Nasionaldetik.com,—- 02 Juli 2026
Pengasuh Pondok Pesantren Nur Nuhammad Surabaya, KH Mas Muhammad Maftuh atau yang akrab disapa Gus Maftuh, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk memperbanyak istighosah, Burdah, jausyan, manaqib dan doa bersama di berbagai daerah sebagai ikhtiar bathin menjaga keselamatan bangsa serta kelancaran rangkaian agenda organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Gus Maftuh, doa bersama bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi menjadi bentuk kepedulian umat islam terutama nahdliyin (warga NU) dalam menghadapi berbagai dinamika kebangsaan dan menjaga persatuan. Ia menilai kondisi bangsa membutuhkan ikhtiar lahir dan batin agar segala persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin serta penuh kebijaksanaan dan senantiasa mendapatkan pertolongan Alloh SWT.
“Sudah saatnya kita gencarkan istighosah, Burdah, jausyan, manaqib dan doa bersama di setiap kampung, di setiap masjid, dan majelis-majelis ilmu. Ini adalah ikhtiar kita memohon kepada Allah SWT agar Muktamar NU diberikan kelancaran dan bangsa Indonesia selalu diberikan keselamatan, kedamaian, serta dijauhkan dari berbagai perpecahan,” ujar Gus Maftuh yang juga merupakan ketua FK3I Forum Komunikasi Kyai Kampung Seluruh Indonesia.
Gus Maftuh juga berharap agar pelaksanaan Muktamar NU (yang sampai sekarang lokasinya belum ditentukan) dapat berjalan lancar, penuh keberkahan, serta menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai perjuangan NU sesuai dengan Qonun Asasi, AD/ART dan khittah NU 1926. Menurutnya, forum besar Muktamar NU harus menjadi ruang musyawarah yang menghadirkan kemaslahatan umat islam, warga NU, rakyat dan bangsa Indonesia bukan sekadar kepentingan kelompok tertentu.
“NU lahir dari doa, perjuangan ulama, dan pengabdian kepada umat. Maka segala proses besar yang menyangkut masa depan NU harus dikawal dengan doa, akhlak, dan semangat persatuan,” tegasnya.
Gus Maftuh mengingatkan agar seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif menjelang agenda-agenda penting NU demi Kelancaran serta kesuksesan jalanya Muktamar NU. Gus Maftuh menekankan pentingnya mengedepankan adab, tabayyun, serta musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan.
“Perbedaan adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. NU harus tetap menjadi rumah besar yang menaungi umat, menjaga Islam rahmatan lil alamin, dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkas Gus Maftuh.
Melalui gerakan istighosah, Burdah, jausyan, manaqib dan doa bersama di berbagai kampung desa disetiap wilayah, Gus Rosikh berharap masyarakat dapat ikut berkontribusi mensukseskan Muktamar NU dan menjaga Indonesia agar tetap aman, damai, dan diberikan keberkahan dalam setiap langkah perjalanan bangsa.
Tim Redaksi
























