**BATANG HARI** — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang Hari ustadz Andri S.P menghadiri kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ummul Masakin. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara ulama, pengasuh pondok pesantren, para santri, serta masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” kata ustadz
Lanjutnya ustadz Andri S.P ,” Peringatan Hari Santri Nasional merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kontribusi para santri serta ulama dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam menjaga nilai-nilai agama, menanamkan akhlak mulia, serta memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Kehadiran Ketua PCNU Batang Hari di Pondok Pesantren Ummul Masakin juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara Nahdlatul Ulama dan dunia pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.
Dalam momentum Hari Santri Nasional ini, semangat perjuangan para santri diharapkan terus tumbuh dan berkembang di tengah berbagai tantangan zaman. Santri masa kini dituntut untuk mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan tradisi keilmuan Islam, nilai-nilai pesantren, serta akhlakul karimah yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
Selain itu, peringatan Hari Santri menjadi pengingat bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada masa kemerdekaan. Saat ini, santri memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, penguatan moral, serta berbagai kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan bekal ilmu dan akhlak, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan juga terus berkomitmen menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, merawat tradisi keilmuan ulama, serta memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, dan persaudaraan. Sinergi antara PCNU, pondok pesantren, dan seluruh elemen masyarakat menjadi penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan berkemajuan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Ummul Masakin, diharapkan semangat kebersamaan dan pengabdian para santri semakin kuat. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah, serta meneruskan perjuangan para ulama terdahulu.
Kehadiran Ketua PCNU Batang Hari di tengah lingkungan pesantren menjadi bagian dari semangat membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, dan mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi bangsa yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.
**Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan, meneladani keikhlasan para ulama, serta memperkuat peran santri dalam menjawab tantangan masa depan.**
Dengan semangat Hari Santri, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memberikan dukungan terhadap pendidikan pesantren dan perjuangan para santri dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.
**Santri Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.**
*Selamat Hari Santri Nasional. Jihad Santri, Jayakan Negeri!*






























