

  3. Selama menjadi Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono berhasil menaikkan gaji ASN dan TNI/Polri sebanyak 9 kali.

  4. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS serta TNI/Polri pernah mengalami kenaikan tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia, yakni mencapai kisaran 270% (atau hampir 3 kali lipat).

  5. Sejarah mencatat bahwa kebijakan gaji ke-13 untuk PNS, TNI, dan Polri mulai rutin diberikan sejak akhir era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004. Saat itu, kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk kompensasi karena pemerintah tidak menaikkan gaji pokok abdi negara.

  6. Hingga saat ini, pemegang kekuasaan (ulil amri) di Negara Kesatuan Republik Indonesia dipimpin oleh seseorang yang berlatar belakang Tentara Nasional Indonesia, yaitu Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto, yang telah banyak melakukan hal-hal positif untuk kemajuan bangsa Indonesia di segala bidang. Di antaranya:

    • Berdasarkan laporan resmi dari Badan Pangan Dunia (FAO), Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia dalam hal produksi beras terbesar, berada tepat di bawah India, Tiongkok (Cina), dan Bangladesh.

    • Swasembada pada 8 komoditas pangan utama, antara lain beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Insyaallah tahun depan akan ditambah satu komoditi lagi, yaitu bawang putih.

    • Program swasembada energi B50 yang berlaku penuh pada tanggal 1 Oktober 2026, serta kajian dan uji coba untuk program B60 (60% minyak nabati + 40% solar) dan bioetanol E20 hingga E50 (bensin berbasis etanol) yang ditargetkan pemerintah meluncur pada tahun 2027.

    • Pembangunan jembatan, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, MBG, dan program terbaik lainnya.

    • Kenaikan gaji ASN 17% pada tahun 2025 dan kenaikan tunjangan kinerja 90% pada tahun 2026.

Berkaitan dengan prestasi, sikap, dedikasi, dan loyalitas yang mencerminkan jati diri seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), kita ingat seorang tokoh nasional dan tokoh militer —bahkan beliau merupakan seorang Presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia— yang tentunya keputusan dan ide yang dilakukan berdasarkan pertimbangan yang matang maupun wujud dari kepedulian serta tetap ingin berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. Selain itu, yang paling utama adalah tingginya rasa tanggung jawab dan moral untuk memajukan serta melakukan pembinaan di berbagai bidang, misalnya olahraga. Sosok tersebut adalah Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, yang ikut mengembangkan, berpartisipasi membina, dan merekrut para pemuda-pemudi berbakat di bidang olahraga, khususnya bola voli. Beliau tidak pandang bulu; bagi yang kurang mampu pun bisa mengembangkan bakat apabila mempunyai tekad dan keyakinan, bahkan bisa menjadi atlet berprestasi.

Singkatnya, beliau mendirikan sebuah klub olahraga bola voli yang bernama LavAni, yang didirikan oleh Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 1 Desember 2019 di Cikeas, Bogor. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk cinta abadi dan penghormatan kepada mendiang istri beliau yang juga merupakan Ibu Negara, almarhumah Hj. Ani Yudhoyono, yang wafat pada tanggal 1 Juni 2019. Perkembangan klub bola voli LavAni —yang didirikan oleh Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat gemar bermain voli sejak SMP— berlanjut dengan didirikannya LavAni Sport Center di Cikeas sebagai wadah pembinaan atlet muda berbakat dari berbagai daerah, termasuk dari kalangan biasa atau kurang mampu. Puncaknya adalah debut manis di Proliga tahun 2022. Pada musim perdananya di kompetisi tertinggi Indonesia, Bogor LavAni secara mengejutkan langsung keluar sebagai juara Proliga 2022 setelah mengalahkan Surabaya Bhayangkara Samator di final. Seiring berjalannya waktu dan masuknya sponsor, klub ini berganti nama menjadi Jakarta LavAni Allo Bank (dan variasinya seperti Jakarta LavAni Allo Bank Electric) serta konsisten menjadi salah satu kekuatan papan atas di dunia bola voli nasional.

Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menorehkan lompatan besar dalam pembinaan olahraga militer. Terobosan paling progresif di bawah kepemimpinannya adalah kebijakan perekrutan khusus atlet sipil berprestasi menjadi prajurit serta rencana pembentukan Batalyon Olahraga di bawah Pusjaspermildas TNI. Langkah taktis ini langsung membuahkan kontribusi emas, perak, dan perunggu yang masif dari para prajurit matra darat (TNI AD), laut (TNI AL), dan udara (TNI AU) pada ajang internasional.

Adapun prestasi prajurit TNI dalam bidang olahraga pada periode 2024–2026 mencakup berbagai pencapaian gemilang di tingkat nasional maupun internasional, termasuk kontribusi atlet militer pada ajang multi-cabang seperti SEA Games dan penyelenggaraan pembinaan prestasi melalui Open Tournament Piala Panglima TNI. Dalam ajang Open Tournament Piala Panglima TNI yang digelar sejak 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026, yang meliputi 72 jenis lomba (terdiri atas 61 cabang olahraga dan 11 cabang non-olahraga), terdapat beberapa cabang olahraga yang sangat menarik untuk dibahas, seperti Modern Pentathlon (dengan MPI Sulsel sebagai juara umum), atletik (Sertu Hendrik dari TNI AL meraih peringkat ketiga lari 1.500 meter), hingga turnamen olahraga masyarakat. Selanjutnya ada Sabuk Emas Kasal, di mana atlet TNI AL Yunus Dae dari Amphibi BC TNI AL Jakarta sukses meraih prestasi gemilang di atas ring tinju nasional.

Di sisi lain, prestasi membanggakan juga datang dari prajurit-prajurit TNI yang berhasil di bidang olahraga pada event internasional, tepatnya pada ajang SEA Games 2025 di Thailand, di mana sebanyak 39 prajurit TNI berprestasi dan meraih medali. Atas prestasi tersebut, Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyerahkan penghargaan kepada prajurit TNI berprestasi. Acara penyerahan penghargaan dan bonus tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 8 Januari 2026.

Sebanyak 39 prajurit TNI yang berhasil menjadi juara pada ajang SEA Games 2025 di Thailand mendapatkan penghargaan sebagai berikut:

  1. Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB): Diberikan kepada 2 prajurit peraih medali emas, yaitu Muhammad Alfi Kusuma (cabang taekwondo) dari Letnan Dua (Letda) menjadi Letnan Satu (Lettu), dan Rizki Juniansyah (cabang angkat besi) dari Letnan Dua (Letda) naik dua tingkat menjadi Kapten karena memecahkan rekor dunia.

  2. Pendidikan Sekolah Perwira: Diberikan kepada 34 prajurit TNI.

  3. Pendidikan Sekolah Bintara: Diberikan kepada 3 prajurit TNI.

Atas petunjuk dan arahan dari Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., pesan tersebut disampaikan kepada para kepala staf angkatan (darat, laut, maupun udara) agar melakukan pembinaan atlet TNI dengan terukur, terencana, berkesinambungan, berkelanjutan, dan konsisten demi mengharumkan nama baik masyarakat, satuan, TNI, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti pelaksanaan Kejuaraan Nasional Pangdam IV/Diponegoro Championship khusus untuk membina dan merekrut atlet penembak yang akan menjadi duta bangsa baik di level nasional maupun internasional.

Sedangkan untuk bidang yang lain, Prada Nawawi M.M. Latifullah —personel TNI dari Yonif TP 834/Wakanga Mere, Kodam IX/Udayana— berhasil meraih Juara 1 hafalan Al-Qur’an (Hafiz) 30 juz pada ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional Militer ke-2 di Libya. Atas prestasi tersebut, Prada Nawawi M.M. Latifullah mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Panglima TNI menjadi Prajurit Satu.

Lain pula halnya dengan Serda Irfan Farhan (asal satuan Yonif 112/Dharma Jaya) dan Prada Donni Pinto Harahap (asal satuan Yonarmed 17/Rencong Cakti, Kodam Iskandar Muda). Kedua prajurit TNI tersebut mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto karena aksi heroik mereka menurunkan bendera Bulan Bintang (bendera GAM) dan menggantinya dengan Bendera Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Selain prestasi di atas, ada sebuah kegiatan yang memerlukan pengorbanan dan perjuangan yang sangat luar biasa yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) (HOR) Prabowo Subianto (yang kala itu masih berpangkat Mayjen TNI Prabowo Subianto dan menjabat sebagai Danjen Kopassus). Ide tersebut adalah bagaimana prajurit Indonesia bisa menancapkan Bendera Merah Putih di Puncak Everest, yang merupakan gunung tertinggi ketiga di dunia. Akhirnya, atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, Tim Ekspedisi Kopassus TNI AD pada tanggal 26 April 1997 —yang di dalamnya ada tiga prajurit terbaik TNI, yaitu Pratu Asmujiono yang didampingi oleh Lettu Iwan Setiawan dan Sertu Misirin— mampu menaklukkan tingginya gunung tersebut serta berhasil mengibarkan Sang Dwiwarna Merah Putih di Gunung Everest. Hal tersebut dilakukan karena tingginya rasa nasionalisme, sikap patriotisme, dan rasa cinta kepada Tanah Air Indonesia yang sangat kita cintai bersama.

Selanjutnya, ada sosok seorang prajurit TNI sejati yang berani dan tegas serta sering memberikan nasihat, saran, dan masukan untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dia adalah Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo (Panglima TNI ke-12) yang sering mengingatkan pentingnya mewaspadai proxy war atau perang tanpa bentuk. Definisi proxy war adalah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pihak ketiga atau pemain pengganti sebagai alat menguasai, baik individu, kelompok, maupun negara sekalipun. Selanjutnya, Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo memberikan pandangan, nasihat, dan saran kepada seluruh komponen bangsa untuk banyak belajar dan membaca kembali sejarah bangsa, terutama tentang bahaya laten komunis. Saat beliau menjabat orang nomor satu di jajaran Tentara Nasional Indonesia, beliau menyarankan serta memerintahkan kepada jajaran satuan TNI untuk memutar kembali film Pengkhianatan G30S/PKI.

Oleh karenanya, dalam hati sanubari kita, kita mengatakan dengan tulus berikrar: “TNI Kau idolaku, kiprahmu dalam membela bangsa Indonesia tak perlu diragukan lagi… Bangkitlah TNI-ku… Jayalah TNI-ku… Kau selalu di hatiku… Semoga Allah Azza Wa Jalla selalu menyertaimu.”

Intisari dan kesimpulan yang dapat kita ambil dari narasi dan sejarah singkat di atas adalah bahwa siapapun kita, apapun jabatan kita, serta apapun yang telah kita capai, semuanya itu terlaksana atas izin dari Allah Subhanahu Wata’ala, dan kita wajib bersyukur. Artinya, apabila kita berbuat baik sebesar zarah pun, akan dibalas oleh Allah Subhanahu Wata’ala, begitu pula kalau kita berbuat kejahatan. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala Surah Az-Zalzalah ayat 7–8:

(Ayat 7) “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

(Ayat 8) “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Akhirnya, marilah kita berdoa semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, perlindungan, dan kelancaran kepada kita semua dalam melaksanakan tugas pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.

Sumber: Pendim 0210/TU

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Pastikan Aman Dilalui Warga, Danrem 074/Wrt Cek Langsung 9 Jembatan di Boyolali
Tak Ada Jarak dengan Warga, Babinsa Koramil 07/Salak Ikut Kupas Pinang di Teras Rumah
Babinsa dan Pemdes Gunung Meriah Duduk Bersama, Bahas Strategi Dongkrak Swasembada Jagung
Padi Gogo Terancam Ulat, Babinsa 03/Parongil Turun Langsung Dampingi Petani di Dairi
Babinsa dan Warga Kompak, Jembatan Garuda Huta Rakyat Kini Capai 37 Persen
Dorong Angkong, Babinsa Kalijambe Tunjukkan Gotong Royong Nyata Bersama Warga
SP2HP Terbit, Dugaan Mafia BBM Singkawang Disorot Kapolda Kalbar Diminta Bongkar Oknum
*HUT ke-81 TNI, Kasad Saksikan Peresmian Enam Kodam Baru*

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Dorong Transformasi Tata Kelola Desa Berdampak, Pemkab Karo Buka Pendampingan Inovasi Sosial dan Penyusunan Roadmap

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Tingkatkan Aksesibilitas Warga, Perbaikan Jalan Berastagi – Simpang Empat Segera Rampung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kapolsek Tigapanah Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara kepada Pelajar SMP Negeri 3 Tigapanah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Polsek Munte Hadiri Perayaan HUT ke-81 TNI, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Rutan Kelas IIB Kabanjahe Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjen Pemasyarakatan

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Karo Open Karate Championship 2026 Piala Bupati Karo Resmi Ditutup

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Tim LINGKABER Polres Karo Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Tawuran

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:22 WIB

Dirgahayu TNI ke-81: Berbeda Seragam, Satu Tujuan untuk Indonesia Berdaulat dan Makmur

Berita Terbaru