Dukungan lintas kalangan menguat, Gus Gudfan sosok tepat untuk Sekjen PBNU

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 17:15 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Achmad Baha’ur Rifqi
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara

Nasionaldetik.com,— 30 September 2026 Pasca-Muktamar ke-35 Tambakberas Jombang, NU memasuki fase baru. Kontestasi telah selesai. Kini tantangan terbesarnya adalah bagaimana seluruh energi, jaringan, dan sumber daya organisasi kembali dipersatukan untuk menjalankan mandat Muktamar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Sekretaris Jenderal PBNU ke depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif. Posisi ini membutuhkan figur yang memahami kultur NU, memiliki kemampuan komunikasi luas, serta mampu menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja bersama.

Dalam konteks tersebut, Gus Gudfan Arif Ghofur memiliki modal yang relevan.

Pertama, pengalaman di lingkungan NU dan jejaring pesantren.

Gus Gudfan bukan figur yang hadir secara tiba-tiba. Pengalamannya di berbagai lingkungan organisasi NU dan pesantren memberinya pemahaman terhadap NU sebagai struktur sekaligus kultur.

Modal ini penting karena NU dihuni oleh lintas generasi. Ada para kiai dan masyayikh, pengasuh pesantren, kader senior, hingga generasi muda yang tumbuh dalam ruang digital dan profesional.

Gus Gudfan memiliki ruang komunikasi dan dukungan dari berbagai kelompok tersebut. Ia dapat berdialog dengan generasi muda tanpa kehilangan kedekatan dengan kalangan senior dan pesantren.

Kedua, kemampuan komunikasi struktural dan kultural.

Keputusan PBNU harus dapat diterjemahkan sampai PWNU, PCNU, lembaga, badan otonom, dan struktur di bawahnya. Pada saat yang sama, aspirasi dari daerah, pesantren, kader, dan jamaah juga membutuhkan saluran yang efektif menuju pusat.

Di sinilah kemampuan komunikasi menjadi penting.

Gus Gudfan memiliki pengalaman berinteraksi dengan berbagai simpul NU, sehingga dapat memainkan peran sebagai penghubung antara keputusan organisasi dan realitas di lapangan.

Ketiga, jejaring yang memungkinkan terbukanya ruang konsolidasi.

NU memiliki jaringan yang sangat luas dan beragam. Karena itu, Sekjen membutuhkan kemampuan membangun komunikasi tanpa terjebak pada sekat kelompok.

Gus Gudfan memiliki modal jejaring yang cukup luas untuk berinteraksi dengan berbagai unsur, baik di lingkungan struktural maupun kultural. Karakter inilah yang relevan untuk membawa NU memasuki fase konsolidasi setelah Muktamar.

Dukungan agar Gus Gudfan mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PBNU pun semakin menguat di sejumlah kalangan, baik lintas generasi maupun antara unsur struktural dan kultural.

Dari kalangan muda hingga senior, dari jaringan organisasi hingga pesantren, mulai muncul pandangan yang sama bahwa PBNU membutuhkan figur yang dapat diterima secara luas dan mampu bekerja melampaui sekat-sekat kepentingan.

Tentu, keputusan mengenai struktur PBNU merupakan kewenangan kepemimpinan hasil Muktamar. Namun, kebutuhan organisasi tetap harus menjadi pertimbangan utama.

NU membutuhkan Sekjen yang memahami tradisi, mampu membaca perubahan, terbuka terhadap berbagai kalangan, dan sanggup mengubah mandat organisasi menjadi kerja nyata.

Dalam konteks itulah Gus Gudfan adalah sosok yang kuat untuk mengemban amanah Sekretaris Jenderal PBNU.

Kontestasi telah selesai. Saatnya konsolidasi.

Dan konsolidasi membutuhkan figur yang mampu membuat berbagai simpul NU kembali berbicara dalam satu bahasa: pengabdian dan kerja organisasi.

Tim Redaksi

Berita Terkait

Ironi Elpiji 3 Kg di Sintang: Tertulis Untuk Masyarakat Miskin, Dinikmati Orang Kaya, Harga Selangit di Atas HET
Babinsa Jadi Motor Penggerak, Pembangunan Jembatan Garuda di Lau Mulgap Capai 11,25 Persen
Makan Siang Bersama Mitra Karib, Babinsa Koramil 07/Salak Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat
TNI Hadir Dukung Petani, Babinsa Kawal Penyaluran Dolomit untuk Warga Parduhapen
Sinergi TNI-Polri, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Edukasi Warga tentang Bahaya Narkoba
DPK-LPPNRI Kampar Layangkan Somasi Kedua ke PT KWP, Minta Klarifikasi Asal-Usul TBS
Babinsa 03/Parongil Aktif Komsos, Kedekatan dengan Warga Jadi Kunci Pembinaan Wilayah
From Mahasiswa Madura Gelar Aksi di KPK dan Bea Cukai, Desak Usut Dugaan Permainan Pita Cukai di Madura yang menyeret CV PR Cahaya Pro.!!!

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:14 WIB

Ironi Elpiji 3 Kg di Sintang: Tertulis Untuk Masyarakat Miskin, Dinikmati Orang Kaya, Harga Selangit di Atas HET

Rabu, 30 September 2026 - 23:13 WIB

Babinsa Jadi Motor Penggerak, Pembangunan Jembatan Garuda di Lau Mulgap Capai 11,25 Persen

Rabu, 30 September 2026 - 23:07 WIB

Makan Siang Bersama Mitra Karib, Babinsa Koramil 07/Salak Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Rabu, 30 September 2026 - 23:02 WIB

TNI Hadir Dukung Petani, Babinsa Kawal Penyaluran Dolomit untuk Warga Parduhapen

Rabu, 30 September 2026 - 22:52 WIB

DPK-LPPNRI Kampar Layangkan Somasi Kedua ke PT KWP, Minta Klarifikasi Asal-Usul TBS

Rabu, 30 September 2026 - 22:49 WIB

Babinsa 03/Parongil Aktif Komsos, Kedekatan dengan Warga Jadi Kunci Pembinaan Wilayah

Rabu, 30 September 2026 - 22:39 WIB

From Mahasiswa Madura Gelar Aksi di KPK dan Bea Cukai, Desak Usut Dugaan Permainan Pita Cukai di Madura yang menyeret CV PR Cahaya Pro.!!!

Rabu, 30 September 2026 - 22:34 WIB

Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Raih Prestasi di Ajang Lomba Foto dan Video Pendek HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru