Pemkab Tulungagung Dorong Bongkar Ratoon untuk Dongkrak Produksi dan Kesejahteraan Petani

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:58 WIB

5063 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TULUNGAGUNG ,Nasionaldetik.com — Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat langkah peningkatan produktivitas tebu melalui program Bongkar Ratoon. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan hasil panen sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor pergulaan di Kabupaten Tulungagung.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen perdana tebu program Bongkar Ratoon tahun 2025 di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu (7/10/2026). Panen yang bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2026 itu turut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama jajaran Forkopimda, Dinas Pertanian, manajemen PG Mojopanggung PT Sinergi Gula Nusantara, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.

Panen dilakukan di lahan seluas 4,55 hektare dengan taksasi produksi mencapai sekitar 90 ton tebu per hektare. Hasil tersebut menunjukkan adanya potensi peningkatan produktivitas melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, serta penerapan teknik budidaya yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, pengembangan tanaman tebu harus diarahkan tidak hanya untuk memperluas areal tanam, tetapi juga meningkatkan produktivitas setiap lahan yang dikelola petani.

Menurutnya, luas areal tanaman tebu di Tulungagung pada 2026 telah mencapai lebih dari 4.000 hektare. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan sekitar 3.800 hektare pada tahun sebelumnya.

“Para petani adalah pahlawan pangan. Program bongkar ratoon dirancang agar tanaman tebu dapat dipanen hingga 10 kali masa ratoon dengan hasil tetap maksimal, didukung bibit unggul terpilih secara nasional,” ujar Baharudin.

Ia menambahkan, peningkatan produktivitas tebu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan pabrik gula harus membangun sinergi agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani.

Baharudin menekankan empat aspek yang perlu terus diperkuat, yakni peningkatan kualitas dan produksi tebu, kemitraan antara petani dengan pabrik gula, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pengembangan industri gula yang berkelanjutan.

Sementara itu, keberadaan PG Mojopanggung dinilai memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Pabrik gula yang telah berdiri sejak 1852 tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah industri gula di Tulungagung, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat setiap musim giling.

General Manager PG Mojopanggung, Agus Budi Juwono, menyebutkan operasional pabrik selama musim giling mampu menyerap sekitar 650 tenaga kerja secara langsung. Di luar itu, terdapat ribuan tenaga penebang dan pengangkut tebu yang ikut terlibat dalam proses produksi.

Pada musim giling 2026, PG Mojopanggung dijadwalkan beroperasi selama 148 hari, mulai 3 Juni hingga 25 Oktober 2026. Kapasitas giling pabrik mencapai sekitar 3.000 ton tebu per hari.

Agus berharap kerja sama antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, dan pihak pabrik semakin diperkuat. Menurutnya, keberhasilan industri gula tidak dapat dilepaskan dari keberadaan petani sebagai pemasok bahan baku utama.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Tani Unggul, Endang Suwarti. Ia mengatakan pendampingan yang diberikan Dinas Pertanian, penyuluh, serta PG Mojopanggung membantu petani dalam menjalankan program Bongkar Ratoon.

“Keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja sama dan gotong royong semua pihak,” ujarnya.

Di Tulungagung, program Bongkar Ratoon mencakup lahan sekitar 151 hektare. Selain itu, terdapat perluasan areal tanam mencapai 207 hektare.

Pemerintah daerah berharap kombinasi peremajaan tanaman dan perluasan areal tersebut dapat memperkuat produksi tebu Tulungagung. Dalam jangka panjang, peningkatan produktivitas diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan bahan baku pabrik gula, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Reporter : Robi

Editor : Admin

 

Berita Terkait

Masyarakat Resah Truk Batu Bara ,Melintas Di Siang Hari
Menjaga Kebersihan Adalah Kunci Utama ,Namun Wilayah Batanghari Masih Minim 
Berpasangan dengan Windu JA, Bung Ismail Juarai Turnamen Orado Kecamatan Bakauheni
Jamaah Haji dan Umroh Bela Ponpes Walisongo: Jangan Hakimi Lembaga Karena Ulah Oknum Guru
DI ANTARA JUTAAN SUARA, SIAPA YANG BELUM BENAR-BENAR DIDENGAR?
Mobil Truk angkutan Sampah Dinas lingkungan Hidup Terbengkalai 
Dari Kabupaten Tegal, Hj. Ninik Budiarti Sampaikan Doa untuk Presiden Prabowo Subianto
Motor Sewaan Tak Kunjung Kembali, Pemilik Warkop di Ngantru Berujung Jadi Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Polsek Kutabuluh Laksanakan Subuh Keliling, Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Polri Bersama Masyarakat, Polsek Berastagi Sapa Warga dan Bantu Pendataan Masyarakat Kurang Mampu

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Diduga Hendak Tawuran Sambil Bawa Parang Panjang, Pemuda 18 Tahun Diamankan di Berastagi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Green Policing – Cegah Tanah Longsor, Polres Karo Tanam 100 Pohon di Desa Sukandebi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Waka Polres Karo Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Ikhlas, Ajak Jemaah Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Polsek Barusjahe Sosialisasikan Bahaya Narkoba Kepada Masyarakat Desa Tangkidik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Polsek Tigabinanga Gelar Green Policing, Bersihkan Lingkungan dan Pangkas Ranting Pohon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Dukung Program 8 Quick Wins Kapolri, Polres Karo Gelar Patroli Gabungan untuk Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Berita Terbaru