Nasionaldetik.com-Saat covid-19,dulu di sekeliling Jokowi, orang-orang yang sekarang asyik berjoged gemoy, orang-orang yang menyeruakkan wacana 3 periode, saat itu banyak yang mendesak Jokowi untuk menerapkan sistim lockdown pada tahun lalu.
Di saat desakan lockdown sangat kuat menerpa Jokowi, ada seseorang yang menelepon Jokowi.
Orang itu berkata,
“Mohon ijin pak presiden, kalau bisa kita cari cara selain lockdown, dan kalaupun pemerintah pusat menerapkan lockdown, kami minta ijin untuk tidak mengikuti”.
Jokowi bertanya, apa alasannya menolak lockdown.
Si penelpon menjawab,
“Kami tidak siap pak.
Saat lockdown diumumkan, warga kami pasti akan bergegas memburu 3 hal.
Pertama, beras.
Kedua, Sembako.
Ketiga, uang tunai.
Setelah kami cek, di pasar-pasar, di gudang Bulog, stok persediaan beras tidak cukup apabila ada rush pembelian.
Demikian juga dengan Sembako. Kami sudah cek persediaan minyak, mi instan, gula, telur, dll, sama juga. Akan kurang.
Para produsen pun tidak memiliki cukup bahan baku dan waktu untuk kembali mengisi stok gudang.
Sehingga ketika lockdown diberlakukan, ketika masyarakat rush memborong beras dan Sembako, persediaan langsung menipis, sehingga otomatis harga-harga akan melambung naik.
Masyarakat akan semakin panik.
Dan akhirnya chaos, pak.
Lalu mengenai uang tunai, kami sudah mendata ada berapa ATM di tempat kami, berapa total isi ATM, dan seberapa cepat kemampuan pihak bank untuk kembali mengisi ATM ketika kosong. Hasilnya kami mendapati bahwa akan ada kekurangan stok uang tunai di daerah kami.
Ini juga akan menimbulkan kepanikan masyarakat, dan akhirnya chaos karena tidak bisa mengambil uang miliknya sendiri yang mereka simpan di bank.
Dan kepanikan yang berpotensi menimbulkan chaos tersebut tidak akan hanya terjadi di daerah kami, pak. Tapi juga di daerah-daerah lain, yang keadaannya kurang lebih sama, bahkan lebih buruk dari kami.
Untuk itulah pak, kami mohon agar pak presiden tidak menggubris maraknya usulan untuk menerapkan lockdown”.
Mendengar masukan bedasarkan data detail hasil survey lapangan tersebut, Jokowi akhirnya tidak jadi menerapkan lockdown, dan memilih sistim pembatasan sosial.
Secara langsung, si penelpon telah membimbing Jokowi mengambil keputusan terbaik bagi Bangsa dan Negara ini.
Penelpon tersebut adalah GANJAR PRANOWO, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
By: Erick Antariksa
Penulis : Erick Antariksa
Editor : Yuan