Polemik Mutasi Kepsek Merangin Belum Tuntas: 10 Tuntutan di DPRD Tak Terjawab di Diknas

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 17:33 WIB

50256 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— 15 Juni 2026. Polemik mutasi kepala sekolah di Kabupaten Merangin belum menemukan titik selesai. Hal ini terlihat dari perbedaan sikap dan kehadiran para kepala sekolah saat beraudiensi di dua tempat berbeda: DPRD dan Dinas Pendidikan.

Saat audiensi di Gedung DPRD Merangin pada Senin 8 Juni 2026.beberapa waktu lalu, para kepala sekolah yang terdampak mutasi hadir lengkap. Dalam pertemuan itu, mereka secara resmi menyerahkan 10 poin tuntutan dan 7 poin solusi kepada wakil rakyat. Kehadiran penuh ini menunjukkan solidnya sikap kepsek untuk memperjuangkan aspirasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbanding terbalik saat pertemuan lanjutan di Kantor Dinas Pendidikan Merangin. Berdasarkan informasi yg dihimpun, jumlah kepsek yang hadir tidak penuh. Beberapa kursi tampak kosong, mengindikasikan tidak semua kepsek ikut dalam pertemuan dengan Kadisdik.

Dalam pertemuan di Diknas, muncul narasi berbeda dari tuntutan awal di DPRD. Salah satu kepsek yang hadir menyatakan sikapnya kepada media.

“Jujur kami katakan kami yang hadir di sini tidak ada yang berkaitan dengan uang. Kami tidak diminta uang dalam pelantikan ini. Tapi kalau ada oknum di luar sana kami tidak tahu,” ujar salah satu kepsek, dikutip dari http://balairakyat.id.

Pernyataan “kami yang hadir di sini” menegaskan bahwa klarifikasi tersebut hanya mewakili kepsek yang datang ke Diknas, bukan seluruh kepsek terdampak.

Usai pertemuan dengan Kadisdik, para kepsek yang hadir menyatakan legowo dan siap kembali mengabdi sebagai pendidik. Komunikasi langsung itu disebut telah meredam kesalahpahaman di lapangan.

Meski ada pernyataan “legowo” dari sebagian kepsek di Diknas, jika dianalisis dari 10 poin tuntutan dan 7 solusi yang diserahkan ke DPRD, persoalan ini jauh dari selesai.

10 poin tuntutan di DPRD mencakup keberatan atas mekanisme mutasi, dugaan pelanggaran prosedur, dan permintaan evaluasi SK. Pernyataan “tidak terkait uang” di Diknas hanya menjawab satu spektrum isu. Sembilan tuntutan lain belum ada kejelasan penyelesaiannya secara terbuka.

Pernyataan legowo hanya disampaikan oleh “kepsek yang hadir di Diknas”. Sementara jumlah yang hadir tidak penuh. Artinya, belum ada kesepakatan kolektif dari seluruh kepsek terdampak yang sebelumnya solid di DPRD.

poin solusi yang ditawarkan ke DPRD berisi langkah konkret perbaikan tata kelola mutasi ke depan. Hingga kini belum ada rilis resmi dari Diknas maupun Pemkab terkait penerimaan atau penolakan solusi tersebut. “Siap kembali mengabdi” bukan berarti 7 solusi itu sudah dijalankan.

Kalimat “Tapi kalau ada oknum di luar sana kami tidak tahu” justru membuka ruang bahwa persoalan non-prosedural di luar forum resmi belum diusut. Ini berbeda dengan tuntutan awal yang meminta transparansi total.

Komunikasi di Diknas meredam situasi sesaat bagi kepsek yang hadir. Namun secara substansi, 10 tuntutan dan 7 solusi yang dibawa ke DPRD belum dinyatakan selesai. Perbedaan jumlah kehadiran dan bergesernya narasi dari “menggugat SK” menjadi “legowo dan tidak terkait uang” menunjukkan belum ada penyelesaian menyeluruh yang mengakomodasi semua pihak.

Publik masih menunggu sikap resmi Dinas Pendidikan dan Bupati Merangin terkait nasib 10 tuntutan dan 7 solusi tersebut. Apakah akan dievaluasi, ditolak, atau diterima sebagian. Tanpa itu, polemik mutasi kepsek ini berpotensi kembali mencuat.

Reporter: GondoIrawan

Berita Terkait

Operasi 2022 Tak Beri Efek Jera, PETI Kembali Leluasa di Sungai Penetai, Siapa yang Membekingi
DPD IWO INDONESIA KOTA SERANG SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT KEPADA KEPALA DAN SEKRETARIS DPMPTSP, DORONG PELAYANAN PUBLIK BERINTEGRITAS DAN INVESTASI BERKUALITAS
Bencana Asap Palangka Raya: Langit Menguning, Kualitas Udara Berbahaya, Pemkot Didesak Jangan Pasif!
Tangan Kotor Semen, Nyali Baja: Sertu Budi Terjun Total Dorong Angkong di Jurangjero Kidul, “Kami Ada Untuk Rakyat!”
Satgas TMMD ke 130, Serbu Warung Ibu Ramadhani
TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Ubah Prekonomian warga.
Kodim 0209/LB Gelar TMMD Ke-130, Pendapatan Warung Warga Sekitar Naik Dratis.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selesaikan Permasalahan Warga Binaan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Operasi 2022 Tak Beri Efek Jera, PETI Kembali Leluasa di Sungai Penetai, Siapa yang Membekingi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:59 WIB

DPD IWO INDONESIA KOTA SERANG SAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT KEPADA KEPALA DAN SEKRETARIS DPMPTSP, DORONG PELAYANAN PUBLIK BERINTEGRITAS DAN INVESTASI BERKUALITAS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Tangan Kotor Semen, Nyali Baja: Sertu Budi Terjun Total Dorong Angkong di Jurangjero Kidul, “Kami Ada Untuk Rakyat!”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Satgas TMMD ke 130, Serbu Warung Ibu Ramadhani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:09 WIB

TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Ubah Prekonomian warga.

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Kodim 0209/LB Gelar TMMD Ke-130, Pendapatan Warung Warga Sekitar Naik Dratis.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selesaikan Permasalahan Warga Binaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Babinsa Koramil 03/Sungai Sariak Sosialisasikan Pendaftaran TNI AD kepada Pelajar SMA Negeri 2 VII Koto

Berita Terbaru

DAERAH

Pelabuhan Tikus di Inhil Menjamur “,di Mana KSOP,”

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:54 WIB