BARU SATU REKANAN AKUI PAKAI SISTEM KONVEKSI nasionaldetik.com Masih Buru Rekanan Lain Pengadaan Seragam SMPN 4 Merangin

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:03 WIB

50168 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com – Merangin 30 Agustus 2026. Baru satu rekanan yang mengakui menggunakan sistem konveksi dalam pengadaan seragam SMPN 4 Merangin. Hingga berita ini diterbitkan, nasionaldetik.com masih memburu rekanan lainnya untuk memastikan apakah sistem yang digunakan sama atau berbeda dengan yang dilakukan H. Chaidir.

Dikutip dari Buktipetunjuk.id, 24 Agustus 2026.
Sejumlah wali murid calon siswa SMPN 4 Merangin mengeluhkan pengadaan seragam sekolah. Seragam yang dijanjikan menggunakan sistem tailor atau “jahit sesuai ukuran”, nyatanya dikerjakan dengan sistem konveksi massal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, banyak siswa tidak mendapatkan seragam yang pas di badan dan harus menunggu hingga 1 bulan untuk mendapatkan ukuran yang tersedia.

Keluhan itu muncul saat pengambilan seragam di Toko Pratama, rekanan yang ditunjuk sekolah, pada Senin, 25 Agustus 2026.

Alih-alih diukur satu per satu, siswa justru diminta memilih sendiri dari tumpukan seragam jadi yang tersedia di toko.

“Kami langsung disuruh cari yang pas dari tumpukan baju. Karena tak ada yang cocok, kami diminta pulang dan menunggu sebulan,” kata salah seorang wali murid.

Upaya konfirmasi kepada Ragil Tri Minerva, S.Pd., Kepala SMPN 4 Merangin, telah dilakukan nasionaldetik.com sejak awal Agustus 2026.

Pada 8 Agustus 2026, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Ragil hanya menjawab: “Bang, maaf bang lg di jln dari Kerinci.”

Saat dihubungi kembali via telepon pada 9 dan 10 Agustus 2026, Ragil juga tidak menjawab.

Setelah upaya ke pihak sekolah, nasionaldetik.com kemudian mengkonfirmasi kepada pemilik rekanan pada Kamis, 28 Agustus 2026.

Pemilik Toko Pratama, H. Chaidir, membenarkan pihaknya menggunakan sistem konveksi, bukan tailor satuan.

“Kito sistem konveksi, bukan tailor. Tailor yo main potong sikok-sikok. Kalau konveksi sekali potong berapo, misalnyo 15 sekali potong. Terkait perbedaan tidak ado, perbedaannyo di metode sajo,” jelas H. Chaidir saat dihubungi pukul 13.31 WIB.

Ia juga menjelaskan pembagian pekerjaan. “Sayo hanyo ngambil pakaian Pramukanyo sajo. Sebagian kami kerjakan, sebagian dilempar ke penjahit lain. Sistem konveksi pas lah. Tidak ado yang salah,” tambahnya.

Sebelumnya pada 24 Agustus 2026, H. Chaidir juga menyampaikan hal senada ke Buktipetunjuk.id. “Tetap dijahit kok. Hanya saja kami pakai standar angka dan huruf. Kalau tidak tahu ukurannya bagaimana bisa kami jahit?” katanya.

Wali murid menilai sistem konveksi dengan ukuran standar S, M, L, XL, XXL dan angka 14, 16, 18 tidak dapat menjamin seragam pas di badan siswa. Berbeda dengan sistem tailor yang diukur lingkar dada, panjang badan, dan panjang lengan satu per satu.

Hingga berita ini diterbitkan, nasionaldetik.com masih berupaya mencari tahu siapa saja penjahit lain di luar H. Chaidir, serta berapa jumlah siswa yang terdampak dan total nilai pengadaan seragam di SMPN 4 Merangin tahun ini.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan
Kawal Asta Cita Presiden Prabowo, Kompolnas Dan Laskar Prabowo 08 DPD Sumatera Utara Desak Kapolda Sumut Dan Jajaran Tindak Lanjuti Dengan Tegas Dugaan Pungli Oknum Penyidik Polres Batubara
Rutan Kelas I Medan Gagalkan Dugaan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Melalui Layanan Kunjungan
Persiapan Kerja Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Aman
Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Keselamatan Kerja.
Apel Pagi Satgas TMMD Ke-130, Serma Ngadiono Tekankan Target Pembangunan, Kualitas dan Keselamatan Kerja.
Ciptakan Rasa Aman , Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Voli

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Polisi Temukan Pesta Miras saat Razia Cafe dan Tempat Hiburan Malam di Pacitan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kawal Asta Cita Presiden Prabowo, Kompolnas Dan Laskar Prabowo 08 DPD Sumatera Utara Desak Kapolda Sumut Dan Jajaran Tindak Lanjuti Dengan Tegas Dugaan Pungli Oknum Penyidik Polres Batubara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Rutan Kelas I Medan Gagalkan Dugaan Penyelundupan Sabu dan Ekstasi Melalui Layanan Kunjungan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Persiapan Kerja Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Aman

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Satgas TMMD ke 130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pastikan Keselamatan Kerja.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Apel Pagi Satgas TMMD Ke-130, Serma Ngadiono Tekankan Target Pembangunan, Kualitas dan Keselamatan Kerja.

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ciptakan Rasa Aman , Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Voli

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:23 WIB

PROYEK JALAN LINGKUNGAN Rp189,76 JUTA DI LEBAKWANGI DISOROT

Berita Terbaru