Nasionaldetik.com– 01 Oktober 2026 Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober tidak boleh berhenti sebatas ritual tahunan, pengibaran bendera, atau formalitas upacara.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jombang sekaligus Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang, Syarif Hidayatullah, S.T., M.MT., yang akrab disapa Gus Sentot.
Bagi Gus Sentot, sejarah panjang dan dinamika politik bangsa yang melatari lahirnya Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 harus dimaknai dengan pembumian nilai secara konkret. Pancasila bukan sekadar teks ideologi untuk dihafalkan di ruang-ruang kelas atau pidato formal.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman hidup sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegas Gus Sentot.
Ia menekankan bahwa di tengah keberagaman latar belakang, pandangan, dan kepentingan masyarakat, semangat persatuan adalah benteng utama yang wajib dijaga. Perbedaan tidak boleh dijadikan alasan untuk saling memecah belah atau menjauh.
Sebaliknya, keberagaman harus dikonsolidasikan menjadi kekuatan besar untuk membangun Kabupaten Jombang dan Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan tema nasional Hari Kesaktian Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Gus Sentot mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemuda untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata yang berorientasi pada keadilan sosial dan kemaslahatan bersama.
Tim Redaksi






























