Grobogan, Nasionaldetik.com– Bologarang – Ratusan warga Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, menggeruduk kantor kepala desa untuk menuntut transparansi dalam penggunaan anggaran dana desa.
Aksi ini berlangsung cukup tegang dan sempat diwarnai kemarahan warga, namun berhasil diredam oleh anggota Polsek dan Koramil Penawangan yang turut hadir di lokasi.
Selain masyarakat, aksi ini juga dihadiri oleh Kapolsek Penawangan, Danramil Penawangan, Ketua BPD Desa Bologarang, serta para tokoh masyarakat setempat. Warga menyampaikan kekecewaan terhadap kepemimpinan Kepala Desa Juwari, yang dinilai kurang transparan dalam mengelola anggaran desa.
Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan masyarakat, di antaranya:
Menuntut transparansi dalam penggunaan anggaran dana desa.
Meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Gedung Olahraga (GOR) dan pembangunan jembatan.
Mempertanyakan terkait penjualan kayu kantor desa yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada warga.
Menuntut agar mobil siaga desa yang selama ini dikuasai kepala desa dikembalikan kepada masyarakat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Desa Juwari menyatakan kesiapannya untuk memenuhi permintaan warga. Salah satu tuntutan yang langsung direalisasikan adalah pengembalian mobil siaga kepada kelompok Karang Taruna Desa Bologarang.
Sementara itu, untuk tuntutan lainnya, Juwari meminta waktu selama tiga bulan guna menyelesaikannya. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menghadapi konsekuensi hukum jika dalam kurun waktu tersebut tidak mampu memenuhi tuntutan masyarakat.
Langgeng sebagai perwakilan masyarakat, menyampaikan bahwa sebagian tuntutan jangka pendek telah terpenuhi. Salah satunya adalah pengembalian mobil siaga dan penyediaan beberapa dokumen RAB pembangunan desa, yang memungkinkan masyarakat untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesesuaian penggunaan anggaran.
Aksi ini mencerminkan harapan masyarakat Bologarang agar kepemimpinan desa berjalan dengan lebih transparan dan akuntabel demi kemajuan desa dan kesejahteraan bersama.
Penulis : Tim Redaksi