Sertifikat Siluman & Manipulasi Zonasi di SMAN 1 Telukjambe, Kepsek Pilih “Tutup Mulut” Saat Dikonfirmasi

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:35 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Nasionaldetik.com,—– Proses Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) di SMAN 1 Telukjambe tengah diguncang skandal dugaan kecurangan sistemik. Publik kini menyoroti dua isu krusial: penggunaan sertifikat jalur prestasi non-akademik yang diduga palsu serta rekayasa jalur domisili dalam sistem zonasi.

​Alih-alih memberikan klarifikasi demi menjaga integritas institusi pendidikan, pihak Kepala Sekolah SMAN 1 Telukjambe justru memilih untuk membungkam diri. Sikap pasif ini memicu amarah dari pegiat antikorupsi.

​Ketua DPP ANKER (Aliansi Anti Korupsi Bersama Rakyat), Ade Gentong, mengecam keras sikap antikritik yang ditunjukkan pihak sekolah. Baginya, sikap diam tersebut bukan sekadar urusan personal, melainkan bentuk pengabaian terhadap hak publik atas transparansi.

​”Ketika dugaan kecurangan sudah menyentuh aspek sertifikat jalur prestasi dan manipulasi data domisili, ini sudah mencederai rasa keadilan calon murid lainnya. Jangan sampai Keterbukaan Informasi Publik di SMAN 1 Telukjambe hanya menjadi slogan dan kamuflase semata,” ucap Ade Gentong kepada awak media.Rabu 17/06/26.

Lebih lanjut ,​Ade menekankan bahwa proses PCMB wajib berlandaskan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dugaan adanya “penumpang gelap” melalui jalur non-akademik dan pemalsuan domisili merupakan pelanggaran serius yang berpotensi merampas hak siswa yang seharusnya diterima secara murni.

​”Jika memang bersih, sampaikan secara terbuka. Namun jika ditemukan indikasi penyimpangan, maka evaluasi total dan penelusuran hukum harus dilakukan. Jangan biarkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Karawang terkikis habis oleh praktik kotor seperti ini,” ungkapnya.

​ANKER secara tegas mendesak pihak instansi pendidikan terkait (Dinas Pendidikan) untuk segera melakukan pemeriksaan objektif. Investigasi mendalam diperlukan guna membedah apakah ada keterlibatan oknum dalam meloloskan dokumen yang diduga tidak sah tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMAN 1 Telukjambe tetap memilih bungkam meski upaya konfirmasi telah dilakukan berulang kali terkait dugaan maladministrasi tersebut. Publik kini menunggu langkah tegas dari otoritas terkait sebelum proses PCMB benar-benar kehilangan legitimasi di mata masyarakat,tutupnya.

(Pran’s IWO-I)

Berita Terkait

65,8% Nahdliyin Pilih Jawa Barat Sebagai Tuan Rumah Muktamar ke-35 Dalam Jajak Pendapat NU Online
Babinsa Koramil 03/Parongil Intensifkan Komsos untuk Memantau Kondisi Wilayah Binaan
Diduga Kelalaian Penanganan: Bayi Lahir Sungsang Meninggal di Puskesmas Maja, Berujung Somasi
Diduga Kelalaian Penanganan: Bayi Lahir Sungsang Meninggal di Puskesmas Maja, Berujung Somasi
Diduga Kelalaian Penanganan: Bayi Lahir Sungsang Meninggal di Puskesmas Maja, Berujung Somasi
Mengawal Nakhoda Baru Abad Kedua NU: Langkah KH Imam Jazuli Menuju Kursi Ketua Umum PBNU
IDRX Tampilkan Peran Stablecoin Rupiah dan Tokenisasi IP di acara MASA 2026 di Singapura
K.H. ZULFIKAR HAJAR ,Lc Mengajak Seluruh Lapisan Masyarakat Sumatera Utara Untuk Memperkuat Tali Persaudaraan Baik Suku dan Agama

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:52 WIB

Ketua Organisasi Kepemudaan,(OKP)Pemuda Pancasila. Jhon Sembiring Santuni Puluhan Anak Yatim Di Marindal 1.

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:23 WIB

Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem Bersama PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C Bantaran Sungai Ular dan Santuni 350 Anak Yatim

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:11 WIB

Lagi Lagi Sat Narkoba Polres Deli Serdang Gagalkan Peredaran Narkoba

Berita Terbaru