TULUNGAGUNG, Nasionaldetik.com – Pembangunan jalan rabat beton melalui program Karya Bhakti TNI di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, resmi selesai dan mulai dimanfaatkan masyarakat.
Peresmian infrastruktur tersebut dilakukan Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan burung merpati.Jumat (2/10/2026),
Yang menarik, pembangunan jalan tersebut mampu diselesaikan lebih cepat dari target. Jika sebelumnya ditetapkan waktu pengerjaan selama 30 hari, pekerjaan rampung dalam 24 hari.
Percepatan tersebut menjadi gambaran adanya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Dalam peresmian itu, Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0807/Tulungagung, Yon TP 886 Panjalu Jayati, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari target tidak terlepas dari semangat gotong royong dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.
“Pembangunan yang ditargetkan selesai dalam 30 hari dapat dituntaskan dalam 24 hari. Hal ini menunjukkan semangat dan sinergi luar biasa antara TNI, masyarakat, dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Selain menjadi sarana transportasi, keberadaan jalan rabat beton tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Akses yang lebih baik dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi dan distribusi barang.
Pemkab Tulungagung juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kondisi jalan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Infrastruktur ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar dapat bermanfaat tidak hanya saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” pesan Ahmad Baharudin.
Peresmian jalan tersebut juga dirangkai dengan pemberian bantuan bagi peserta didik kurang mampu jenjang SD dan SMP serta bantuan sembako kepada kaum dhuafa.
Sementara itu, Kepala Desa Manding Willy Angga Nugroho menyambut baik selesainya pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, akses yang semakin baik berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi.
Ia menyebut terdapat sekitar 50 warga yang menjalankan usaha warung di kawasan tersebut. Masing-masing warung, menurut perkiraannya, memiliki omzet sekitar Rp25 juta hingga Rp35 juta per bulan.
“Harapannya, dengan akses jalan yang semakin baik, perekonomian masyarakat juga ikut meningkat. Kami juga berharap kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan TNI terus berlanjut,” ungkapnya.
Dengan selesainya pembangunan ini, masyarakat Desa Manding kini memiliki akses jalan yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi. Ke depan, keberlanjutan pemeliharaan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat terus dirasakan masyarakat.
Reporter : Robi
Editor : Admin































