Nasionaldetik.com,— Malang, 12 September 2025 Bencana ambruknya rumah warga akibat hujan deras di Desa Argotirto, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang, memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan dan langkah antisipasi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadapi musim hujan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian puluhan juta yang dialami Bapak Sunarto dianggap sebagai kegagalan dalam mitigasi bencana.
Ambruknya satu unit rumah kayu milik warga, Bpk. Sunarto, yang berpotensi menjadi korban materiil dari kelalaian mitigasi
Peristiwa terjadi pada Kamis siang (11/9/2025), namun kondisi rumah yang sudah lapuk telah berlangsung lama dan diketahui rawan sejak hujan deras mulai mengguyur Rabu malam (10/9/2025).
Desa Argotirto, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Kabupaten Malang. Salah satu wilayah yang dikenal rawan bencana struktural di musim hujan.
Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait, dipertanyakan perannya dalam program rehabilitasi atau relokasi rumah tidak layak huni yang rawan bencana.
Mengapa rumah ambruk? Karena kondisi rumah yang lapuk tidak mampu menahan beban hujan deras. Mengapa pemerintah dikritik? Karena tidak adanya program mitigasi preventif yang menjangkau rumah-rumah rapuh sebelum bencana terjadi, padahal potensi hujan deras sudah terprediksi.
Bagaimana pemerintah akan bertanggung jawab? Desakan agar Pemkab Malang tidak hanya memberikan bantuan darurat (sembako/terpal), tetapi segera mencanangkan program rehabilitasi permanen dan audit struktural bagi rumah-rumah lapuk lainnya di wilayah rawan.
Evaluasi Program Mitigasi: Pemerintah harus segera mengevaluasi program mitigasi, khususnya terkait identifikasi dan penanganan rumah-rumah yang masuk kategori tidak layak huni dan rawan ambruk.
Transparansi Anggaran Bencana: Diperlukan transparansi mengenai alokasi dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi agar publik mengetahui sejauh mana bantuan permanen diberikan kepada korban.
Tuntutannya adalah agar penanganan pasca-bencana tidak berhenti pada gotong royong dan bantuan sembako, melainkan fokus pada pembangunan kembali yang layak dan aman bagi keluarga Bpk. Sunarto.
“Kasus di Argotirto adalah lonceng peringatan. Musim hujan baru dimulai, namun sudah ada korban materiil akibat kelalaian antisipasi. Pemerintah harus berhenti hanya merespons dan mulai bertindak preventif,” ujar ED
Apakah Anda ingin menambahkan fokus kritik lain, misalnya pada kurangnya edukasi publik atau lambatnya birokrasi penyaluran dana, atau ingin saya melanjutkan dengan draf surat terbuka kepada Bupati Malang?
Tim Redaksi







































