Nasionaldetik.com,– 25 Februari 2026 Sebuah insiden pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melibatkan sepasang kekasih terjadi di Desa Kedungkencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, pada awal pekan ini (23/2).
kerawanan tindak kriminal di wilayah pedesaan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait prosedur penegakan hukum saat menghadapi pelaku kejahatan.
Sepasang kekasih yang menjadi pelaku, warga setempat yang merasa gerah dengan maraknya curanmor, serta jajaran Polsek Ligung yang menangani kasus ini.
Aksi percobaan pencurian sepeda motor milik seorang petani yang berujung pada aksi massa.
Desa Kedungkencana, Kecamatan Ligung, Majalengka.
Terjadi pada rentang waktu antara Senin malam (23/2) hingga Selasa dini hari (24/2).
Pelaku nekat melakukan tindakan kriminal, sementara warga bertindak anarkis karena akumulasi kekesalan atas maraknya kasus serupa di wilayah mereka.
Aksi pelaku dipergoki warga, yang kemudian memicu respons massa yang melakukan penghakiman sebelum akhirnya pihak kepolisian mengamankan situasi dan membawa pelaku untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kejadian ini merupakan alarm bagi kita semua. Ada dua poin mendesak yang perlu diperhatikan:
Maraknya curanmor di pedesaan menunjukkan bahwa kerentanan keamanan bukan lagi isu urban semata. Sinergi antara warga dan pihak berwenang dalam memantau lingkungan perlu diperketat tanpa harus menunggu kejadian kriminal terjadi.
Tindakan main hakim sendiri (persekusi) adalah bentuk pelanggaran hukum. Sekesal apa pun warga terhadap pelaku, prosedur yang benar adalah menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian.
Membiarkan aksi main hakim sendiri terus terjadi justru dapat membuat pelaku tidak mendapatkan proses hukum yang adil (karena luka fisik) dan menempatkan warga dalam posisi terancam tuntutan pidana akibat tindakan anarkisnya.
Diharapkan menindaklanjuti kasus ini secara transparan, tidak hanya pada tindakan pencuriannya, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan ketertiban serta rasa aman di wilayah Ligung dan sekitarnya.
Tim Investigasi Redaksi







































