KETIKA KEBERANIAN MELAHIRKAN NEGARA, KEBIJAKSANAAN MENJAGANYA Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:47 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, nasionaldetik.com

Tidak ada bangsa yang lahir tanpa keberanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemerdekaan tidak pernah diberikan sebagai hadiah.

Ia lahir dari air mata, pengorbanan, dan keberanian manusia yang bersedia mendahulukan masa depan bangsanya daripada keselamatan dirinya sendiri.

Setiap jengkal tanah yang merdeka sesungguhnya menyimpan jejak langkah mereka yang memilih berjuang ketika menyerah adalah jalan yang lebih mudah, 1/8/26.

Namun sejarah tidak berhenti pada hari sebuah bangsa memproklamasikan kemerdekaannya.

Sejarah baru benar-benar dimulai ketika perjuangan berganti menjadi tanggung jawab.

Keberanian mampu melahirkan sebuah negara.

Tetapi hanya kebijaksanaan yang mampu menjaganya tetap utuh.

Inilah hukum yang berulang dalam perjalanan peradaban.

Banyak bangsa berhasil mengusir penjajah.

Tidak semua berhasil mengalahkan keserakahan, ambisi, dan perpecahan yang lahir dari dalam dirinya sendiri.

Musuh yang paling sulit dikalahkan sering kali bukan yang datang membawa senjata.

Melainkan yang perlahan mengubah pengabdian menjadi kepentingan, amanah menjadi keuntungan, dan kekuasaan menjadi tujuan.

Peradaban tidak selalu runtuh oleh serangan dari luar.

Sering kali ia melemah karena kehilangan arah dari dalam.

Di situlah kemerdekaan memasuki ujian yang sesungguhnya.

Merebut kemerdekaan membutuhkan keberanian.

Menjaga kemerdekaan menuntut kebijaksanaan.

Keberanian memenangkan peperangan.

Kebijaksanaan memenangkan masa depan.

Keberanian membuat manusia berani berkorban.

Kebijaksanaan membuat manusia mampu menahan ego demi kepentingan bersama.

Alam telah lama mengajarkan pelajaran itu.

Pohon yang menjulang tidak berdiri karena batangnya yang kokoh semata.

Ia tetap hidup karena akar-akarnya saling menguatkan di dalam tanah.

Bangsa pun demikian.

Yang menjaganya bukan hanya undang-undang, senjata, atau kekayaan.

Melainkan akar-akar kepercayaan, persatuan, keadilan, dan kebijaksanaan yang terus dipelihara oleh seluruh anak bangsanya.

Mungkin karena itulah Bung Karno pernah mengingatkan bahwa perjuangan generasinya lebih mudah karena menghadapi penjajah yang tampak. Tantangan setelah kemerdekaan jauh lebih berat, sebab yang harus dikalahkan adalah perpecahan, kepentingan sempit, dan kelemahan yang tumbuh di dalam bangsa sendiri.

Menjelang Hari Kemerdekaan, mungkin yang paling perlu kita renungkan bukanlah seberapa meriah kita merayakannya.

Melainkan seberapa sungguh-sungguh kita menjaganya.

Karena kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah.

Kemerdekaan adalah tanggung jawab moral yang harus diwariskan utuh kepada setiap generasi.

Barangkali sejarah sedang berbisik kepada kita melalui kalimat-kalimat yang sederhana.

“Negara dilahirkan oleh keberanian para pejuang, tetapi hanya dapat dipertahankan oleh kebijaksanaan para pemimpinnya.”

“Keberanian merebut kemerdekaan adalah kemenangan pertama. Kebijaksanaan menjaganya adalah kemenangan yang sesungguhnya.”

“Bangsa tidak mulai runtuh ketika bentengnya ditembus musuh, tetapi ketika persatuannya ditembus oleh ambisi.”

Pada akhirnya, usia sebuah negara tidak ditentukan oleh berapa lama benderanya berkibar.

Tidak pula oleh seberapa tinggi gedung-gedungnya menjulang.

Usia sebuah negara ditentukan oleh apakah rakyatnya masih mampu menjaga persatuan di atas perbedaan, menempatkan pengabdian di atas kepentingan, dan memelihara kebijaksanaan di atas ambisi.

Sebab selama keberanian masih melahirkan pengabdian, dan kebijaksanaan masih memimpin kekuasaan, kemerdekaan tidak hanya akan dikenang sebagai warisan para pendiri bangsa.

Ia akan terus hidup sebagai jiwa yang menghidupi setiap generasi.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Mrs.

Berita Terkait

Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Kecamatan Sumbergempol Gelar Sosialisasi Pengelolaan Media Sosial dan Publikasi Digital
Beri Jamdan ke Prajurit, Dandim Majalengka Minta Babinsa Bina Calon Prajurit TNI AD Tanpa Pungli
Fidiel Castro Minta Dugaan Keterlibatan K3S, MKKS, dan Disdikbud Diusut Transparan
PPWI Ogan Ilir Sambangi Polda Sumsel, Fidiel Castro: Kebenaran Harus Diungkap, Jangan Biarkan Fitnah Berlarut!
Tak Henti-hentinya Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Berjibaku kejar Sasaran Pisik.
Kunjungan DPD IWO-I Deli Serdang di Sambut Oleh Ketua OKK DPP IWO-I Bersama DPW IWO-I DKI Jakarta
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polres Inhil Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah
PCNU KOTA JAMBI MENERIMA BANTUAN MASKER DARI BPBD KOTA JAMBI UNTUK APEL HARI SANTRI NASIONAL 2026*

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas dan Kinerja Organisasi, Kejari Karo Hadiri Evaluasi SAKIP Virtual 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:17 WIB

Pimpin Apel Pagi Kejari Karo, Kasubagbin Tekankan Kedisiplinan dan Kesiapan Mental Pegawai

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:29 WIB

Dari Desa Untuk Negeri, Satgas TMMD Kodim 0206/Dairi Berjuang Membuka Akses Sibongkaras

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:58 WIB

HINCA PANJAITAN ZIARAH KE MAKAM BOLANG PENAWAR DAN SERAP ASPIRASI GANTI RUGI LAHAN DI DESA KANDIBATA, LANJUT BAHAS KEARIFAN LOKAL DI KEJARI KARO

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Tim Cobra Polres Karo Ungkap Kasus Pencurian, Residivis Diamankan di Kabanjahe

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Jelang Hari Jadi Humas Polri ke-75, Si Humas Polres Karo Gelar Bakti Sosial di Masjid Husnul Khotimah

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Polres Karo Kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Dua Pria Diamankan Bersama Sabu di Bintang Meriah

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Wakapolres Karo Pimpin Apel Pagi, Tekankan Tanggung Jawab Pelaksanaan Program Quick Wins Kapolri

Berita Terbaru