BEM PTNU : BBM Langka, MBG Membengkak : Ke Mana Arah Prioritas Anggaran Negara?

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:13 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – NasionalDetik.Com –
Saya bukan ahli ekonomi. Saya hanya seorang anak bangsa yang mencoba membaca keadaan dan mempertanyakan arah kebijakan negara. Ketika kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi, kita tidak boleh menganggapnya sebagai persoalan biasa. Sebab, BBM bukan sekadar urusan kendaraan, melainkan urat nadi ekonomi rakyat.Sabtu,(17/10/2026).

Petani membutuhkan energi untuk mengolah lahan dan mendistribusikan hasil panen. Nelayan membutuhkannya untuk melaut. Pedagang kecil membutuhkannya untuk menjaga biaya usaha tetap terjangkau. Ketika akses energi terganggu, yang dipertaruhkan bukan hanya waktu, melainkan juga penghasilan dan ketahanan pangan masyarakat.

Di tengah situasi ini, publik patut mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah. Apakah besarnya pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah direncanakan secara proporsional tanpa mengorbankan kebutuhan energi rakyat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya tidak sedang menuduh bahwa anggaran subsidi BBM dan LPG dialihkan untuk membiayai MBG. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui dokumen anggaran dan penjelasan resmi pemerintah. Namun, mempertanyakan transparansi anggaran adalah hak warga negara, bukan tindakan melawan pemerintah.

Kita tidak perlu mempertentangkan gizi anak dengan kebutuhan energi rakyat. Keduanya sama-sama penting dan harus dipenuhi negara.

Pemerintah harus menjelaskan penyebab kelangkaan BBM secara terbuka: apakah persoalan pasokan, distribusi, tata kelola, atau kebijakan anggaran. Jangan sampai masyarakat dibiarkan menanggung dampak, sementara akar persoalannya tidak pernah diterangkan secara terang.

Sebagai Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU Se-Nusantara, saya melihat persoalan ini juga berkaitan dengan nasib petani. Bagaimana kita berbicara tentang swasembada pangan apabila kepastian energi untuk produksi dan distribusi belum sepenuhnya terjamin?

Program MBG semestinya memperkuat ekosistem pangan nasional dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal. Sementara itu, kebijakan subsidi energi harus memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses yang terjangkau.

Saya mungkin bukan ekonom, tetapi saya percaya bahwa setiap rupiah uang negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah tidak cukup meminta masyarakat percaya; pemerintah juga wajib membuka data dan menjelaskan kebijakannya.

Kritik ini bukan penolakan terhadap MBG, melainkan tuntutan agar seluruh program negara berjalan tanpa mengorbankan kebutuhan dasar rakyat lainnya.

Sebab, mencintai negara bukan berarti membenarkan semua kebijakannya. Terkadang, cinta kepada bangsa justru mengharuskan kita mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman.

Hari ini, pertanyaan saya sederhana: ketika BBM langka dan anggaran negara begitu besar, sudahkah pemerintah memastikan bahwa prioritas pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat?

Negara tidak boleh membuat rakyat terus menebak-nebak. Anggaran harus transparan, kebijakan harus terukur, dan kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan akhirnya.

(Red)

Berita Terkait

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!
Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria
Apresiasi dan Dukung Ketegasan Menteri Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional : Bentuk Keseriusan Dalam Wujudkan Imipas Prima
Tingkatkan Keamanan Siber Daerah, Pemkab Karo Terima STR TTIS Resmi dari BSSN RI
Doa Bersama dan Santunan, Polsek Kemayoran Hadir Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim
Pengamat Apresiasi Gerak Cepat Pangdam VI/Mulawarman Tangani Karhutla
Kapolsek Kemayoran Perluas Sinergi Pendidikan, Program Bapak Asuh Polri Menyasar SMK Taman Siswa 1
Kapolsek Kemayoran Hadir Lewat Bapak Asuh Polri, Selamatkan Generasi Muda dari Tawuran, Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Sasaran TMMD ke 130, RTLH di Labusel rubah Kehidupan Warga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kodim 0205/TK Bangun Jembatan Beton di Juhar Ginting, Progres Capai 20 Persen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:49 WIB

TMMD ke-130 Pasang Tandon Air, Warga Aek Batu Dukung Sumur Bor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Satgas TMMD ke-130 Bantu Bedah Rumah Dorima, Wujud Kepedulian TNI di Aek Batu.

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Operasi Gabungan Satgas TNI Berhasil Temukan Senjata Caracal dan 17 Butir Amunisi di Wilayah Ayata Kabupaten Maybrat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Pos Naikere Satgas Yonif 147/KGJ Bersama Pemerintah Distrik Naikere Gelar Sosialisasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Terlihat Kepedulian TNI Kepada Rumah Ibadah Gereja GKPI Cikampak, Pembangunan Hampir Rampung.

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Jemaat Gereja GKPI Cikampak Bersyukur MCK di Cat oleh Satgas TMMD 130 Kodim 0209/Labuhanbatu

Berita Terbaru