Truk Pengangkut Sound Horeg Rem Blong di Turunan Pletes, Satu Orang Tewas – Apakah Ada Korban Lain?
Tanggal tayang: 19 Oktober 2026
Nasionaldetik.com,— 21 Oktober 2026 Korban adalah sepasang pengendara sepeda motor yang sedang melintas; satu orang meninggal di tempat, satu lagi dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Kendaraan yang menyebabkan kecelakaan adalah truk pengangkut peralatan sound horeg peserta karnaval Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi apakah ada korban tambahan lain.
Terjadi kecelakaan lalu‑lintas maut setelah acara karnaval selesai. Truk pengangkut sound diduga mengalami kerusakan sistem pengereman (rem blong) saat melewati turunan jalan Pletes, lalu menyambar sepeda motor yang berjalan di depan. Masyarakat mempertanyakan pemeriksaan kelayakan kendaraan sebelum acara digelar.
Di turunan Jalan Pletes, wilayah Desa Druju, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Terjadi pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, sesaat setelah rangkaian karnaval seni budaya Desa Harjokuncaran selesai.
Sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi, dugaan awal adalah kegagalan sistem rem truk saat melewati turunan curam. Hal ini memunculkan pertanyaan tajam: apakah panitia dan pihak terkait sudah memeriksa kelayakan kendaraan peserta sebelum diizinkan mengikuti karnaval? Apakah ada kelalaian pemeriksaan yang membahayakan warga sekitar?
Setelah karnaval usai, rombongan sound horeg mulai berangkat pulang. Saat melewati turunan jalan Pletes, truk kehilangan kendali karena rem blong, lalu menyambar sepeda motor yang berboncengan di depannya. Satu korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, satu lagi segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan darurat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang belum merilis data resmi jumlah total korban luka‑luka lainnya.
Kegembiraan karnaval yang seharusnya menjadi perayaan warga berakhir duka cita. Insiden ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan peringatan keras bagi panitia penyelenggara dan petugas pemeriksa kendaraan. Jangan sampai keselamatan warga dikalahkan oleh semangat acara tanpa persiapan yang matang! Masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi polisi dan langkah perbaikan untuk acara selanjutnya.
Informasi ini berdasarkan laporan awal warga; data resmi jumlah korban masih menunggu konfirmasi dari kepolisian setempat.
Tim Redaksi Sunarto





























