Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memperkuat sistem pengendalian akses di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas orang dan kendaraan di kawasan operasional pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan peruntukannya.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pengendalian akses merupakan bagian dari tata kelola kawasan pelabuhan dengan menerapkan sistem identifikasi secara berlapis.
“Pelabuhan memiliki area dengan fungsi dan tingkat akses yang berbeda. Karena itu, setiap pihak yang berkepentingan untuk beraktivitas di kawasan operasional perlu memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Partogi, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, sistem tersebut tidak sekadar mengatur keluar-masuk kawasan, tetapi juga memastikan setiap aktivitas dapat dikenali, dikendalikan, dan diawasi.
Untuk akses perorangan, ASDP menerapkan pass atau ID Card sebagai identitas bagi pihak yang memiliki kepentingan di kawasan operasional. Sistem tersebut diperkuat dengan teknologi Face Recognition (FR) untuk membantu mengenali individu secara digital.
Sementara pengendalian kendaraan dilakukan melalui sticker dan platform. Sticker menjadi penanda bahwa kendaraan telah terdaftar dan memiliki akses sesuai zona yang diperuntukkan.
Sedangkan platform digunakan untuk mendukung proses identifikasi dan verifikasi kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
“Masing-masing instrumen memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Pass dan Face Recognition mendukung identifikasi orang, sementara sticker dan platform mendukung identifikasi kendaraan,” jelasnya.
Keselamatan Jadi Bagian Pengendalian
Selain sistem identifikasi, ASDP juga menempatkan aspek keselamatan sebagai bagian dari pengendalian akses kawasan.
Pihak yang memiliki kepentingan untuk memasuki dan beraktivitas di area operasional, di luar pengguna jasa yang akan menyeberang, diwajibkan menggunakan helm safety serta rompi atau vest sesuai ketentuan.
Penggunaan perlengkapan keselamatan tersebut bertujuan mendukung keselamatan sekaligus membantu memastikan pihak yang berada di area operasional dapat dikenali berdasarkan aktivitasnya.
Partogi mengatakan penerapan pass atau ID Card, Face Recognition, sticker, platform, serta perlengkapan keselamatan merupakan satu kesatuan dalam sistem pengendalian kawasan.
“Sistem ini diperlukan untuk menciptakan kejelasan mengenai siapa yang dapat mengakses kawasan, kendaraan yang beroperasi, serta ketentuan yang harus dipenuhi setiap pihak,” katanya.
ASDP Cabang Bakauheni terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem akses bersama pihak terkait agar penerapannya berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan terkendali sekaligus mendukung kelancaran operasional. Kepatuhan terhadap sistem akses dan ketentuan keselamatan merupakan bagian dari tata kelola pelabuhan dan tanggung jawab bersama,” pungkas Partogi. (ML)


























